Ketika kita berpikir tentang kontaminasi dalam sistem pelumas, kita sering kali berfokus pada kontaminasi partikel dan air. Faktanya adalah bahwa ada banyak kontaminan lain yang harus kita pertimbangkan dan perlu dikendalikan. Sebagian besar kontaminan, yang mencakup bahan apa pun yang tidak terkandung dalam formulasi pelumas, berpotensi merusak oli industri dan komponen yang dilumasi. Meskipun udara selalu ada dalam oli industri, sering kali dapat dibenarkan untuk mengambil tindakan guna meminimalkan keberadaannya.
Penyebab Kontaminasi Udara Berlebihan
Sebenarnya ada beberapa kondisi yang menyebabkan kontaminasi udara berlebihan, dan karena alasan ini, ada beberapa penyebab umum yang harus dipertimbangkan. Yang paling umum adalah kontaminasi air. Ketika oli industri terkontaminasi air, tegangan permukaannya menurun, sehingga gelembung dalam oli industri terpisah menjadi partikel yang lebih kecil yang lebih mudah tersuspensi. Banyak kontaminan lain memiliki efek serupa seperti pelarut, banyak kontaminan kimia, dan bahkan produk sampingan oksidasi oli industri. Yang terakhir adalah alasan utama oli industri lebih berbusa seiring bertambahnya usia.
Penyebab lainnya termasuk hilangnya aditif antifoam, kebocoran hisap, desain reservoir yang buruk, penggunaan viskositas yang salah atau penggunaan aditif antifoam yang terlalu banyak. Dalam keadaan tertentu, aditif antifoam dapat berkurang secara tidak normal. Hal ini sering kali mendorong pengguna untuk menambahkan bahan antifoam ke dalam sistem dan menciptakan peluang untuk menambahkan terlalu banyak. Berhati-hatilah dan ikuti panduan yang tepat saat mencoba menambahkan kembali oli industri.
Efek Kontaminasi Udara
Kontaminasi udara dapat berdampak negatif pada mesin dan pelumas. Udara dapat merusak oli industri dengan meningkatkan laju oksidasi dan degradasi termal, mengurangi aditif, mengurangi koefisien perpindahan panasnya, dan mengurangi kekuatan lapisan filmnya. Oli industri dapat teroksidasi saat molekulnya bersentuhan dengan oksigen. Masalah ini diperburuk saat gelembung bergerak ke lingkungan bertekanan tinggi di mana peluang volume menyebabkan peningkatan suhu yang drastis. Proses ini, yang terkadang disebut mikrodiesel, juga menyebabkan degradasi termal oli industri.
Baca Juga : Sumber Masuknya Kontaminasi yang Hanya Sedikit Diketahui
Keausan mesin dapat disebabkan oleh kontaminasi udara melalui beberapa mekanisme. Salah satunya, udara dapat dikompresi. Agar oli industri dapat menciptakan ketebalan lapisan pelumas yang sesuai, oli industri harus tidak dapat dikompresi. Ketika oli industri sangat terkontaminasi dengan udara yang terperangkap, kekuatan lapisannya dapat berkurang hingga lapisan tersebut rusak, yang memungkinkan terjadinya gesekan mekanis antara permukaan yang saling berinteraksi. Bergantung pada jenis mesin, efek ini dapat berlangsung cepat.