Jakarta (ANTARA) – Atlet lari maraton putri Indonesia Odekta Elvina Naibaho menanggapi peluang dirinya untuk meraih medali pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang akan berlangsung di Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober mendatang.
“Iya, (peluang saya bisa meraih medali pada Asian Games mendatang) sangat berat, sangat berat. Karena mungkin secara jam terbang kita sudah sangat jauh (di bawah atlet-atlet dari negara lain) dan ada banyak faktor,” kata Odekta Elvina Naibaho di Jakarta, Jumat.
Meski demikian, Odekta memiliki modal positif setelah berhasil mencatat sejumlah prestasi dalam beberapa ajang internasional. Salah satunya adalah keberhasilan meraih emas nomor maraton putri pada SEA Games 2025.
Baca juga: Odekta Naibaho cetak hattrick emas maraton putri SEA Games 2025
Prestasi tersebut menjadi salah satu pencapaian penting bagi Odekta dalam perjalanan kariernya. Namun, ia memahami bahwa persaingan di tingkat Asia memiliki tantangan yang jauh lebih besar dibandingkan kompetisi di kawasan Asia Tenggara.
Selain prestasi di SEA Games, Odekta juga mencatatkan waktu terbaik dalam kariernya ketika tampil pada Gold Coast Marathon 2025 di Queensland, Australia. Saat itu, ia mampu membukukan waktu 2 jam 31 menit 34 detik.
Catatan tersebut sekaligus mempertajam rekor nasional nomor maraton putri yang sebelumnya dipegang oleh Triyaningsih dengan waktu 2 jam 31 menit 39 detik.
Meski memiliki catatan waktu yang cukup kompetitif, pelari asal Sumatera Utara tersebut mengakui bahwa persaingan pada Asian Games akan jauh lebih berat.
Baca juga: Odekta Naibaho bertekad pertajam rekor pada Asian Games 2026
Ia menilai kualitas para pelari yang akan tampil di Jepang sangat beragam dan banyak di antaranya memiliki pengalaman bertanding di level internasional maupun beberapa negara lain yang memiliki atlet hasil naturalisasi,
Karena itu, Odekta tidak ingin terlalu jauh memprediksi hasil yang akan diraih pada Asian Games 2026. Ia mengaku belum berani memastikan apakah dirinya mampu bersaing untuk mendapatkan medali, terlebih memperbaiki catatan waktu terbaik yang sekaligus menjadi rekor nasional miliknya.
Meski peluang tersebut dinilainya berat, ia memastikan akan berusaha memberikan penampilan terbaik. Ia memilih untuk fokus menjalani seluruh proses persiapan dan tidak ingin terbebani oleh target yang terlalu tinggi sebelum perlombaan berlangsung.
“Saya enggak berani menjawab (apakah bisa melampaui catatan waktu rekor nasional saya) di sini, takut pamali buat saya. Pokoknya saya memberikan yang terbaik,” katanya.
Baca juga: Odekta Naibaho pertimbangkan pensiun setelah Asian Games 2026
Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.