Memasuki matchday ke-15 Liga Inggris, tensi mulai meninggi di seluruh papan klasemen. Arsenal memang masih duduk di puncak dengan 33 poin, tetapi jarak dengan Manchester City dan Aston Villa juga tidak lebar. Satu kesalahan kecil bisa mengubah peta persaingan dalam semalam.
Matchday 15 menghadirkan laga dengan bobot lumayan besar. Mulai dari Arsenal yang harus bertandang ke markas Aston Villa sampai upaya Liverpool yang harus bisa menaklukan Leeds untuk tetap bisa bersaing sebagai kontender juara. Beberapa laga akan menjadi titik intensitas utama, tetapi laga lain tetap menarik untuk stabilitas klub.
Preview Liga Inggris Matchday 15
Aston Villa vs Arsenal
Aston Villa tentunya tidak ingin sekadar mampir di posisinya sekarang ini. Pilihannya antara bertahan atau naik lebih tinggi lagi. Setelah menjadi semenjana di 4 sampai 5 minggu di awal, tetiba Villa kini bertengger di posisi 3. Tanpa spotlight, tapi Buendia dan kawan-kawan menghentak klasemen, lagi. Villa belakangan seperti dipecut oleh Emery untuk bermain dengan intensitas tinggi pada transisi maupun pressing awal, yang dua area ini biasanya menjadi titik krusial dalam menghadapi tim asuhan Arteta.
Namun, Arsenal juga datang dengan pincang. Mulai dari cedera Gabriel, Saliba, hingga yang terbaru adalah bek muda Mosquera, jelas membuat Arteta harus memutar otak. Ditambah lagi Declan Rice dan Kai Havertz belum sepenuhnya fit kembali. Mau tidak mau, Mikel Merino bisa saja dimainkan sebagai false nine untuk menjaga keseimbangan serangan. Atau, bisa saja memainkan Gabriel Jesus yang sudah mulai masuk ke bench.
Villa tentu saja akan mengekspos titik tersebut. Serangan bali cepat dengan rotasi winger mereka yang agresif, Arsenal bisa saja dibuat bertahan lebih dalam. Jika Villa mencetak gol terlebih dulu, Arsenal bisa terjebak dalam permainan mereka. Namun, Arsenal tetaplah kontender juara. Mereka punya daya gedor berbahaya dengan struktur build-up permainan yang paling rapi di Liga Inggris.
Laga krusial ini akan ditentukan bagaimana Arsenal mampu menjaga konsentrasi dalam 20-25 menit awal pertama dan kecerdasan Arteta dalam menyusun lini belakangnya yang pincang. Arsenal harus menang untuk mematahkan kutukan bahwa mereka adalah tim juara dua.
Manchester City vs Sunderland
Di atas kertas, Sunderland jelas bukan lawan seimbang tim asuhan Pep Guardiola. Namun, City tidak seperti biasanya. Hingga pekan ke-14, City sudah kebobolan 16 gol, tertinggi di antara klub posisi lima besar. Masalah terbesar yang kini harus dibenahi adalah fase transisi bertahan, terutama saat lini tengah kehilangan bola, pertahanannya tidak cukup cepat dalam menutup ruang.
Cedera juga jadi faktor kinerja City. Pep harus merotasi pemainnya, namun tidak ideal karena eksperimen yang dilakukan. Sunderland yang kini berada di posisi enam, juga kini tidak bisa dianggap enteng. Statusnya sebagai tim promosi membuat mereka mampu bermain lepas. Dengan gaya bermain yang sederhana dan efisien, blok pertahanan rapat, direct play cepat, dan striker yang klinis, Sunderland mampu merusak dominasi klub besar.
Sunderland tidak perlu mengendalikan permainan untuk mengancam City. Justru taktik dari Regis Le Bris kerap menyulitkan tim lawan. Granit Xhaka bisa dikatakan sebagai jantung permainan Sunderland didukung oleh Enzo Le Fee di sisi sayap, serta trio pertahanan Mukiele, Ballard, dan Geertruida jadi kunci taktik Le Bris. Ajang ini juga bisa menjadi pembuktian Isidor bahwa dirinya masih punya kontribusi.
Namun, City tentunya akan membombardir Sunderland. Foden dan Haaland akan menjadi juru gedor dibantu Doku yang perannya mulai lebih roaming serta tentunya kreeativitas Bernardo Silva dan Tiijani Reijnders menjadi motor serangan. City tetap favorit, tetapi masalah lini belakang harus jadi prioritas. Jika ini tidak ditangani, bukan tidak mungkin Sunderland akan “melukai” The Citizen.
Chelsea vs Bournemouth
Chelsea masih menarik untuk diperhatikan. Walaupun masih mencari ritme, Chelsea tetap bisa dijadikan favorit di laga ini. Enzo Maresca harus mendorong pemainnya untuk berani beradu fisik dengan tim yang memang mengandalkan duel fisik dan transisi cepat. Enzo juga harus memotivasi pemainnya untuk tidak meremehkan tim dengan kualitas, yang di atas kertas, berada di bawahnya. Bisa menang lawan PSG, Barcelona, Liverpool, tetapi hancur di tangan Leeds, Sunderland, dan Brighton.
Masalah kebugaran pemain tidak menjadi isu di Chelsea. Jadi seharusnya Bournemouth tidak jadi masalah. Hanya saja, Bournemouth bisa menjadi ujian dari rotasi Maresca. Mereka bisa bermain dinamis dan punya kemampuan menyerang balik cepat. Chelsea harus menjaga momentum hingga babak kedua, jika tidak ingin dihabisi oleh Bournemouth di kandang sendiri.
Leeds United vs Liverpool
Liverpool yang kini berada di posisi sembilan tentunya tidak menerima nasibnya. Dengan skuad mahalnya, Slot masih terkendala dengan masalah konsistensi. Walaupun sedikit mulai menemukan solusi dengan mencadangkan Salah. Sementara itu, Isak yang sudah membuka keran golnya diharapkan mampu semakin tajam, tentunya dengan rotasi Ekitike. Wirtz pun perlahan mulai sedikit nyetel. The Kop tentu tidak ingin melawan Leeds berakhir tragis seperti saaat melawan Forest, PSV, dan City.
Sementara itu, Leeds yang tidak ingin sekadar mampir di liga primer, akan berusaha keluar dari zona degradasi. Perubahan taktik Daniel Farke ternyata berhasil. Walaupun kalah, lini depannya selalu mencetak gol di 4 pertandingan terakhir. Puncaknya, Leeds membungkam Chelsea. Dengan jadwal yang mepet, Farke tentunya harus merotasi dengan hati-hati.
Direct play langsung ke jantung pertahanan lawan dan daya juang Calvert Lewin, Leeds boleh percaya diri. Belum lagi Lukas Nmecha serta Okafor bisa jadi hulu ledak yang mampu meruntuhkan Liverpool. Slot tentunya harus segera menyelesaikan permasalahan lini belakangnya yang sangat kedodoran dalam menutup lini tengah saat kehilangan bola. Dan satu lagi, saatnya Slot memercayakan Chiesa menjadi starter.
Newcastle vs Burnley
Newcastle berada di posisi 12 dan masih berusaha keluar dari tren negatif. Burnley, di zona degradasi, membutuhkan poin untuk bertahan. Newcastle punya keunggulan kualitas, tetapi Burnley sering tampil mengejutkan saat melawan tim dengan blok rendah. Laga ini akan sangat bergantung pada siapa yang bisa mencetak gol pertama.
Tottenham vs Brentford
Tottenham ada di posisi 11, dan mereka membutuhkan kemenangan untuk menempel papan tengah atas. Brentford bermain disiplin, tetapi pertahanan mereka masih inkonsisten. Dalam laga dengan ritme cepat seperti ini, Spurs yang bermain di kandang memiliki peluang lebih besar. Igor Thiago bisa menjadi pembeda di pertandingan ini.
Everton vs Nottingham Forest
Everton dan Forest sama-sama membutuhkan poin untuk keluar dari zona berbahaya. Everton tampil solid di beberapa laga terakhir, namun Forest punya serangan balik yang cukup baik. Kedua tim cenderung bermain hati-hati untuk menghindari kesalahan fatal. Everton seharusnya bisa mengalahkan Forest yang kini sedang tertatih.
Brighton vs West Ham
Brighton duduk di posisi tujuh dan tetap menjadi tim yang berbahaya ketika bermain di rumah sendiri. Sementara West Ham tampil tidak konsisten, tetapi punya lini depan yang bisa mencetak gol kapan saja. Brighton sedikit lebih diunggulkan karena penguasaan bola dan kreativitas mereka lebih stabil. Akankah Welbeck mampu memimpin timnya untuk semakin membenamkan West Ham?
Fulham vs Crystal Palace
Fulham butuh kemenangan untuk keluar dari tekanan papan bawah, tetapi Crystal Palace yang kini di peringkat lima sedang dalam fase sangat stabil. Palace lebih rapi secara taktik dan punya daya serang yang lebih terstruktur. Duet Guehi dan Munoz jadi kunci Crystal Palace, selain Mateta yang sedang gacor. Fulham akan mengandalkan set-piece untuk mencuri peluang. Harry Wilson akan menjadi sentral serangan dan set piece tim ini.
Wolves vs Manchester United
Manchester United berada di posisi delapan dan sedang mengejar posisi Eropa. Meski tampil tidak konsisten, kualitas individu mereka masih menjadi faktor pembeda. Wolves duduk di dasar klasemen dan sulit membangun momentum. MU harus menang, tetapi tekanan di laga tandang tetap bisa menjadi jebakan. Peran Bruno Fernandez masih menjadi sentral permainan. Manchester United akan memenangkan laga ini.
Ingin dapat wawasan dan ulasan Liga Inggris dengan lengkap, simak siniar Youtube Halftime Break.