
Bagi pecinta kuliner Asia yang ingin merasakan cita rasa otentik dari Vietnam, Yeu Saigon Grup menjadi pilihan menarik di Jakarta. Bernaung di bawah Yeu Saigon Group, restoran ini menyajikan lebih dari sekadar makanan—ia membawa misi untuk mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan Vietnam melalui kuliner sehat yang autentik.
Didirikan pada 1 Juni 2015, Yeu Saigon Grup telah berkembang dengan 42 cabang di Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya. Lebih dari 1.300 staf turut membangun jaringan restoran Vietnam ini, menjadikannya salah satu yang terbesar dan paling konsisten di Indonesia.
Menu Sehat Ala Vietnam yang Disukai Warga Lokal
Menurut pendirinya, Praba Madhavan, lebih dari 60% pelanggan Yeu Saigon Grup adalah masyarakat Indonesia. Mereka tertarik karena menu yang disajikan tidak hanya lezat, tetapi juga sehat dan natural.
Salah satu sajian andalan adalah Pho Dac Biet, mie kuah khas Vietnam yang direbus menggunakan tulang sumsum sapi selama 12 jam. Kaldu gurihnya yang alami disajikan tanpa penyedap buatan, menjadikannya menu favorit pencinta kuliner sehat.
Selain itu, ada juga Banh Mi, roti lapis khas Vietnam berisi daging ayam BBQ, smoked beef, sosis, dan sayuran organik. Menu lain seperti Goi Cuon Tom atau Vietnamese Roll juga menjadi pilihan menarik, berisi udang, sayuran, dan disajikan segar tanpa minyak.
Kebun Sendiri dan Filosofi Kuliner Alami
Yeu Saigon Grup menonjolkan komitmen terhadap bahan-bahan alami. Setiap cabang memiliki small garden atau kebun kecil untuk menanam sayuran organik secara mandiri. Bahkan, daging sosis yang digunakan diolah langsung oleh tim mereka tanpa pengawet atau pewarna buatan.
“Kami menanam sendiri sayuran yang digunakan di dapur. Selain lahan di Cimanggis, kami juga sedang menyiapkan kebun di sekitar area mal,” ungkap Praba.
Restoran Vietnam yang Hadirkan Suasana Asli Hanoi
Bukan hanya dari segi rasa, Yeu Saigon Grup juga berusaha menghadirkan atmosfer khas Vietnam. Desain interior restoran ini dirancang oleh arsitek asal Vietnam, menciptakan suasana yang membawa pengunjung seolah berada di Hanoi atau Ho Chi Minh City.
Dengan lebih dari 80 pilihan menu, mulai dari appetizer, main course, dessert, hingga minuman, restoran ini menjadi perwakilan budaya Vietnam yang menyeluruh di Indonesia. Beberapa bahan baku bahkan didatangkan langsung dari Vietnam secara musiman.
Dari Kuliner ke Diplomasi Budaya
Melalui konsep “makan sambil mengenal budaya”, Yeu Saigon Group ingin menjadikan restorannya sebagai jembatan antarbangsa. “Kami berharap masyarakat Indonesia tidak hanya menyukai makanan Vietnam, tetapi juga tertarik untuk berwisata dan mengenal atraksi kuliner langsung di negaranya,” kata Praba.
Untuk mewujudkan hal tersebut, mereka berkolaborasi dengan Vietnam Airlines dalam kampanye Fly & Dine. Kampanye ini memungkinkan pelanggan restoran berkesempatan terbang gratis ke Vietnam, sekaligus mengeksplorasi wisata kuliner di sana.
Perwakilan Vietnam Airlines,Gerry Alam, menyebut kerja sama ini bukan hanya soal promosi wisata, tetapi juga pertukaran budaya. “Lebih dari sekadar makanan, kami ingin memperkenalkan budaya Vietnam secara lebih luas di Indonesia,” ujarnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.
Tim Editor