1. News
  2. Opinion
  3. Pria yang tidak Disunat Memiliki Risiko Lebih Tinggi Terhadap Kanker Penis

Pria yang tidak Disunat Memiliki Risiko Lebih Tinggi Terhadap Kanker Penis

pria-yang-tidak-disunat-memiliki-risiko-lebih-tinggi-terhadap-kanker-penis
Pria yang tidak Disunat Memiliki Risiko Lebih Tinggi Terhadap Kanker Penis
Pria yang tidak Disunat Memiliki Risiko Lebih Tinggi Terhadap Kanker Penis
Ilustrasi kanker penis.((Magnific))

KANKERpenis merupakan salah satu jenis penyakit yang cenderung jarang ditemukan pada pria yang disunat dibandingkan dengan mereka yang tidak. Data dari American Cancer Society menunjukkan bahwa efek perlindungan terhadap kanker jenis ini akan jauh lebih terlihat dan maksimal jika prosedur penyunatan dilakukan sejak bayi daripada saat sudah dewasa.

Lantas, mengapa pria yang tidak disunat memiliki risiko yang lebih tinggi? Apa saja faktor pemicu dan gejala awal yang perlu diwaspadai?

Kaitan Higienitas dan Risiko Kanker

Penyebab utama tingginya risiko kanker penis pada pria yang tidak disunat berkaitan erat dengan faktor kebersihan (penile hygiene). Pada pria yang tidak menjalani sirkumsisi (sunat), cairan tubuh, keringat, serta kotoran dapat dengan mudah terperangkap di bawah kulit khatan (kulup).

Jika area di bawah kulit khatan tersebut tidak dibersihkan secara rutin dan menyeluruh, penumpukan kotoran ini dapat memicu iritasi kimia kronis yang dalam jangka panjang bersifat karsinogenik (memicu kanker).

Selain faktor higienitas, beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko kanker penis meliputi usia tua, kebiasaan merokok, kondisi medis tertentu seperti AIDS, serta infeksi virus HPV (Human Papillomavirus) yang ditularkan melalui hubungan seksual.

Perlu digarisbawahi bahwa penyakit kanker penis itu sendiri tidak dapat menular. Akan tetapi, karena virus HPV yang memicunya bisa menular lewat aktivitas seksual, Anda atau pasangan yang terdeteksi memiliki HPV sangat disarankan untuk menggunakan kondom saat berhubungan intim.

Selain itu, pria yang tidak disunat dilaporkan memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker prostat. Berdasarkan studi dalam Indonesian Journal of Cancer (2024), pria yang disunat sebelum melakukan hubungan seksual pertama kali memiliki risiko 15% lebih rendah terhadap kanker prostat, meski hasil temuan ini masih membutuhkan tinjauan serta penelitian lebih lanjut.

Kenali Gejala Awal Kanker Penis

Anda disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter spesialis jika menemui beberapa gejala berikut pada kulit khatan, batang, maupun kepala penis:

– Perubahan warna kulit atau area kulit tertentu yang menebal.
– Munculnya benjolan pada penis.
– Luka terbuka (ulkus) yang sulit sembuh dan mudah berdarah.
– Ruam kemerahan yang bertekstur seperti beludru.
– Benjolan kecil berkerak atau pertumbuhan kulit datar berwarna biru kecokelatan.
– Keluar cairan berbau busuk dari bawah kulup.
– Terjadinya pembengkakan pada area penis.

Meskipun sebagian besar tanda tersebut bisa dipicu oleh infeksi bakteri, jamur, atau alergi yang dapat diobati dengan krim, benjolan atau luka yang tidak kunjung sembuh wajib dicurigai sebagai indikasi kanker sebelum terbukti sebaliknya secara medis.(Gousse Urology, Hello Sehat/P-3)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Pria yang tidak Disunat Memiliki Risiko Lebih Tinggi Terhadap Kanker Penis
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us