Bola.com, Jakarta – Bomber Timnas Indonesia, Mitchell Baker, mengungkapkan alasan belum bermain di level profesional meski telah menjadi langganan Timnas Indonesia.

Baker sebenarnya terpilih pada urutan ke-10 SuperDraft 2026 Major League Soccer (MLS) oleh Colorado Rapids, namun memilih untuk tetap bertahan di Georgetown University yang memiliki tim sepak bola kampus bernama Georgetown Hoyas.

Baker telah berkuliah di Georgetown University sejak 2024. Dalam wawancaranya dengan media Eropa, Tribuna, ia dinarasikan mengambil program percepatan penyelesaian gelar sarjana.

“Saya bangga dipilih Colorado Rapids pada urutan ke-10 dan sangat menghargai pengakuan tersebut,” ujar Baker dinukil dari Tribuna.

“Namun, saya sudah berkomitmen untuk menyelesaikan gelar sarjana di Georgetown sebelum menjadi pemain profesional,” jelasnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Target 2,5 Tahun

Baker, yang dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 13 Juli 2026, menjalani debut bersama Timnas Indonesia ketika menghajar Timnas Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026 pada 27 Juli 2026.

Penampilan perdana Baker diwarnai dengan keberhasilannya mencetak hattrick ke gawang Kamboja.

“Saya mulai kuliah pada usia 17 tahun dan mengambil kelas musim panas serta mata kuliah tambahan. Dengan begitu, saya berada di jalur yang tepat untuk menyelesaikan program sarjana empat tahun hanya dalam dua setengah tahun, yakni pada Desember 2026,” tutur Baker.

“Pengalaman bersama Indonesia justru semakin meningkatkan motivasi saya untuk mengambil langkah berikutnya,” ucapnya.

Mulai Profesional Januari 2027

Baker berencana untuk memulai karier profesionalnya pada tahun depan. Namun, pemain kelahiran Melbourne, Australia, pada 11 Desember 2006 itu masih belum menentukan masa depannya.

Jika ingin bermain di MLS, maka Baker harus membela Colorado Rapids.

“Rencana saya adalah memulai karier profesional pada Januari 2027. Saya terbuka terhadap berbagai kemungkinan mengenai tempat saya akan bermain,” ungkap Baker.

“Hal terpenting adalah menemukan klub yang memiliki ambisi besar, tempat saya bisa bersaing mendapatkan menit bermain bersama tim utama, belajar dari pelatih berpengalaman, dan terus berkembang.”

“Saya tahu harus berjuang untuk mendapatkan tempat, tetapi saya antusias dan siap menghadapi tantangan tersebut,” terangnya.

Sumber: Tribuna

  • 0%suka
  • 0%lucu
  • 0%sedih
  • 0%marah
  • 0%kaget
  • 0%aneh
  • 0%takut
  • 0%takjub
  • Muhammad Adi Yaksa
  • Wiwig Prayugi