setelah tiga kali finis di posisi kedua klasemen umum Vuelta a Espana, Enric Mas telah memaksimalkan kesempatan yang dimilikinya
Jakarta (ANTARA) – Dalam kehidupan, terkadang, seseorang gagal memaksimalkan peluang yang berada di depannya walau ada pintu kesempatan yang terbuka, .
Namun tidak untuk Enric Mas di ajang Vuelta a Espana 2026. Pembalap sepeda tim Movistar itu memaksimalkan peluang yang ada setelah pintu kesempatan terbuka lebar.
Panggungnya adalah etape kedelapan Vuelta a Espana 2026, pada rute yang membentang dari Pucol menuju Xeraco, 28 Agustus. Tadej Pogacar yang telah mengenakan kaus merah sejak etape pertama mengalami kecelakaan dan gagal meneruskan kiprahnya di ajang bergengsi itu.
Mas yang telah menempel Pogacar di klasemen umum sejak etape keenam, gesit memanfaatkan situasi dan terbukanya pintu tersebut.
Pembalap kelahiran Mallorca itu kemudian mampu merebut posisi puncak klasemen umum dengan catatan waktu 23 jam 23 menit 33 detik, unggul 1 menit atas Primoz Roglic (Red Bull-Bora-Hansgrohe) yang berada di posisi kedua klasemen umum dan unggul 1 menit 11 detik atas Felix Gall (Decatthlon CMA CGM Team) yang menghuni posisi ketiga klasemen umum pada etape ke delapan.
Pertahankan posisi teratas
Orang bijak berkata bahwa mempertahankan lebih sulit daripada merebut. Hal ini pun berlaku pada Mas. Walau dia mampu mencuri posisi pemuncak klasemen, bukan berarti leluasa melenggang mulus untuk mengakhiri total 21 etape sebagai juara.
Terlebih sosok yang menempel ketat Mas adalah Roglic. Pembalap asal Slovenia itu telah empat kali menjadi juara Vuelta a Espana. Roglic merupakan pembalap paling berpengalaman di ajang ini dan jelas sudah paham benar bagaimana mengatur strategi agar mampu bersaing sampai akhir.
Pesaing Mas jelas bukan hanya Roglic. Gall sukses mengungguli Mas pada ajang pemanasan Vuelta a Burgos yang berlangsung pada awal Agustus dengan keunggulan 41 detik. Selain itu, Gall juga merupakan juara di ajang itu.
Sepanjang jalannya tur, hanya dua kali Mas naik podium, selain podium juara umum. Yakni pada etape keenam saat ia berada di posisi kedua, dan pada etape kesembilan saat ia menjadi yang tercepat di etape itu.
Toh, Mas sudah berstrategi dengan apik. Ia cukup menjaga keunggulan waktu atas pesaing terdekatnya, Roglic, untuk dapat mempertahankan kaus merah sampai kompetisi berakhir.
Total dari sisa etape yang ada, sebanyak delapan etape Mas mampu mengungguli Roglic. Sisanya pada etape ke-10, ke-11, dan ke-19 kedua pembalap memiliki catatan waktu yang sama meski Roglic terhitung finis lebih awal.
Ujian terberat
Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.