1. News
  2. Bulutangkis
  3. PBSI pacu regenerasi setelah Alwi dan Ubed melejit

PBSI pacu regenerasi setelah Alwi dan Ubed melejit

pbsi-pacu-regenerasi-setelah-alwi-dan-ubed-melejit
PBSI pacu regenerasi setelah Alwi dan Ubed melejit

Jakarta (ANTARA) – PP PBSI terus memacu regenerasi pebulu tangkis Indonesia setelah sejumlah pemain muda, termasuk Alwi Farhan dan Mohammad Zaki Ubaidillah, menunjukkan perkembangan signifikan dalam persaingan tingkat dunia.

Ketua Umum PP PBSI Fadil Imran mengatakan perkembangan pemain muda menjadi perhatian penting di tengah makin banyak negara yang mulai mengandalkan atlet berusia muda di level elite.

“Sebelum saya tidur, terkadang saya berpikir dan sedikit iri melihat negara-negara lain. Melihat atlet negara lain yang masih muda, sementara kita sudah senior. Kekhawatiran dan kegelisahan saya ini saya sampaikan kepada Sekjen PBSI,” kata Fadil dalam Tasyakuran Pencapaian Tim Bulu Tangkis Indonesia pada Asian Games 2026 di Pelatnas PP PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu.

Dalam materi evaluasi bidang pembinaan dan prestasi PBSI, Fadil menyebut Alwi mengalami kenaikan peringkat dari posisi ke-49 dunia pada Januari 2025 hingga menembus peringkat ke-10 pada Oktober tahun yang sama.

Perkembangan juga ditunjukkan Moh Zaki Ubaidillah atau Ubed yang disebut bergerak dari peringkat ke-158 menuju posisi ke-29 dunia.

Menurut Fadil, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa proses pembinaan yang dilakukan secara tepat dan terukur dapat memberikan hasil yang terlihat.

Baca juga: PBSI: Enam medali bulu tangkis lahir dari kerja seluruh tim

“Angka-angka tadi bukan untuk membuat kita berpuas diri. Angka-angka itu memberi kita satu pesan, kalau proses pembinaan dijalankan dengan benar, hasilnya dapat diukur,” ujar Fadil.

Ia berharap perkembangan Alwi dan Ubed dapat diikuti pemain-pemain muda lainnya, termasuk sektor putri, sehingga Indonesia memiliki kedalaman pemain yang lebih merata di setiap nomor.

Fadil menegaskan prestasi bulu tangkis tidak bisa lagi bergantung kepada satu atlet ataupun satu pelatih hebat, tetapi harus lahir dari sistem pembinaan yang berjalan secara menyeluruh.

Sistem tersebut melibatkan pelatih teknik dan fisik, tim medis, psikolog, nutrisi, fisioterapis, sport science, analisis video hingga bidang pembinaan dan prestasi.

Baca juga: Indonesia melaju ke perempat final Piala Suhandinata 2026

Selain regenerasi, PBSI masih mencatat sejumlah pekerjaan rumah, mulai dari konsistensi performa, kedalaman pemain pada setiap sektor hingga jarak kualitas antara kelompok pratama dan utama.

Program latihan individual serta pemantauan berbasis data juga menjadi bagian yang akan terus diperkuat.

“Saya selalu tekankan kepada para pelatih dan seluruh pengurus, tolong perhatikan atletnya satu per satu, karena tidak ada satu atlet yang memiliki ukuran yang sama. Pasti berbeda. Tolong dilatih sesuai dengan ukurannya,” kata Fadil.

Fadil mengatakan Asian Games Aichi-Nagoya 2026, ketika Indonesia meraih dua emas, satu perak, dan tiga perunggu dari bulu tangkis, bukan menjadi tujuan akhir pembinaan.

PBSI membidik proses regenerasi tersebut terus berjalan menuju Olimpiade Los Angeles 2028 dengan target meloloskan wakil secara maksimal pada seluruh sektor serta kembali merebut medali emas.

Baca juga: Moses/Reya jadikan laga pembuka sebagai tolok ukur level permainan

Baca juga: Indonesia libas Azerbaijan 2-0 di laga pembuka Piala Suhandinata

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
PBSI pacu regenerasi setelah Alwi dan Ubed melejit
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us