1. News
  2. Adventure
  3. 8. Teknis Survei ke Desa Terpencil dan Terisolir

8. Teknis Survei ke Desa Terpencil dan Terisolir

8.-teknis-survei-ke-desa-terpencil-dan-terisolir
8. Teknis Survei ke Desa Terpencil dan Terisolir

Wartapalaindonesia.com, EDUKASI – Artikel ini merupakan isi bab kedua dari buku “Cara Menjadi Relawan Garis Depan di Lokasi Gempa”. Bab kedua Posko Kemanusiaan Relawan garis Depan. Berisi 7 artikel (nomor 7 hingga 13).

Buku ini ditulis oleh Ahyar Stone (Pemimpin Redaksi Wartapala. Anggota Dewan Pengarah SARMMI). Terbit pertama Januari 2024. Penerbit Jasmine Solo, Jawa Tengah. Buku ini diterbitkan atas kerja sama Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Wartapala, SARMMI. Selamat membaca. (Redaksi).

a. Pengertian Desa Korban dan DesaTerdampak
Jika Anda memilih menjadi relawan garis depan, dan berperan sebagai tim yang berangkat duluan untuk mendirikan posko kemanusiaan (tim advance), maka langkah pertama yang harus dilakukan tatkala tiba di daerah atau sebuah kabupaten yang kena gempa, adalah mencari informasi tentang desa yang menjadi korban gempa. Bukan desa terdampak gempa.

Informasi bisa Anda dapatkan dari warga lokal. Atau dari tim relawan lain yang duluan sampai.

Desa korban gempa adalah desa yang rumah warganya mengalami kerusakan. Mulai dari rusak ringan, rusak sedang hingga rusak berat. Fasilitas umum banyak pula yang rusak dan tak berfungsi.

Lantaran rumahnya tak bisa dihuni, warga tinggal di tenda dekat rumahnya. Atau bersama-sama membuat barak pengungsian di area terbuka di desa tersebut. Ada juga warga yang mengungsi di rumah saudaranya di desa lain.

Sedangkan desa terdampak gempa adalah desa yang tidak mengalami kerusakan dan warganya tidak mengungsi. Tetapi aktivitas warganya banyak berhenti, imbas dari desa-desa di sekitarnya yang rusak karena gempa.

Desa korban gempa yang dicari relawan garis depan adalah desa yang masuk kategori terisolir atau terpencil.

7. Peralatan Penting Relawan Garis Depan

b. Survei
Pengertian survei di sini adalah melihat langsung desa korban gempa untuk mengetahui apa saja yang dapat Anda kerjakan.

Jadi, tujuan Anda survei bukan untuk mengetahui jumlah barang kebutuhan yang belum didapat korban gempa, seperti jumlah selimut, terpal dan alat masak. Melainkan untuk mengetahui apa saja yang dapat Anda kerjakan, misalnya mendirikan sekolah darurat, memperbaiki jaringan air bersih dan sebagainya.

Jika dari kota asal Anda membawa mobil, Anda sebaiknya langsung mencari desa terpencil dan terisolir yang menjadi korban gempa untuk disurvei.

Tetapi bila Anda naik angkutan umum atau transportasi udara, tiba di daerah gempa, Anda bisa minta dijemput oleh tim lain yang sampai duluan. Bisa juga mampir ke sekretariat pecinta alam setempat atau transit ke tempat lain.

Pinjam motor di tempat transit. Tak dapat pinjaman, sewa motor warga sekitar. Kalau pemilik motor kurang percaya, ajak ikut survei. Sekaligus sebagai penunjuk jalan.

Survei sebaiknya memang mengajak warga lokal. Atau mengajak teman di tempat Anda transit. Tetapi bila tak ada yang mau diajak, Anda tetap survei.

Catat nama beberapa desa berikut nama kecamatannya yang hendak disurvei. Agar efektif, cari jalan besar yang jalurnya mengarah ke beberapa desa target survei.

c. Perlengkapan Survei
Mencari desa yang masuk kategori terisolir atau terpencil, bukan perkara mudah. Sebagai ilustrasi, untuk sekedar sampai ke kabupaten yang terkena gempa, banyak relawan yang kesulitan. Mungkin karena jalur masuknya dialihkan, atau bandara ditutup sementara.

Mencari desa yang terisolir atau terpencil di lokasi gempa, kebanyakan lebih sulit dari itu.

Sebelum memulai survei, Anda dan personil yang ikut survei wajib memakai sepatu lapangan atau sepatu boot. Membawa helm rescue, topi, head lamp, jaket, alat komunikasi, pakaian ganti, perlengkapan mandi, power bank, sleeping bag, dan membawa pula jas hujan bila musim hujan. Jangan lupa membawa minum dan makanan secukupnya.

Perlengkapan seperti itu dibawa karena untuk sampai ke desa yang dicari, bisa jadi Anda harus jalan kaki di medan yang tak ramah. Di sana juga susah sinyal. Tak ada warung makan. Jarang ada penjual pertalite aceran. Sangat mungkin Anda menginap di perjalanan.

d. Lakukan Rapid Assessment
Setelah sampai di desa target, lakukan asesmen dasar. Ada beberapa tingkatan asesmen di kebencanaan, seperti Detiled Assessment, yaitu asesmen yang dilakukan untuk mendapatkan data yang lebih detail. Continual Asessment, yaitu asesmen yang dilakukan secara berkelanjutan untuk mendapatkan gambaran perubahan yang terjadi.

Tetapi pada survei ini, Anda cukup melakukan asesmen dasar yang dikenal sebagai Rapid Assessment, yaitu asesmen yang dilakukan secara cepat untuk mengambil keputusan segera.

Asesmen dasar dilakukan dengan dua metode, yaitu dialog dan observasi. Metode mana yang duluan dipakai, tergantung situasi di sana.

Bila metode dialog yang duluan, segera temui pemerintah desa setempat. Misalnya kepala desa atau perangkat desa.

Kalau kantor desa tutup karena fasilitas banyak yang rusak, Anda dapat mencarinya di kantor desa sementara atau di pengungsian.

Kepada mereka, Anda tanyakan jumlah KK (Kepala Keluarga). Jumlah jiwa. Jumlah korban meninggal dan luka-luka. Jumlah warga yang mengungsi. Jumlah warga yang tidak mengungsi. Jumlah kelompok rentan yaitu ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, anak-anak, disabilitas dan usia lanjut.

Tanyakan pula jumlah rumah warga yang rusak dan fasilitas umum yang rusak. Contoh fasilitas umum adalah rumah ibadah, sekolah, saluran air bersih, jaringan listrik, jembatan desa dan lain-lain.

Selain dialog dengan kepala desa, lakukan pula dialog ke beberapa orang warga desa setempat. Dialog bisa Anda lakukan sekaligus. Kepala desa, perangkat desa dan beberapa orang warga biasanya berkumpul kalau ada relawan datang.

Warga dengan ramah biasanya bertanya tentang Anda. Siapa nama, asal dari mana, sudah berkeluarga apa belum, serta beberapa pertanyaan serupa yang merupakan keramahan khas bangsa kita.

Jawab semua pertanyaan dengan bersahabat. Bangun keakraban. Interaksi awal yang baik sangat bermanfaat nantinya.

e. Observasi
Observasi atau pengamatan, adalah keliling desa untuk melihat langsung kondisi rumah warga dan fasilitas umum yang rusak, serta untuk mengetahui situasi di desa tersebut.

Perhatikan di mana warga mengungsi. Di barak pengungsian seperti di sekolahan? Di area terbuka tempat puluhan tenda didirikan atau di samping rumah rusak berat?

Lihat seberapa parah kerusakan fasilitas umum. Bagaimana efeknya terhadap kehidupan warga. Perhatikan segala hal yang perlu Anda ketahui langsung.

f. Hasil Survei
Usai dialog dan observasi, Anda sudah mendapat gambaran apa saja yang dapat dikerjakan di desa yang disurvei.

Misalnya ada rumah ibadah yang rusak berat. Berarti ada 4 agenda yang bisa Anda kerjakan. Seperti mendirikan rumah ibadah darurat. Menyelenggarakan TPA darurat. Pengajian. Merobohkan rumah ibadah yang rusak berat, agar ke depannya warga mudah membangunnya permanen lagi.

Kalau ada saluran air bersih yang rusak. Ada 2 agenda yang dapat Anda lakukan, yaitu distribusi air bersih, dan memperbaiki saluran air agar warga tak lagi krisis air bersih.

Demikian halnya bila di desa yang disurvei banyak anak-anak yang tidak sekolah karena gedung sekolahnya ambruk, Anda dapat menyelenggarakan sekolah darurat dan psikososial khusus anak.

Makin banyak yang Anda temukan untuk dikerjakan, tentu makin baik bagi warga di desa bersangkutan. Agar kehidupan mereka segera pulih.

g. Skala Prioritas
Jika Anda sudah merasa cocok dengan desa yang disurvei, sampaikan ke kepala desa atau perangkat desa, bahwa tim relawan Anda berencana mendirikan posko kemanusiaan di desanya. Hampir dapat dipastikan, rencana Anda diterima mereka dengan tangan terbuka.

Kalau Anda belum dapat memutuskan saat itu — karena dari hasil survei ada beberapa desa yang sama-sama layak didampingi — maka buat skala prioritas dengan beberapa pertimbangan.

Dari sekian desa terpencil dan terisolir yang sudah disurvei, pilih desa yang lebih sulit dimasuki. Desa yang rusaknya lebih parah. Penduduknya lebih banyak.

Berdasarkan pertimbangan di atas, Anda dapat mengambil keputusan desa mana yang pantas diprioritaskan sebagai lokasi mendirikan posko kemanusiaan.

Sedangkan desa yang skala prioritasnya di bawah itu, Anda informasikan ke tim relawan lain. Minta mereka yang turun tangan mendampingi.

Tetapi kalau ada dua desa atau lebih yang kondisinya mirip dan letaknya berdekatan, Anda dapat sekaligus mendampinginya. (as).

Foto || SARMMI
Editor || Danang Arganata, WI 200050

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
8. Teknis Survei ke Desa Terpencil dan Terisolir
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us