1. News
  2. Adventure
  3. Pantai 88 Dusun III Desa Kota Pari di Serdang Bedagai Jadi Sasaran Taman Mangrove Genetika FP UISU Medan

Pantai 88 Dusun III Desa Kota Pari di Serdang Bedagai Jadi Sasaran Taman Mangrove Genetika FP UISU Medan

pantai-88-dusun-iii-desa-kota-pari-di-serdang-bedagai-jadi-sasaran-taman-mangrove-genetika-fp-uisu-medan
Pantai 88 Dusun III Desa Kota Pari di Serdang Bedagai Jadi Sasaran Taman Mangrove Genetika FP UISU Medan

Caption foto: Penyampaian materi pada program pengabdian masyarakat Genetika FP UISU berupa tanam mangrove di Pantai 88 Dusun III Desa Kota Pari, Serdang Bedagai (WARTAPALA INDONESIA/Bli Linting)

Wartapalaindonesia.com, SERDANG BEDAGAI – Genetika FP UISU Medan menyelenggarakan program pengabdian masyarakat berupa penanaman pohon mangrove di Pantai 88 Dusun III, Desa Kota Pari, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, pada Senin-Selasa, 1-2 juli 2024.

Dalam kegiatan tersebut, Genetika FP UISU juga mengundang anggota Kehormatan Genetika FP UISU untuk memberikan materi Zero Waste for The Beach dan Ecobrick.

Serta Walhi Sumut juga untuk memberikan materi terkait manfaat pohon mangrove dan perlindungannya.

Kegiatan juga dihadiri dua Wakil Dekan Fakultas Pertanian UISU, Wan Bahroni Jiwar Barus dan Surya Dharma, serta sejumlah Forkopimpa tingkat kecamatan di antaranya Camat, Kapolsek, Danramil, dan Kepala Desa setempat.

Tak ketinggalan, kelompok nelayan setempat, PALH SMAN 2 Medan, anggota Himpunan Mahasiswa FP UISU, dan masyarakat sekitar yang juga hadir dalam acara.

Kegiatan berlangsung dua hari di mana pada Senin, 1 juli 2024, panitia pelaksana melakukan aksi bersih sampah di areal yang hendak ditanami.

Kemudian pada Selasa, 2 juli 2024 panitia melanjutkan kegiatan berupa acara serimonial dan penyampaian materi bersama pihak-pihak yang telah diundang.

Baru kemudian dilanjutkan dengan penanaman mangrove oleh pihak-pihak yang ikut serta.

Di sesi awal materi, anggota Kehormatan GENETIKA FP UISU Medan sekaligus Alumnus Pendidikan Green Leadership Indonesia Bacth 1, Nurhabli Ridwan, membawakan Materi Zero Waste For The Beach, serta kemudian bersama peserta mempraktekkan pembuatan ecobrick.

Di sesi akhir, soevenir tempat makan diberikan sebagai hadiah untuk audiens atau peserta yang berhasil membuat ecobrick.

Nurhabli Ridwan mengatakan bahwa peran serta masyarakat sangat diharapkan dalam menjaga lingkungan pantai.

“Saya mengajak masyarakat untuk mewujudkan pantai yang bersih dan teduh, sebenarnya dalam upaya menjaga lingkungan telah mengenalkan konsep Bank Sampah sebagai turunan konsep 3R (Reduce,Reuse dan Recycle),” ucap Nurhabli.

Nurhabli lantas nemambahkan harapan untuk dapat mendukung penerapan system dan teknologi pengolahan sampah secara terpadu yang meninggalkan volume sampah sampai di level paling sedikit (Zero Waste).

Dalam paparannya, Zero Waste merupakan gaya hidup dimana manusia dituntut melakukan perubahan besar dalam hidup terkait sampah.

Singkatnya, Zero waste adalah program mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa limbah plastik sudah menjadi ancaman bagi bumi, begitupun pada lautan. Penggunaan plastik dapat membuat pencemaran laut yang sudah tampak mengerikan,” tegasnya.

Terkait topik lautan, Nurhabli menjelaskan bahwa pencemaran laut ini lama kelamaan akan merusak ekosistem dan rantai manakan.

“Bayangkan saja jika banyak sampah di laut lalu sampah tersebut dimakan oleh ikan lalu ikan tersebut ditangkap oleh nelayan dan dibeli oleh kita. Maka kita akan mengkonsumsi ikan yang telah terkontimansi oleh limbah. Jelas itu tidak baik bagi tubuh,” imbuhnya.

Selain itu baginya, mengurangi penggunaan plastik merupakan bentuk kecintaan terhadap lingkungan. Pasalnya, sampah plastik merupakan jenis limbah yang membutuhkan waktu cukup lama untuk dapat terurai.

“Untuk sampah botol plastik misalnya, butuh 450 tahun untuk bisa terurai, limbah kaleng, 200 tahun, bungkus mie instan perlu 100 tahun, dan kantong plastic, 20 tahun. Apalagi yang styrofoam, itu sampah abadi yang tidak bisa terurai sama sekali,” papar Nurhabli.

Di bagian akhir, Nurhabli Ridwan menjelaskan tentang Ecobrick.

Ecobrik merupakan sebuah Teknik terobosan baru yang dapat mengurangi berbagai macam sampah anorganik dan pencemaran tanah.

“Ecobrick adalah teknik pengelolaan sampah plastik yang terbuat dari botol-botol plastik bekas yang di dalamnya telah diisi berbagai sampah plastik hingga penuh kemudian dipadatkan sampai menjadi keras. Setelah botol penuh dan keras, botol-botol tersebut bisa dirangkai dengan lem dan dirangkai menjadi meja, kursi sederhana, bahan bangunan dinding, menara, panggung kecil, bahkan berpotensi untuk dirangkai menjadi pagar dan fondasi taman bermain sederhana bahkan rumah,” jelasnya.

Ia juga memaparkan manfaat dari Ecobrick adalah ketika plastik dibuang, dibakar atau ditimbun, akan meracuni bumi, udara dan air.

“Ketika kita menyimpan, memilah, dan membungkus dalam botol, kita bisa membuat bata ecobrick yang bisa digunakan kembali. Bersama kita bisa membangun kawasan hijau yang akan menyuburkan lingkungan dan masyarakat,” tandasnya.

Kontributor || Bli Linting
Editor || Danang Arganata, WI 200050

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Pantai 88 Dusun III Desa Kota Pari di Serdang Bedagai Jadi Sasaran Taman Mangrove Genetika FP UISU Medan
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us