1. News
  2. Adventure
  3. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak Kunjungi Sekolah Air Hujan Banyu Bening

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak Kunjungi Sekolah Air Hujan Banyu Bening

kepala-balai-besar-wilayah-sungai-serayu-opak-kunjungi-sekolah-air-hujan-banyu-bening
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak Kunjungi Sekolah Air Hujan Banyu Bening

WartapalaIndonesia.com, SLEMAN – Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak Yogyakarta Maryadi Utama, T. S,.M. Si bersama rombongan mengunjungi Sekolah Air Hujan Banyu Bening yang berlokasi di Tempursari, Kapanewon Ngaglik, Sleman. Pada 14 Agustus 2025.

Maryadi mengaku, ia sangat mendukung gerakan Sekolah Air Hujan Banyu Bening.  Gerakan ini sudah ia lakukan sejak menjabat di Padang, Bali Palembang, Solo, dan sampai di Yogyakarta.

Menurutnya, untuk memanfataakan air hujan, tiap keluarga cukup menyediakan galon untuk menampung air hujan yang nantinya dipakai sebagai air konsumsi.

“Kita bisa memanfaatkan galon yang tak terpakai untuk menampung air hujan. Kita tak harus membeli tandon air,” jelasnya.

Maryadi juga mengaku kagum kepada “Volunteer Rain Water” Sekolah Air Hujan Banyu Bening yang humble (rendah hati, red), serta tertarik dengan program Sekolah Air Hujan Banyu Bening yang juga meliputi Sanggar yang mengajarkan Bahasa Jawa, Tari, dan Gerakan Pungut Sampah.

Founder Sekolah Air Hujan Banyu Bening Sri Wahyuningsih yang akrab disapa Yu Ning menerangkan kepada Maryadi dan rombongan, tiap hari Sabtu ada pembelajaran tentang air hujan. Meski sifatnya non formal pembelajaran ini konsisten dilaksanakan. Hal ini yang kemudian membuat banyak orang tertarik belajar tentang pemanfaatan air hujan.

Lebih detil Yu Ning, air hujan adalah sumber dasar air yang ada di bumi. Jangan pernah menyalahkan air hujan yang turun ke bumi jika terjadi bencana banjir ataulongsor. Bencana lahir karena ulah kita sendiri sebagai manusia yang seharusnya menjadi Kholifatul fil ard (Pemimpin di bumi, red) tetapi malah merusak alam.

Air hujan adalah solusi saat ini dan ke depan. Jika air hujan dikelola dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) ISLAH (Instalasi Sistem Lumbung Air Hujan) akan menjadikan air bermanfaat yang murni dan menyehatkan.

“Jangan salah menyebut air bening menjadi air putih, kalau putih itu susu, santan tajin (bilasan beras), yang benar air bening bukan air putih”, .

Menanggapi kunjungan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak Yogyakarta, seorang Volunteer Rain Water, Cak Jie Soerabaja yang sering berada di Sekolah Air Hujan Banyu Bening membari apresiasi positif. Menurutnya pertemuan silaturahmi ini menjadi penambah semangat kita semua untuk bersinergi mewujudkan Ketahanan pangan.

“Karena jika tidak ada aiir gimana pangan itu tercipta. Air adalah sumber Kehidupan di bumi. Air hujan adlah sumbernya sumber air tanah yang selama ini kita ambil tanpa pernah mengembalikan,” pungkas Cak Jie Soerabaja. (AS).

Kontributor || AJ. Purwanto
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak Kunjungi Sekolah Air Hujan Banyu Bening
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us