Efendi Aziz sempat mengamati permainan Makau U-23 saat digelontor Korsel U-23 dengan skor 0-5. Menurutnya Makau U-23 juga punya pertahanan bagus.
“Lini belakang Makau U-23 cukup rapat, tapi masih kurang rapi. Kalau mereka kalah besar, karena pemain Korsel U-23 kreatif dan variatif saat menyerang. Nah, Timnas Indonesia U-23 harus juga kreatif dan banyak variasi penyerangan,” jelasnya.
Pelatih yang kini berdomisili di Gondanglegi, Kabupaten Malang, ini juga khawatir pemain Timnas Indonesia U-23 akan dibuat frustrasi oleh Makau U-23.
“Kelemahan pemain kita kemarin kurang sabar. Saya amati ketika upaya cetak gol selalu gagal, mereka tampak frustasi. Sehingga permainan kacau dan cenderung kembali ke setelan pabrik. Ini jangan terjadi lawan Makau U-23,” ucapnya.