1. News
  2. Adventure
  3. Eksepedisi Wanala Universitas Airlangga Menelusuri Jejak Rafflesia di Taman Nasional Meru Betiri

Eksepedisi Wanala Universitas Airlangga Menelusuri Jejak Rafflesia di Taman Nasional Meru Betiri

eksepedisi-wanala-universitas-airlangga-menelusuri-jejak-rafflesia-di-taman-nasional-meru-betiri
Eksepedisi Wanala Universitas Airlangga Menelusuri Jejak Rafflesia di Taman Nasional Meru Betiri

WartapalaIndonesia.com, FEATURE – Mahasiswa Pecinta Alam (Wanala) Universitas Airlangga melakukan ekspedisi Bhakti Jiva di Wana Java di Resor Bandealit Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ekspedisi dilakukan selama lima hari yaitu pada 19 – 23 juli 2025.

Tujuan ekspedisi adalah melakukan dokumentasi dan publikasi terkait keanekaragaman hayati, serta dan mengetahui upaya dalam menjaga spesies langka.

Kawasan Bandealit adalah wilayah yang masih terjaga kelestarianya, menyimpan berbagai keanekaragaman hayati yang patut untuk dijaga, termasuk spesies langka yang relatif mudah ditemui, seperti Rafflesia zollingeriana.

Untuk diketahui Rafflesia zollingeriana merupakan salah satu spesies bunga yang pernah dianggap punah, namun berhasil ditemukan kembali di Taman Nasional Meru Betiri.

Taman Nasional Meru Betiri adalah salah satu taman nasional yang merupakan cagar alam dan tempat konservasi. Terletak di pesisir selatan Jawa Timur, kawasan ini berlokasi pada koordinat 8°21’ – 8°34’ LS dan 113°37’ – 113°58’ BT, mencakup area sekitar 580km², dengan sebagian kecil-sekitar 8,45km² berupa perairan laut. Wilayahnya membentang di dua kabupaten, yaitu Jember dan Banyuwangi.

Taman Nasional Meru Betiri sebagai kawasan konservasi, memiliki ekosistem asli yang dikelola dengan sistem zonasi, yaitu tipe ekosistem hutan pantai, hutan payau, hutan hujan dataran rendah, hutan rawa dan ekosistem Rheofit yang mendukung pengembangan riset, pendidikan, serta kegiatan penunjang budidaya dan pariwisata.

Data yang sudah kami temukan dalam ekspedisi ini yaitu kami masih melihat ekosistem yang berada di dalam Taman Nasional Meru Betiri cukup terjaga. Berbagai spesies endemik dan dilindungi seperti burung dan satwa ditemukan, salah satunya Rangkong Badak (Buceros rhinoceros), Trenggiling (Manis javanica), Lutung (Trachypithecus auratus), Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), dan Kubung sunda (Galeopterus variegatus).

Perjalanan Menuju Gerbang Meru Betiri

Perjalanan kami dari stasiun Surabaya menuju Jember dimulai pada pagi hari. Sesampainya kami di Jember pada hari pertama tanggal 19 Juli 2025.

Perjalanan dilanjutkan menggunakan kendaraan roda empat yang berisikan enam orang.

Hari itu sangat terik dan di tengah keramaian kota, kami fokus untuk mengantarkan surat pemberitahuan kepada instansi terkait terlebih dahulu agar lancar pada saat kami melaksanakan kegiatan.

Dua jam perjalanan menuju resort Bandealit masuk melalui pintu gerbang Andongrejo yang bertempat di Desa Andongrejo kecamatan Tempurejo kabupaten Jember Jawa Timur.

Suasana setelah memasuki gerbang sangat berbeda, jalan sudah tidak lagi penuh keramaian, kami disuguhkan pemandangan yang sejuk serta damai dengan suara kicauan burung yang mendominasi.

Awal dari Ekspedisi Mencari Jejak Rafflesia

Kegiatan ini mencakup pengamatan burung, pengamatan satwa, analisis vegetasi serta pencarian tempat bunga endemik Rafflesia zollingeriana tumbuh.

Menuju kawasan blok Pringtali kami berjalan menyeberangi sungai, hingga menyusuri perbukitan dengan vegetasi yang sedikit rapat. Waktu yang ditempuh untuk mencapai lokasi bunga Rafflesia tumbuh yaitu sekitar satu jam dengan jalur yang menanjak serta sedikit berbatu.

Sampainya kami di atas, kami disuguhi dengan pemandangan vegetasi yang rapat.  Kami berhasil menemukan knop bunga Rafflesia zollingeriana yang setelah kami telusuri ada sekitar tujuh belas knop yang dalam beberapa hari sudah mekar.

Mereka menempel pada batang dan akar tanaman Liana (Tetrastigma lanceolarium) yang berfungsi sebagai inangnya karena Rafflesia merupakan tanaman holoparasit. Kami juga menemukan beberapa knop Rafflesia sudah membusuk sebelum mekar.

Fakta – Fakta Unik si Cantik Rafflesia Zollingeriana

  1. Rafflesia merupakan tanaman holoparasit yang hanya menempel pada akar batang tanaman Liana (Tetrastigma lanceolarium) sebagai inangnya.
  2. Memiliki aroma yang khas untuk menarik serangga yang akan membantunya dalam penyerbukan.
  3. Hanya bisa mekar selama 5-7 hari dengan diameter 35 cm
  4. Hidup pada lereng bukit dengan ekosistem hutan hujan tropis
  5. Landak sebagai predator bagi si cantik Rafflesia. (*).

Kontributor || Humas Wanala Unair
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Eksepedisi Wanala Universitas Airlangga Menelusuri Jejak Rafflesia di Taman Nasional Meru Betiri
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us