1. News
  2. Berita
  3. Legenda Lembu Suro dan Dewi Kilisuci dari Jawa Timur, Kisah Tantangan yang Tidak Berakhir dengan Baik

Legenda Lembu Suro dan Dewi Kilisuci dari Jawa Timur, Kisah Tantangan yang Tidak Berakhir dengan Baik

legenda-lembu-suro-dan-dewi-kilisuci-dari-jawa-timur,-kisah-tantangan-yang-tidak-berakhir-dengan-baik
Legenda Lembu Suro dan Dewi Kilisuci dari Jawa Timur, Kisah Tantangan yang Tidak Berakhir dengan Baik

banner

28 Mei 2025 16.00 WIB • 2 menit

Legenda Lembu Suro dan Dewi Kilisuci dari Jawa Timur, Kisah Tantangan yang Tidak Berakhir dengan Baik

images info

Di Jawa Timur terdapat sebuah legenda yang menceritakan tentang Lembu Suro dan Dewi Kilisuci. Legenda ini berkisah tentang tantangan yang diberikan Dewi Kilisuci kepada Lembu Suro dan Singa Lodra karena tidak ingin menerima lamaran yang disampaikan kepada dirinya.

Bagaimana kisah lengkap dari Legenda Lembu Suro dan Dewi Kilisuci tersebut?

Legenda Lembu Suro dan Dewi Kilisuci

Dikutip dari buku Wahyu Setyorini dan Tim Wong Indonesia Nulis yang berjudul 78 Legenda Ternama Indonesia, dikisahkan pada zaman dahulu di Kerajaan Kahuripan terdapat seorang senopati yang memiliki dua orang putra. Kedua putra dari senopati ini bernama Joko Lodra dan Singa Lodra.

Kedua putra senopati ini dikenal berperilaku kejam. Oleh sebab itu, mereka kemudian dikutuk menjadi manusia berkepala hewan.

Singa Lodra dikutuk menjadi manusia berkepala harimau. Sementara itu, Joko Lodra dikutuk menjadi manusia berkepala kerbau yang kemudian dikenal dengan nama Lembu Suro.

Seiring berjalannya waktu, kedua kakak beradik ini kemudian memerintah sebuah daerah yang ada di Hutan Lodaya. Ketika berada di sana, Singa Lodra kemudian mendengar kabar tentang seorang putri cantik yang berasal dari Kerajaan Daha.

Putri tersebut bernama Dewi Kilisuci. Sang putri memang dikenal memiliki paras cantik dan rupawan yang dikenal oleh seantero negeri.

Mendengar kabar ini, Singa Lodra kemudian berniat untuk mempersunting Dewi Kilisuci menjadi istrinya. Akhirnya dia mengutus Lembu Suro ke Kerajaan Doha untuk meminang sang putri.

Sesampainya di Kerajaan Doha, Lembu Suro langsung menemui Dewi Kilisuci dan menyampaikan maksud kedatangannya. Dewi Kilisuci yang melihat kedatangan Lembu Suro merasa ketakutan.

Kekejaman Singa Lodra dan Lembu Suro memang terkenal hingga ke semua negeri. Hal ini membuat Dewi Kilisuci merasa ketakutan untuk menolak lamaran tersebut.

Akhirnya Dewi Kilisuci menyatakan akan menerima lamaran yang disampaikan kepada dirinya. Namun Dewi Kilisuci memberikan sebuah syarat yang mesti dipenuhi terlebih dahulu.

Dewi Kilisuci menantang Singa Lodra dan Lembu Suro untuk membuat dua buah sumur di atas puncak Gunung Kelud. Satu sumur mesti berbau amis dan satunya lagi berbau wangi.

Pengerjaan sumur tersebut mesti bisa selesai dalam waktu satu malam. Jika Singa Lodra dan Lembu Suro bisa melaksanakan tantangan tersebut, barulah dia bersedia untuk menerima lamaran itu seutuhnya.

Lembu Suro kemudian menyampaikan syarat ini kepada Singa Lodra. Akhirnya mereka sepakat untuk melaksanakan tantangan yang diberikan oleh Dewi Kilisuci.

Dengan kesaktian yang mereka miliki, Lembu Suro dan Singa Lodra bisa melaksanakan tantangan tersebut dengan mudah. Bahkan dalam waktu singkat mereka sudah mulai menyelesaikan sumur tersebut.

Hal ini tentu membuat Dewi Kilisuci khawatir. Tantangan yang dia rasa mustahil dikerjakan oleh manusia biasa ternyata bisa dikerjakan dengan mudah oleh Singa Lodra dan Lembu Suro.

Dewi Kilisuci kemudian mencari cara agar tantangan yang dia berikan tidak bisa diselesaikan tepat waktu. Sebab pada dasarnya dia tentu tidak ingin dipersunting untuk menjadi istri dari Singa Lodra.

Akhirnya Dewi Kilisuci meminta Singa Lodra dan Lembu Suro untuk membuktikan sumur yang sudah dia buat. Dia meminta kedua kakak beradik itu untuk masuk ke dalam sumur dan membuktikan baunya.

Singa Lodra dan Lembu Suro kemudian menuruti permintaan tersebut. Mereka kemudian masuk ke dalam sungai yang sudah dikerjakan sebelumnya.

Ketika Singa Lodra dan Lembu Suro sudah masuk ke dalam, Dewi Kilisuci kemudian meminta para pengawalnya untuk melemparkan batu ke sumur tersebut. Singa Lodra dan Lembu Suro tentu kaget karena mereka tiba-tiba dilempari batu.

Mereka kemudian meminta tolong dengan kesakitan. Namun para pengawal Dewi Kilisuci tidak peduli dengan hal itu.

Akhirnya Lembu Suro menyadari bahwa Dewi Kilisuci sudah menipu dirinya dan sang kakak. Akhirnya Lembu Suro menyampaikan sebuah sumpah kepada Dewi Kilisuci dan pengikutnya.

Lembu Suro bersumpah agar di masa yang akan datang Kediri berubah menjadi sungai, Blitar menjadi daratan, dan Tulungagung menjadi sebuah danau. Akhirnya Lembu Suro dan Singa Lodra meninggal dunia di dalam sumur tersebut.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

Tim Editor arrow

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Legenda Lembu Suro dan Dewi Kilisuci dari Jawa Timur, Kisah Tantangan yang Tidak Berakhir dengan Baik
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us