Dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional, Bakti Budaya Djarum Foundation meluncurkan film #KitaBerkebaya. Tak hanya jadi pengingat, film pendek ini dibuat untuk menyuarakan gerakan pelestarian kebaya. Melambangkan sikap, perlawanan, dan kebanggaan perempuan Indonesia dengan busana tradisional Indonesia.
“Dalam perayaan Hari Kebaya Nasional ini kita tidak hanya membicarakan tentang sehelai kain indah, tapi juga membicarakan identitas, sejarah, dan peran perempuan dalam perjalanan bangsa ini. Kebaya bukan sekadar pakaian, namun merupakan cerita hidup yang dikenakan. Melalui #KitaBerkebaya, kami ingin kembali mengingatkan bahwa kebaya merupakan identitas bangsa yang mempersatukan segala kelas sosial dan lintas batas wilayah yang tersebar di seluruh Nusantara dengan berbagai variasi,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.
(Baca juga: Alasan Wanita Harus Melakukan Strength Training)

(Film pendek ini dimeriahkan dengan aktris dan penyanyi ternama. Foto: Dok. maudyayunda/Instagram)
Bukan semata simbol masa lalu, kebaya dinarasikan secara ekspresif, sebagai entitas yang hidup dan terus berkembang seiring waktu. Lewat sudut pandang perempuan, karya ini menelusuri dinamika kebaya sebagai bagian dari perjalanan dan transformasi perempuan Indonesia. Kebaya ditampilkan sebagai identitas budaya yang relevan dan bisa dikenakan untuk berbagai aktivitas.
Menariknya, film ini melibatkan 250 perempuan dengan latar yang beragam. Ada yang datang dari komunitas seperti Kebaya Menari, Abang None Jakarta, Putra Putri Batik, Lestari Ayu Bulan dari Bali, hingga peserta program Intensif Musikal dari berbagai daerah. Film ini juga didukung para perempuan ternama di dunia seni dan hiburan, seperti Maudy Ayunda, Maudy Koesnaedi, Tara Basro, Dian SastroWardoyo, Eva Cella, Raihanum, Titi Radjo Padmaja, dan Andien.
“Bagi saya, kebaya adalah ruang perlawanan yang lembut, tapi tegas. Kita tidak selalu perlu meninggalkan suara menyampaikan pendapat karena kadang, apa yang kita kenakan sudah cukup bicara. Kebaya adalah sikap. Ketika kita mengenakannya dengan sadar, kita sedang memilih untuk berdiri dalam sejarah, tapi pada saat yang sama tetap melangkah ke masa depan,” tutur Maudy Ayunda.
Melalui film pendek ini, Bakti Budaya Djarum Foundation ingin membangkitkan kesadaran kolektif bahwa mengenakan kebaya menjadi tindakan yang sarat makna. Gaungkan keberanian merawat tradisi dan merayakan identitas dengan percaya diri di tengah perubahan zaman.
Renitasari berharap gerakan #KitaBerkebaya dapat mendorong para perempuan untuk kembali memakai kebaya sebagai bagian dari keseharian mereka.
(Penulis: Zahrah Pricila)