1. News
  2. Adventure
  3. Koordinator Mapala Se-Aceh Muda Andia Tegaskan : Anggota Mapala UGL adalah Korban Pengeroyokan, Bukan Pelaku Seperti yang Dituduhkan Oknum HMI

Koordinator Mapala Se-Aceh Muda Andia Tegaskan : Anggota Mapala UGL adalah Korban Pengeroyokan, Bukan Pelaku Seperti yang Dituduhkan Oknum HMI

koordinator-mapala-se-aceh-muda-andia-tegaskan-:-anggota-mapala-ugl-adalah-korban-pengeroyokan,-bukan-pelaku-seperti-yang-dituduhkan-oknum-hmi
Koordinator Mapala Se-Aceh Muda Andia Tegaskan : Anggota Mapala UGL adalah Korban Pengeroyokan, Bukan Pelaku Seperti yang Dituduhkan Oknum HMI

Caption foto : Mapala Se-Aceh berharap kasus ini dapat diselesaikan dengan adil demi menjaga persatuan dan keharmonisan komunitas pemuda Aceh. (WARTAPALA INDONESIA / Vivaldi Emri).  

WartapalaIndonesia.com, KUTACANE – Koordinator Mapala Se-Aceh, Muda Andia, menyampaikan klarifikasi resmi terkait insiden Kutacane, menegaskan bahwa anggota Mapala UGL adalah korban pengeroyokan, bukan pelaku seperti yang dituduhkan.

“Kami memiliki rekaman CCTV yang menunjukkan dengan jelas bahwa anggota kami menjadi korban penyerangan. Tuduhan yang dilontarkan Badko HMI Aceh adalah keliru dan tidak berdasar,” tegas Muda Andia.

Rekaman CCTV tersebut telah menjadi bukti sahih yang mendukung pernyataan Mapala UGL. Muda Andia juga meminta Polda Aceh untuk melakukan investigasi secara objektif dan menindak tegas para pelaku kekerasan.

“Apa yang kami sampaikan memiliki dasar yang jelas. Kami menyerukan kepada semua pihak untuk berhenti menyebarkan informasi yang provokatif dan tidak memiliki bukti,” tambahnya.

Mapala Se-Aceh berharap kasus ini dapat diselesaikan dengan adil demi menjaga persatuan dan keharmonisan komunitas pemuda Aceh.

“Kami menyerukan semua pihak untuk berhenti menyebarkan informasi tanpa bukti dan fokus pada penyelesaian konflik ini secara objektif,” tutupnya.

Pihaknya berharap Polda Aceh dapat menyelesaikan kasus ini secara adil dan memberikan keadilan kepada Mapala UGL sebagai korban.

Kronologis Pengeroyokan
Terkait pengeroyokan yang terjadi di Mapala UGL, Wartapala mendapat release yang disampaikan Hatab Al Habsi (Humas Mapala UGL). Berikut isinya, sesuai yang diterima jurnalis Wartapala Aceh Ikram.

Pada hari Selasa 10 Desember 2024, sekitar pagi dini hari telah terjadinya penyerangan dan pengeroyokan terhadap Ketua Umum Mapala UGL di sekretariat kami Mapala UGL.

Berselang beberapa menit ketika anggota Mapala UGL pergi dari sekretariat Mapala UGL yang ingin melakukan kegiatan Arung Jeram, sekaligus mencari korban hanyut di sungai alas. Yang tinggal di sekretariat Mapala UGL adalah ketua serta 1 orang anggota.

Lalu datanglah sejumlah oknum anggota HMI cabang Kutacane masuk ke sekretariat Mapala UGL yang terletak di dalam kampus UGL. Yang sedang berbaring di sekretariat langsung menarik kerah baju Ketua Mapala UGL. Meludahi wajah Ketua Mapala UGL dan memukul menarik keluar dari sekretariat Mapala UGL, serta mereka langsung beramai-ramai mengeroyok Ketua Mapala UGL di depan sekretariat Mapala UGL.

Penyerangan tersebut dikomandoi oleh oknum sekretaris HMI cabang Kutacane. Betapa mengerikannya perilaku dan tindakan mereka terhadap Ketua Mapala UGL.

Syukur pada saat itu ada beberapa civitas akademik melerai, serta menggotong ketua kembali kedalam sekretariat Mapala UGL.

Tidak berselang lama, anggota Mapala yang lagi mau melakukan aktivitas arung jeram mendapat kabar Ketua Mapala UGL dikeroyok, kami lansung kembali ke kampus UGL.

Setibanya anggota Mapala di kampus, langsung mencari oknum anggota HMI yang menyerang sekretariat dan mengeroyok Ketua Mapala UGL. Terjadilah perkelahian antara anggota Mapala UGL dan sejumlah oknum anggota HMI.

Jadi bukan anggota Mapala yang mengeroyok, akan tetapi sejumlah oknum anggota HMI-lah yang mengeroyok Ketua Mapala UGL.

Itulah fakta yang sebenarnya terjadi. Oknum anggota HMI-lah yang menyerang dan mengeroyok Ketua Mapala UGL seperti yang terlihat dari CCTV kampus.

Oknum anggota HMI cabang Kutacane melontarkan bahasa penggiringan yang mengandung adu domba, sehingga terjadinya keributan dan perkelahian antara anggota organisasi internal kampus UGL (Mapala-UGL) dan anggota organisasi eksternal dari luar kampus UGL (oknum HMI Cabang Kutacane).

Yang kami sayangkan dan kami merasa miris, ketika melihat dan membaca di media sosial, media online bahwa anggota Mapala mengeroyok oknum anggota HMI. Akan tetapi fakta yang sebenarnya tidak seperti yang mereka tuduhkan.

Jadi seakan-akan mereka korban dari aksi ulah mereka sendiri, dan anehnya lagi pada saat keributan tersebut Hendra Pratama selaku staf civitas akademik ikut terlibat memukul anggota Mapala UGL. Betapa mirisnya seorang staf civitas akademik yang seharusnya netral dan melerai keributan malah ikut-ikutan memukul anggota Malapa UGL.

Kami minta kepada Rektor UGL bapak DR. Indra Utama, MPd. untuk memecat staf tersebut, karena kami melihat yang bersangkutan ada upanya memprovokasi sehingga terjadi keributan di kampus UGL. Ini terlihat dari pengakuan anggota Mapala dan rekaman CCTV serta status-status di media sosial yang bersangkutan.

Atas kejadian tersebut, kami dan ketua Mapala UGL saudara Muhammad Rizki (korban pengeroyokan) telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Aceh Tenggara dengan laporan Polisi Nomor: REG/194/XII/Res.1.8/2024.

Kontributor || Ikram, WI 200152
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Koordinator Mapala Se-Aceh Muda Andia Tegaskan : Anggota Mapala UGL adalah Korban Pengeroyokan, Bukan Pelaku Seperti yang Dituduhkan Oknum HMI
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us