1. News
  2. Bulutangkis
  3. PBSI jadikan AJC 2026 alarm evaluasi menuju Kejuaraan Dunia Junior

PBSI jadikan AJC 2026 alarm evaluasi menuju Kejuaraan Dunia Junior

pbsi-jadikan-ajc-2026-alarm-evaluasi-menuju-kejuaraan-dunia-junior
PBSI jadikan AJC 2026 alarm evaluasi menuju Kejuaraan Dunia Junior

Jakarta (ANTARA) – PP PBSI menjadikan hasil Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Junior (AJC) 2026 sebagai alarm untuk membenahi sejumlah kekurangan tim junior Indonesia sebelum tampil pada Kejuaraan Dunia Junior (WJC) 2026 yang akan bergulir di Kairo, Mesir, 5-17 Oktober.

Manajer Tim Indonesia di AJC 2026 Eskar Denatara mengatakan kegagalan memenuhi target pada ajang tersebut menjadi catatan penting, terutama terkait kemampuan atlet dalam mengelola momentum, menjaga ketenangan, dan mengambil keputusan pada poin-poin krusial.

“Saat menghadapi Korea di fase grup, anak-anak mampu memanfaatkan momentum dengan baik sehingga berhasil meraih kemenangan. Sebaliknya saat melawan Malaysia dan Thailand, kami kehilangan beberapa poin penting pada momen-momen krusial. Secara kualitas kami mampu bersaing, tetapi lawan tampil lebih tenang karena memiliki pengalaman internasional yang lebih banyak,” ujar Eskar dalam keterangan resmi PP PBSI di Jakarta, Selasa.

Eskar mengatakan format pertandingan beregu dengan sistem game 55 poin membuat setiap laga berlangsung sangat dinamis. Dalam format tersebut, kemampuan memanfaatkan momentum menjadi salah satu faktor penentu karena setiap kesalahan kecil dapat berdampak besar terhadap hasil akhir.

Menurut dia, kemampuan teknik, fisik, dan mental para atlet Indonesia secara umum sudah cukup baik. Namun, PBSI masih memiliki pekerjaan rumah pada aspek taktikal, ketenangan dalam pertandingan, serta penambahan jam terbang internasional.

“Beberapa atlet bahkan baru menjalani debut internasional di AJC. Pengalaman menghadapi tekanan di pertandingan besar menjadi hal yang harus terus dibangun agar mereka makin matang,” kata Eskar.

Baca juga: Fardhan raih perak Kejuaraan Asia Junior 2026

Pada nomor perseorangan, Indonesia menempatkan tujuh wakil di perempat final. Hasil terbaik disumbangkan sektor tunggal putra melalui Fardhan Joe yang meraih medali perak, meningkat dari medali perunggu pada edisi sebelumnya.

Meski demikian, Eskar mengatakan sektor putri masih perlu meningkatkan kekuatan fisik, terutama strength dan power endurance, agar mampu bersaing secara konsisten di level Asia.

Sementara itu, sektor ganda putra perlu membenahi kemampuan mengelola tekanan dan mengambil keputusan pada poin-poin penting. Adapun ganda putri menunjukkan perkembangan setelah meloloskan dua pasangan ke perempat final.

“Secara keseluruhan masih banyak detail yang harus kami benahi agar hasilnya lebih maksimal,” katanya.

Eskar juga menyebut perkembangan negara-negara lain di level junior Asia mulai meningkat. Selain kekuatan utama seperti China, Jepang, dan Korea, sejumlah negara seperti Hong Kong, Thailand, dan Taiwan, menunjukkan peningkatan signifikan sehingga persaingan menjadi makin merata dan kompetitif.

“Karena itu kami tidak bisa hanya melihat hasil akhir. Kami harus terus meningkatkan kualitas pembinaan agar mampu mengikuti perkembangan persaingan yang makin ketat,” katanya.

Eskar menyampaikan permohonan maaf karena tim Indonesia belum mampu memenuhi target pada AJC 2026. Ia memastikan seluruh catatan dari ajang tersebut akan menjadi bahan pembenahan menuju WJC 2026.

“Hasil ini tentu menjadi tanggung jawab kami. Ke depan kami akan menjadikan seluruh catatan dari AJC sebagai bahan pembenahan, baik dari sisi taktikal, peningkatan fisik, maupun penambahan jam terbang internasional. Kami berharap para atlet dapat menunjukkan penampilan yang lebih baik pada World Junior Championships nanti,” ujar Eskar.

Baca juga: PBSI fokus benahi kekurangan untuk hadapi Kejuaraan Dunia Junior

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
PBSI jadikan AJC 2026 alarm evaluasi menuju Kejuaraan Dunia Junior
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us