1. News
  2. Berita
  3. Dituduh Sarang Ekstrimis, Ini Jejak Masjid Jogokariyan yang Lindungi Eks Simpatisan PKI

Dituduh Sarang Ekstrimis, Ini Jejak Masjid Jogokariyan yang Lindungi Eks Simpatisan PKI

dituduh-sarang-ekstrimis,-ini-jejak-masjid-jogokariyan-yang-lindungi-eks-simpatisan-pki
Dituduh Sarang Ekstrimis, Ini Jejak Masjid Jogokariyan yang Lindungi Eks Simpatisan PKI

banner

26 Juni 2025 08.00 WIB • 2 menit

Dituduh Sarang Ekstrimis, Ini Jejak Masjid Jogokariyan yang Lindungi Eks Simpatisan PKI

images info

Akun YouTube yang dipunyai oleh Masjid Jogokariyan, Kota Jogja diblokir pihak YouTube. Alasan pemblokiran ini diduga karena adanya pembahasan mengenai Palestina di akun tersebut.

Dimuat dari Instagram resmi Masjid Jogokariyan, pihak YouTube menuduh Masjid Jogokariyan berafiliasi dengan kelompok ekstremis. Hingga saat ini, akun tersebut belum pulih.

“Setelah bertahun-tahun menyebarkan dakwah, kajian, dan inspirasi umat, channel itu kini tidak bisa lagi diakses. Alasannya? Kami dianggap melanggar peraturan YouTube karena berafiliasi dengan kelompok ekstrimis atau kriminal. TIDAK MASUK AKAL!!!,” tulis keterangan dalam unggahan akun Masjid Jogokariyan.

Hal ini tentunya berbeda dengan sejarah dari Masjid yang sudah berdiri sejak tahun 1966 ini. Masjid Jogokariyan telah dikenal sebagai tempat rekonsiliasi bagi pihak-pihak yang bertikai.

Inayah Al-Fatihah dalam skripsinya yang berjudul Jogokariyan Islami: Pemberdayaan Sosial Ekonomi dan Keagamaan Masjid Jogokariyan Tahun 1999–2005 menyoroti peran masjid ini dalam melindungi orang-orang yang dituduh simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Ditulis olehnya, orang-orang yang takut diciduk dalam operasi penumpasan memilih untuk berlindung di dalam masjid. Terutama anak-anak dan istri dari suaminya yang saat itu sedang di penjara.

“Orang-orang yang takut dianggap PKI, takut diciduk kemudian berlindung ke masjid. Karena kalau ke masjid akan dilindungi oleh warga yang beragama Islam. Sehingga masjid bertambah jamahannya sesudah masjid ini berdiri. Terutama anak-anak dan istri eks aktivis PKI karena suaminya di penjara,” tulisnya.

Pemberdayaan ekonomi

Ternyata bukan saja perlindungan secara fisik yang diberikan oleh pengurus Masjid Jogokariyan. Tetapi juga kesejahteraan para anggota keluarga simpatisan PKI itu.

Dijelaskan oleh Inayah, para pengurus masjid diberikan santunan untuk bertahan hidup. Bahkan memberikan sekolah gratis untuk anak-anak tersebut.

“Kemudian Muhammadiyah ranting Jogokariyan mendirikan sekolah dasar Muhammadiyah Jogokariyan tahun 1968, sehingga sebagian besar dari anak-anak PKI tersebut sekolah di sana,” paparnya.

Karena itulah, Masjid Jogokariyan lebih berwarna dengan aktivitas-aktivitas dari anak-anak eks simpatisan PKI tersebut. Bahkan akhirnya anak-anak itu yang menginisiasi kegiatan remaja masjid Jogokariyan.

“Maka organisasi dakwah yang ada pertama kali itu Pengajian Anak-anak Djogokariyan (PAD). PAD kemudian berubah nama menjadi Himpunan Anak-Anak Masjid (HAMAS),” terangnya.

Kampung komunis

Masjid Jogokariyan yang berlokasi di Mantrijeron, Kota Jogja memang mempunyai cerita panjang. Masjid yang tak pernah sepi dari jamaah ini dulu berada di tengah kampung basis PKI.

“Memang di sini (saat itu) sedikit anomali. Karena di wilayah selatan itu Krapyak Kulon dan Krapyak Wetan wilayahnya Nahdliyin. Kalau timur ada Karangkajen yang Muhammadiyah. Sedangkan di sini dulu basis PKI,” kata salah seorang pengurus masjid di bidang kesekretariatan Masjid Jogokariyan, Enggar Haryo Panggalih (27) yang dimuat dari Detik.

Enggar menyatakan sampai tahun 1966-1967 masih sangat terasa sekali ke-PKI-annya di wilayah masjid itu. Hal ini tidak lepas dari kesenjangan antara pengusaha batik dan juga penggarap sawah yang berasal dari pensiunan prajurit Jogokariyo.

“…Kesenjangan sosial ekonomi ini dimanfaatkan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan sentimen kelas buruh dan majikan,” tulis artikel berjudul ‘Sejarah Masjid Jogokariyan’ di masjidjogokariyan.com.

Gerakan PKI ini disambut antusias oleh warga Jogokariyan yang termarjinalisasi saat itu. Jogokariyan pun menjadi basis PKI yang didominasi warga miskin dan buruh.

Tetapi hal ini berlangsung hingga meletusnya peristiwa G 30S pada tahun 1965, banyak aktivis PKI di Jogokariyan yang ditangkap dan dipenjara. Peristiwa itu menjadi awal mula perubahan sosial dan kultur masyarakat Jogokariyan menuju budaya Islam.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Tim Editor arrow

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Dituduh Sarang Ekstrimis, Ini Jejak Masjid Jogokariyan yang Lindungi Eks Simpatisan PKI
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us