
NEGARA anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Kamis (4/6), memulai latihan angkatan laut tahunan Baltic Operations (BALTOP) di Laut Baltik yang akan berlangsung hingga 19 Juni dan digelar di dekat perbatasan Rusia.
Sekitar 20 kapal dan kurang lebih 6.000 personel militer dari 16 negara NATO ambil bagian dalam BALTOPS 26. Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan BALTOPS 25 yang melibatkan lebih dari 40 kapal, 25 pesawat, dan sekitar 9.000 personel.
Skala latihan tahun ini dikurangi sebagai respons terhadap menurunnya minat Washington terhadap aliansi tersebut, sikap yang semakin kritis terhadap sekutu-sekutunya di Eropa, pergeseran fokus strategis ke kawasan lain, serta keterlibatan berkelanjutan di Selat Hormuz.
Latihan tersebut dilaksanakan di bawah komando Armada Keenam Angkatan Laut Amerika Serikat dan Komando Pasukan Serang serta Dukungan Angkatan Laut NATO.
Negara-negara yang berpartisipasi meliputi Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Prancis, Polandia, Swedia, Finlandia, Denmark, Norwegia, Belanda, Belgia, Lithuania, Latvia, Estonia, Portugal, dan Turkiye.
Latihan BALTOPS telah diselenggarakan setiap tahun sejak 1972 dan merupakan salah satu latihan angkatan laut terbesar NATO di kawasan Laut Baltik.
Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia berulang kali menyampaikan kekhawatiran atas aktivitas NATO yang belum pernah terjadi sebelumnya di dekat perbatasan baratnya.
Kremlin menegaskan bahwa Rusia tidak mengancam pihak mana pun, namun tidak akan mengabaikan tindakan yang berpotensi membahayakan kepentingannya. (Ant/P-3)