1. News
  2. Berita
  3. Nusantara Bertutur, Burung Hantu di Pohon Randu

Nusantara Bertutur, Burung Hantu di Pohon Randu

nusantara-bertutur,-burung-hantu-di-pohon-randu
Nusantara Bertutur, Burung Hantu di Pohon Randu

“Huuhuu…” suara burung hantu itu membuat Bayu menutup kedua telinganya dengan tangannya. Ia sangat takut dengan suara yang setiap malam menemani tidurnya. Burung hantu kerap muncul di desa ketika musim taman padi.

Desa Jantok terkenal sebagai penghasil padi terbaik. Hamparan sawah yang luas sering dimanfaatkan anak-anak untuk bermain layang-layang. Di tengah sawah, ada pohon randu besar, tingginya 40 meter. Pohon itu dihindari anak-anak. Dari cerita yang beredar, pohon randu yang rimbun itu sering muncul suara-suara aneh. Cerita itu pun sampai di telinga Bayu dan teman-temannya. Mereka ketakutan. Maklum saja, Bayu dan teman-temannya baru kelas dua sekolah dasar.

“Lebih baik jangan main dekat-dekat pohon randu itu,” ucap Bayu.

“Kenapa Bayu?” tanya Raka.

“Kata Paman Adi, suara yang kudengar dari rumahku sumbernya dari pohon randu itu,” ujar Bayu.

“Iya, iya, aku juga dengar, di pohon randu itu ada burung hantu, burung peliharaannya hantu yang cuma bisa hidup pada malam hari,” ucap Adit.

Beberapa hari kemudian, Bayu melihat ayahnya menggeleng-gelengkan kepala saat mengecek tanaman padi miliknya. Tanaman padinya rusak karena ulah tikus.

“Kenapa Pak, tanaman rusak itu apa karena ulah burung hantu?” tanya Bayu.

“Bukan Bayu, justru burung hantu itu yang membantu kami para petani. Burung-burung itu menangkap tikus-tikus pada malam hari,” ucap ayah Bayu.

“Bukannya burung hantu itu peliharaannya hantu, hanya bisa hidup pada malam hari.”

“Bukan, burung hantu hanya namanya saja bukan peliharaan hantu. Burung itu nokturnal, aktif pada malam hari, sama seperti kelelawar dan musang juga. Nanti malam coba ajak temanmu kita lihat aktivitas burung hantu itu.”

Bayu pun mengajak Raka dan Adit untuk membuktikan bahwa burung hantu hanya hewan biasa. Bersama ayahnya, mereka masing-masing membawa senter dan pergi ke sawah. Sebuah bayangan terbang melintas di atas kepala mereka.

Bayu langsung berteriak, “Burung hantu!”

Di bawah cahaya bulan, mereka melihat burung hantu bertengger di dahan pohon randu. Matanya yang besar mengawasi sawah dengan tajam. Tiba-tiba burung itu terbang dan menukik. “Wusss!”

Dalam sekejap, seekor tikus yang sedang memakan tanaman padi dicengkeramnya. Burung hantu itu terbang kembali ke pohon randu. Beberapa saat kemudian, ia kembali menangkap tikus lain.

“Kalian lihat, itu burung hantu sahabat petani, setiap malam mereka memburu tikus-tikus, hama perusak tanaman padi kami,” ucap ayah Bayu.

Sejak malam itu, mereka sama sekali tidak takut burung hantu lagi. Bayu dan teman-temannya pun menjaga sarang burung hantu di pohon randu itu. *logo baru nusantara bertutur

Oleh Tim Nusantara Bertutur
Penulis: Wildan Pradistya Putra
Pendongeng: Paman Gery (Instagram: @paman_gery)
Ilustrasi: Regina Primalita

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Nusantara Bertutur, Burung Hantu di Pohon Randu
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us