1. News
  2. Berita
  3. Mengenal Pemilu Sela di AS dan Dampaknya terhadap Petahana

Mengenal Pemilu Sela di AS dan Dampaknya terhadap Petahana

mengenal-pemilu-sela-di-as-dan-dampaknya-terhadap-petahana
Mengenal Pemilu Sela di AS dan Dampaknya terhadap Petahana

tirto.id – Amerika Serikat (AS) akan menggelar pemilihan umum (pemilu) sela pada awal November 2026. Agenda ini rutin dilakukan pada tengah periode masa kepemimpinan presiden, serta dibedakan dari pemilihan presiden.

Jelang pelaksanaannya, isu mengenai dampak pemilu sela atau midterm election di AS terhadap petahana santer diperbincangkan. Pasalnya, sebagian besar pemilu sela dalam 80 tahun terakhir, beberapa anggota dewan dari kubu petahana kerap kehilangan kursi.

Andrew E. Busch melalui bukunya, Horses in Midstream: U.S Midterm Elections and Their Consequences, 1894–1998, mencatat bahwa secara historis pemilu sela sering kali menyebabkan partai presiden kehilangan kursi di Kongres.

Selain itu, agenda tersebut juga sering kali menyebabkan lawan dari partai yang berlawanan dengan presiden mendapatkan kendali atas satu atau kedua majelis Kongres.

Tentunya tidak semua rangkaian pemilu sela sejak 1946 berlangsung demikian. Ada pula pengecualian pada beberapa kasus, meski jumlahnya sangat sedikit.

Apa Itu Pemilu Sela di AS?

Pemilu sela merupakan pemilihan umum yang berlangsung pada pertengahan masa jabatan presiden. Agenda ini diselenggarakan pada Selasa atau setelah Senin pertama bulan November. Merujuk tradisi pelaksanaan pemilu sela tersebut, edisi 2026 akan berlangsung pada Selasa, 3 November 2026.

Sebanyak total 435 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS atau United States House of Representatives bakal diperebutkan. Selain itu, pemilu sela juga dilakukan untuk memilih calon yang akan duduk pada 33 atau 34 dari 100 kursi di Senat AS.

Melansir laman Britannica (4/9/2026), proses pemilu sela diamanatkan oleh Pasal I Konstitusi Amerika Serikat. Di sana diatur bahwa semua anggota DPR AS dan sekitar sepertiga anggota Senat AS ikut serta dalam pemilihan.

Tak hanya pemilihan anggota Kongres, sebanyak 36 negara bagian juga mengadakan pemilihan gubernur mereka selama siklus pemilu sela.

Ilustrasi Pemilu AS

Ilustrasi pemilu AS. AP/Alex Brandon

Berdasarkan catatan pemilu sela sebelum-sebelumnya, jumlah warga AS yang memberikan suara dalam pemilu sela biasanya lebih sedikit daripada saat pemilihan presiden.

Dalam pemilihan presiden, sekitar 60 persen pemilih yang memenuhi syarat turut memberikan suara. Namun, persentase itu biasanya turun menjadi sekitar 40 persen saat pemilu sela.

Rekam Jejak Petahana dalam Pemilu Sela di AS

Pemilu sela berperan penting dalam pergeseran kekuasaan antarpartai politik. Sering kali dalam pemilu ini hasil suara mengakibatkan partai presiden petahana mengalami kekalahan.

Sebagai contoh, Presiden Barack Obama dari Partai Demokrat kehilangan 64 kursi di DPR dan 6 kursi di Senat ketika pemilu sela 2010. Ternyata itu bukan satu-satunya kekalahan petahana ketika pemilu sela.

Britannica turut mencatat, dari 22 pemilu sela yang berlangsung pada 1934 sampai 2018, rata-rata partai petahana kehilangan 28 kursi di DPR dan 4 di Senat.

Hal ini turut dipengaruhi oleh kinerja partai yang tengah berkuasa. Pasalnya saat pemilu sela 2022, tercatat Partai Demokrat hanya kehilangan 6 kursi di DPR, kemudian justru memperoleh tambahan 1 kursi di Senat.

Kendati rata-rata kubu petahana mengalami kekalahan ketika pemilu di AS, setidaknya ada 2 kali momen petahana mendapat kursi di DPR dan Senat.

Laman The Fulcrum (5/2/2026) menyebut, hanya ada 2 kasus dalam 80 tahun terakhir ketika partai petahana memenangkan kursi di DPR. Kedua kasus ini melibatkan kondisi khusus.

Kasus pertama, ketika Clinton pada tahun keenam masa kepresidenan pada 1998. Dia memiliki angka-angka yang baik untuk pertumbuhan ekonomi, penurunan suku bunga, dan tingkat pengangguran yang rendah.

Massa Pendukung Trump Serbu Capitol

Pendukung Trump berkumpul di luar Capitol, menjelang kongres pengesahan kemenangan Biden pada Rabu, 6 Januari 2021, di Washington. Sejumlah pendukung Donald Trump nekad menyerbu masuk Gedung Capitol Amerika Serikat (AS) pada Rabu (6/1), dalam upaya membatalkan kekalahan Trump saat pemilu November 2020 lalu. AP / John Minchillo

Pemilu sela berlangsung tahun 1998. Saat itu tengah terjadi pula proses pemakzulan Bill Clinton. Sebagian besar warga AS kompak mengkritik perilaku pribadi sang presiden.

Namun, proses pemakzulan Clinton tidak terlalu berpengaruh jika dibandingkan dengan sumbangsih kinerjanya selama menjabat. Indikator ekonomi yang baik terbukti menyebabkan peningkatan bagi Partai Demokrat selaku petahana saat itu, saat pemilu sela tahun 1998 mereka memboyong tambahan 5 kursi di DPR AS.

Selain itu, pengecualian kekalahan terjadi juga pada tengah masa jabatan presiden George W. Bush pada 2002. Bush terpilih dengan selisih suara tipis pada tahun 2000. Tapi berikutnya, dia mengalami peningkatan popularitas yang tajam setelah peristiwa serangan 11 September di World Trade Center (WTC) dan Pentagon.

Seluruh penduduk AS bersatu di bawah pemerintahan yang dipimpin presiden ketika itu. Pemilu sela tahun 2002 membuat Partai Republik memenangkan tambahan 8 kursi di DPR dan 2 kursi di Senat.

Fungsi dan Dampak Pemilu Sela

Penyelenggaraan pemilu sela di tengah masa jabatan presiden bukan tanpa alasan. Sebagaimana dijelaskan dalam Time (6/11/2018), landasan Konstitusi AS adalah sistem check and balances.

Check and balances merupakan sistem yang menyebarkan kekuasaan agar tidak ada badan legislatif yang menjadi despotik, mutlak, atau sewenang-wenang dalam menjalankan peran.

Susunan Kongres dirancang untuk menyeimbangkan pengalaman dan ide baru yang segar. Masa jabatan singkat bertujuan agar anggota dewan bisa mengikuti preferensi kebijakan terbaru dari para konstituennya.

Hal itu berdasar pertimbangan bahwa masa jabatan yang terlalu panjang berpeluang membuat mereka mengambil keputusan tanpa memikirkan kepentingan terbaru dari rakyatnya. Sebagaimana diatur dalam Pasal 1, bagian 2, klausul 1 Konstitusi AS, para anggota legislatif melakoni masa jabatan hanya selama 2 tahun.

Di sisi lain, Senat dirancang agar menjabat lebih lama. Hal ini untuk menghinari risiko tren umum atau tekanan politik jangka pendek yang berpeluang kerap berubah, serta untuk memperkuat stabilitas. Ini menjadi alasan utama mengapa Senator AS menjabat selama 6 tahun, sesuai dengan Pasal I, bagian 3, klausul 1 Konstitusi AS.

Senat dibagi menjadi 3 kelas, tiap 2 tahun sepertiga Senator AS akan dipilih kembali melalui pemilu sela. Ini sesuai dengan klausul 2.

Kongres Amerika Serikat

Sidang gabungan Kongres AS di Gedung Capitol pada 28 April 2026, di Washington, DC. Dalam kunjungan pertama Raja Charles ke AS sebagai Raja Inggris. Chip Somodevilla/Getty Images/AFP

Keberadaan pemilu sela di Amerika Serikat dapat memengaruhi kebijakan pemerintah pada paruh kedua masa jabatan, jika ternyata oposisi berhasil menambah kursi di Kongres dan Senat. Dengan demikian kubu petahana dituntut untuk terus mempertahankan kinerja positif sejak paruh pertama hingga paruh kedua.

Kendati pemilu sela memiliki tujuan baik, ternyata agenda ini juga menuai polemik. Di samping “tradisi” kekalahan yang dialami petahana pada pemungutan suara, pemilu sela dan masa jabatan anggota DPR yang hanya 2 tahun dinilai kurang efektif.

Hal tersebut sempat disampaikan oleh Presiden Lyndon B. Johnson ketika pidato kenegaraannya pada 1966 silam. Ia menyerukan agar masa jabatan anggota DPR diperpanjang menjadi 4 tahun.

Menurutnya, para anggota dewan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk kampanye. Akan tetapi ide tersebut kurang berhasil diimplementasikan, karena masa jabatan pendek dan saat itu tengah disibukkan dengan Perang Vietnam dan pergerakan hak sipil.

tirto.id – Edusains

Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Oryza Aditama

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Mengenal Pemilu Sela di AS dan Dampaknya terhadap Petahana
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us