Ndarboy Genk. (Foto: YouTube/Good News From Indonesia)
Helarius Daru Indrajaya alias Ndarboy Genk adalah penyanyi lagu-lagu Jawa yang kini sedang populer di belantika industri musik Indonesia. Tembang “Kicau Mania” yang dinyanyikannya bersama Banditoz Yaow 86 sanggup viral dan dapat mudah didengar sebagai lagu latar banyak unggahan media sosial.
Suara emas Ndarboy sesungguhnya sudah populer sebelum lagu “Kicau Mania” menggema. Ia sudah dikenal seusai menyanyikan lagu “Balungan Kere” ciptaan sesasma musisi lagu-lagu Jawa, Hendra Kumbara pada 2019.
Beberapa khalayak mungkin menilai pria 31 tahun lulusan Universitas Negeri Semarang ini bisa begitu mudahnya mendulang kesuksesan lewat lagu-lagunya. Namun, sebenarnya Ndarboy tetap harus menempuh kerja keras dan jatuh bangun berulang kali sampai akhirnya di titik sekarang ini.
Beda Berkarya Dulu dan Kini
“Kata wong tua ojo cepat puas, jangan cepat berbangga diri. Jadi saya selalu merasa kurang, tapi merasa kurang untuk pengin beraktivitas lagi, produktif lagi,” kata Ndarboy kepada Good News From Indonesia dalam segmen GoodTalk.
Ndarboy mengatakan itu sebagai bentuk mengenang masa-masa sebelum seterkenal sekarang. Pada tahun-tahun di mana peranan digitalisasi belum sebesar sekarang, ia mengaku harus merasakan pedihnya di tengah proses berkarya.
Namun, dari kepedihan itu bisa dijadikan Ndarboy sebagai sumber inspirasi. Tak jarang lagu-lagunya yang telah beredar kini diciptakan berdasarkan pengalaman pribadi saat menempuh masa-masa sulit.
Pengalaman demi pengalaman kini telah Ndarboy rasakan hingga akhirnya berada di jalur kesuksesan. Ia pun bisa membedakan proses berkarya dulu dengan sekarang yang berkiblat dengan algoritma internet.
“Kadang kita dulu rilis, nulis, rilis, nulis, rilis. Mau ada yang dengerin apa enggak, kita masa bodo lah. Tujuannya yang penting berkarya. Sekarang kita di era digital ini lihat insight, engagement, terus tren apa, algoritma. Kita harus menyesuaikan rilisku, insight-ku, nanti turun atau naik. Harus dipertimbankan. Yang dulu berkarya benar-benar tulus pakai hati, sekarang tulus pakai hati tapi dipikir (trennya),” ucap Ndarboy yang menekuni karier bermusiknya sejak 2010.
Beternak Lele
Mengambil jalur berkarya lewat musik tidak semua musisi bisa menggapai titik kesuksesan. Untung saya bagi Ndarboy kesempatan itu didapatkannya lewat karya-karyanya yang kini laris di pasaran. Namun, bila tidak mengambil jalur musik, kemanakah ia akan menyambung kehidupan? Jawabannya ialah dengan menjadi peternak lele.
“Meneruskan lele bapak. Saya dulu bisa sekolah karena bapak saya jualan lele. Jadi kalau mau bayar, mau minta sangu, saya harus gosok kolam bapak dulu abru dapat uang,” ucap Ndarboy.
Ndarboy sendiri tidak menutup kemungkinan mengembangbiakkan lele sembari bermusik. Akan tetapi, untuk sementara ini ia ingin fokus di dunia musik yang tengah didalaminya kini.
“Nyanyi dulu aja. Lelenya besok-besok,” kata dia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dimas Wahyu Indrajaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dimas Wahyu Indrajaya.
Tim Editor