Gita tak menjadikan ukuran kemenangan atas Timor Leste sebagai acuan Skuad Garuda bermain solid dan bagus.
“Jadi kalau ada yang bilang pertandingan pertama kita melawan Timor Leste, centerback kita kapten Putu Ekayana dua gol dari open play. Ya, karena kualitas lawannya ya,” tukas Gita.
“Timor Leste seperti itu. Lawan siapa pun mereka main open tanpa memikirkan kualitas mereka di belakang. Ya, sepertinya kita luar biasa,” lanjutnya.
Ketika bersua Malaysia, Garuda Muda sama sekali tak bisa mencetak gol, meski unggul dalam penguasaan bola.
“Namun, berhadapan dengan Malaysia yang disiplin di belakang, setelah mereka dihajar oleh Vietnam 0-4, mereka kan belajar. Jadi mereka menutup pertahanan mereka dengan baik dengan hanya serangan balik,” tukas Gita.
“Dua serangan balik kita kebobolan satu gol lewat set piece gitu kan. Dua korner, korner kedua jadi gol,” lanjutnya.
Di laga terakhir melawan Vietnam, Timnas Indonesia U-17 jelas membutuhkan kemenangan agar bisa lolos ke fase selanjutnya. Namun, menurut Gita, Garuda Muda malah bermain bertahan.
“Selebihnya kita menguasai jalannya pertandingan. Namun, enggak bisa cetak gol. Lawan Vietnam malah lebih gila lagi ya. Untuk sebuah tim yang harus menang, kita mainnya malah bertahan,” ketusnya.