1. News
  2. Opinion
  3. Paparan Layar Berlebih pada Anak Bisa Sebabkan Virtual Autism dan Obesitas

Paparan Layar Berlebih pada Anak Bisa Sebabkan Virtual Autism dan Obesitas

paparan-layar-berlebih-pada-anak-bisa-sebabkan-virtual-autism-dan-obesitas
Paparan Layar Berlebih pada Anak Bisa Sebabkan Virtual Autism dan Obesitas
Paparan Layar Berlebih pada Anak Bisa Sebabkan Virtual Autism dan Obesitas
Ilustrasi (Gratispik)

PAPARAN layar atau waktu layar yang berlebihan anak kini menjadi perhatian serius para pakar kesehatan. Anggota Unit Kerja Koordinasi Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Farid Agung Rahmadi, M.Si.Med., Sp.A, Subsp.TKPS(K), menegaskan bahwa kebiasaan ini membawa konsekuensi buruk bagi tumbuh kembang anak, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Farid menjelaskan bahwa dampak jangka pendek biasanya terlihat dalam kurun waktu kurang dari lima tahun paparan. Sementara itu, dampak jangka panjang akan muncul setelah anak terpapar screen time berlebih selama lebih dari lima tahun.

Ancaman Virtual Autism dan Gangguan Tidur

Bagi kelompok balita atau anak di bawah usia dua tahun, risiko jangka pendek yang mengintai meliputi keterlambatan motorik, keterlambatan bicara (speech delay), hingga gangguan kognitif. Bahkan, Farid menyoroti munculnya fenomena gangguan perilaku yang menyerupai autisme.

“Bahkan ada gangguan perilaku menetap yang mirip seperti autisme atau istilah namanya virtual autism. Jadi, itu sebetulnya mirip autisme saja,” ujar Farid, dikutip Jumat (27/2).

Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.

Hal ini disebabkan oleh pancaran sinar biru buatan (artificial blue light) dari gawai yang mengganggu produksi hormon melatonin. Akibatnya, jam istirahat anak berkurang dan mereka menjadi sulit tidur.

Dampak Jangka Panjang: Dari Obesitas ke Akademik

Jika kebiasaan ini terus berlanjut dalam jangka panjang, anak rentan mengalami penurunan prestasi akademik di sekolah, kesulitan fokus, hingga kerentanan terhadap perundungan (bullying).

Masalah kesehatan fisik seperti obesitas juga menjadi ancaman nyata akibat kurangnya aktivitas fisik.

“Restriksi posisi lebih dari satu jam yang tetap dapat mengakibatkan obesitas juga, ada risiko-risiko penyakit tidak menular akibat kesehatan fisiknya, dari gangguan tidur, obesitas,” tambahnya.

Peran Aktif Orangtua sebagai “Jembatan”

Farid menggarisbawahi bahwa kategori “berlebihan” tidak hanya diukur dari durasi waktu, tetapi juga minimnya seleksi konten dan rendahnya pendampingan orangtua.

Menurutnya, orangtua tidak boleh sekadar duduk di samping anak yang sedang bermain gawai.

“Orangtua juga tidak boleh hanya sekadar mendampingi di sebelah anak saja, tapi, harus aktif sebagai pendamping yang menjembatani antara apa yang sedang dilihat di layar elektronik dengan keterampilan apa yang dapat dipraktikkan di dunia nyata pada anaknya,” tutur Farid menutup paparan. (Ant/Z-1)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Paparan Layar Berlebih pada Anak Bisa Sebabkan Virtual Autism dan Obesitas
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us