Hariannarasi.com, Jakarta – Dunia kembali digegerkan oleh rilis besar-besaran jutaan dokumen dari Kementerian Kehakiman Amerika Serikat terkait skandal Jeffrey Epstein.
Epstein adalah sang terpidana kasus kekerasan seksual yang mengakhiri hidupnya dibalik jeruji besi pada 2019 silam. Publikasi masif ini merupakan mandat dari Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein yang disahkan Kongres AS pada akhir 2025.
Dalam tumpukan data yang mencapai 3 juta halaman, lengkap dengan 180 ribu foto dan dua ribuan video, muncul sejumlah nama besar yang sudah tidak asing di panggung global, mulai dari Donald Trump hingga Elon Musk.
Namun, yang menjadi sorotan tajam bagi publik tanah air adalah temuan 902 dokumen yang memuat kata kunci “Indonesia”, di mana di dalamnya terselip nama sejumlah pejabat serta pengusaha nasional.
Berdasarkan dokumen tersebut, nama mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati muncul dalam konteks arsip resmi Bank Dunia (World Bank), sementara pengusaha Hari Tanoesoedibjo tercatat dalam laporan FBI yang bersifat tidak rahasia.
Kendati demikian, munculnya sebuah nama dalam katalog tersebut tidak serta-merta mengindikasikan keterlibatan dalam tindak kriminal. Sebagian besar dokumen tersebut hanya berupa rekam jejak administratif, seperti invoice pengiriman barang, arsip institusi, maupun materi ringkasan berita.
Hingga laporan ini diturunkan, belum ditemukan bukti otentik yang menunjukkan adanya hubungan langsung maupun keterlibatan figur-figur dari Indonesia dalam jaringan aktivitas ilegal Epstein. (*)
#fyp #foryou #epstein #pengusaha #pejabat