Caption foto : Tim ASB (Arbeiter Samariter Bund) di Sekolah Air Hujan Banyu Bening. (WARTAPALA INDONESIA / AJ. Purwanto).
WartapalaIndonesia.com, SLEMAN – Sekolah Air Hujan Banyu Bening yang berlokasi di Tempursari, Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, dikunjungi tim dari ASB (Arbeiter Samariter Bund). Pada 2 Oktober 2024
Kepada founder Sekolah Air Hujan Banyu Bening, yu Ning, perwakilan tim ASB menjelaskan, mereka sedang melaksanakan Program Penguatan Kapasitas Lokal untuk Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) yang aksesibel dan peka iklim melalui peningkatan respon kemanusiaan yang ramah lingkungan (Program Seger Waras) di Kabupaten Gunung Kidul dan Kabupaten Magelang.
ASB siap bermitra dengan Sekolah Air Hujan Banyu Bening untuk IPAH (Instalasi Pemanen Air Hujan) dan konservasi tanaman yang sudah lama dilakukan oleh Kamaludin sebagai Ketua Jaka Tarub (Jaringan Keluarga Tangan Rakyat Untuk Bumi). Dalam waktu dekat ASB juga membuat 4 pilot project yang masing-masing 2 di wilayah Magelang dan 2 di Gunung Kidul, serta 1 di Kantor ASB untuk menjadi contoh duluan.
Sementara Yu Ning menjelaskan kepada mereka tentang konsep bioprospeksi yang harus dilakukan dalam pendampingan, bukan sekedar program. Yu Ning mengaku siap bermitra dengan ASB.
Besar harapan kemitraan ASB dan Sekolah Air Hujan Banyu Bening, setidaknya Mitigasi dan PRB (Pengurangan Risiko Bencana) sudah dilakukan melalui pendampingan, agar tahun depan bencana kekeringan, banjir dan longsor tidak meluas. Masyarakar juga mulai paham bahwa air hujan adalah sumber kehidupan
Untuk diketahui, ASB adalah lembaga non pemerintah internasional yang berkantor pusat di Jerman. ASB mulai bekerja di Indonesia sejak tahun 2006 setelah gempa Yogyakarta. Melalui kemitraan organisasi-organisasi lokal ASB memperluas kegiatannya ke Filipina di tahun 2014, dan negara-negara lainnya di Asia Selatan serta Asia Tenggara pada tahun 2017.
Kantor regional ASB Asia Selatan dan Asia Tenggara (ASB South and South-East Asia/ASB S-SEA) berfokus pada respons kemanusiaan yang inklusif, aksi iklim, pembangunan sosial-ekonomi, dan pengurangan resiko bencana (PRB).
ASB juga salah satu pendiri Disability Inclusive Disaster Risk Reduction Network yang secara signifikan berkontribusi terhadap inklusi disabilitas dalam kerangka kerja Sendai. Yakni kesepakatan global yang bertujuan mengurangi, mencegah, dan menanggapi risiko bencana di seluruh dunia. Kerangka ini diadopsi oleh 187 negara anggota PBB pada Konferensi Dunia PBB Ketiga di Sendai, Jepang pada Maret 2015.
Di Indonesia, ASB S-SEA bekerja untuk mendukung pembangunan ketangguhan masyarakat yang inklusif dengan bekerja sama secara teknis dan bermakna dengan pemerintah pusat, serta daerah tingkat provinsi, kabupatenkKota, desa/kelurahan untuk menjalin kemitraan kolaboratif yang inklusif dan berkualitas dengan OSB (Organisasi Masyarakat Sipil) baik di tingkat Lokal maupun Nasional, termasuk Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDis), Organisasi Orang Lanjut Usia, dan kelembagaan masyarakat desa. (*)
Kontributor || AJ. Purwanto
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)