Di tengah gempuran tren kuliner modern, Meradelima kembali menunjukkan komitmennya dalam merawat warisan kuliner Nusantara. Restoran yang telah berdiri selama 21 tahun ini resmi meluncurkan Lemari Jajanan Pasar Peranakan, sebuah inisiatif baru untuk menghidupkan kembali ragam kue tradisional Indonesia dalam balutan presentasi yang elegan.
Melalui Lemari Jajanan Pasar Peranakan, kue-kue seperti klepon, talam, kue ku, dan putri mandi disajikan dengan sentuhan modern, tanpa menghilangkan keaslian resep keluarga. Setiap kudapan dikreasikan menggunakan bahan alami seperti bunga telang dan daun suji, serta tanpa pewarna buatan. Inisiatif ini bukan sekadar menawarkan camilan nostalgia, tetapi juga mengajak generasi baru untuk mencintai kembali jajanan pasar sebagai bagian dari identitas bangsa.
“Jika tradisi ini tidak terus diperkenalkan, lama-kelamaan akan hilang. Kami ingin jajanan pasar tetap hadir dan dikenal. Bukan hanya sebagai memori masa lalu, tapi sebagai bagian dari masa depan,” ujar Carmelita Febiola M. Admodirdjo, Chairman of the Board Meradelima.
(Baca juga: Cara Membuat Perkedel Kentang yang Gurih dan Lembut)
Nikmati Afternoon High Tea

(Kudapan menarik bisa dicicipi. Foto: Dok. Meradelima)
Meradelima juga memperkenalkan konsep Afternoon High Tea ala Peranakan yang menyandingkan kue tradisional dalam format bersantap elegan khas high tea. Seluruh kudapan tradisional ini disuguhkan dalam tableware khas Peranakan, konsep ini menjadi jembatan bagi penikmat cita rasa global untuk kembali mengenal warisan kuliner lokal secara kontemporer.
“Sebagai generasi penerus, tanggung jawab kami adalah memastikan tradisi tidak berhenti di generasi sebelumnya,” ujar Faizal Admodirdjo, CEO Meradelima. “Kami ingin membangun ekositem di mana kuliner Nusantara terus bertumbuh, beradaptasi, dan dihargai lintas generasi.
Peluncuran ini bertepatan dengan Hari Kebaya Nasional dan dirayakan lewat acara Peranakan Soirée, kolaborasi budaya bersama Ghea Fashion Studio, salah satu rumah mode tertua di Indonesia yang tahun ini menapaki usia ke-45 tahun. Ghea menghadirkan presentasi koleksi kebaya kontemporer bersama second line-nya Ghea Resort by Amanda & Janna, yang juga terinspirasi oleh keindahan budaya Peranakan.
Koleksi kebaya kontemporer ditampilkan oleh para muse lintas generasi, memperkuat semangat pelestarian budaya secara kolektif. Acara ini juga didukung oleh Sarinah dan beragam lokakarya kreatif bertema budaya, dari membuat bros hingga meracik parfum.
Meradelima menegaskan posisinya bukan hanya sebagai restoran, melainkan ruang yang menjaga memori kolektif lewat rasa. Dengan merangkul kekayaan lokal dalam balutan estetika modern, Meradelima menjadi bukti bahwa tradisi tak harus kuno, tapi bisa hidup dan relevan sepanjang kita mau merayakannya.
(Penulis: Zahrah Pricila)