1. News
  2. Berita
  3. Biji Merah Misterius yang Berserakan di Hutan Asalnya dari Pohon Ini

Biji Merah Misterius yang Berserakan di Hutan Asalnya dari Pohon Ini

biji-merah-misterius-yang-berserakan-di-hutan-asalnya-dari-pohon-ini
Biji Merah Misterius yang Berserakan di Hutan Asalnya dari Pohon Ini

Biji Merah Misterius yang Berserakan di Hutan Asalnya dari Pohon Ini


Pernahkah kalian melihat biji-bijian merah berserakan saat berjalan di tengah hutan? Itulah biji saga, buah dari pohon Adenanthera pavonina. Pohon saga, atau yang di beberapa daerah dikenal sebagai kenderi atau biji merak.

Secara ilmiah, pohon saga diklasifikasikan ke dalam kingdom Plantae, divisi Magnoliophyta, kelas Magnoliopsida, ordo Fabales, dan famili Fabaceae (legum). Famili ini menunjukkan kekerabatannya dengan kacang-kacangan. Nama spesiesnya, pavonina, berasal dari bahasa Latin yang berarti “seperti merak”, merujuk pada keindahan bijinya yang berwarna merah terang.

Pohon saga adalah pohon yang dapat tumbuh hingga setinggi 20 meter dengan kanopi yang melebar, memberikan naungan yang baik. Daunnya majemuk ganda dua (bipinnate), dengan anak daun kecil-kecil yang tersusun rapi, menyerupai daun petai cina atau trembesi, tetapi lebih kecil. 

Bunganya kecil, berwarna kuning pucat hingga keputihan, dan tumbuh dalam malai yang memancar. Bunga-bunga ini harum dan sangat disukai oleh lebah, menjadikannya sumber nektar yang penting. 

Buahnya adalah polong panjang yang pipih dan melingkar seperti spiral saat matang. Saat polong ini pecah, ia akan melepaskan biji-biji keras berwarna merah tua yang sangat mengilap.

Biji Merah Saga Digunakan Sebagai Alat Timbang

Biji saga yang berwarna merah dan sangat keras adalah bagian paling ikonik dari pohon ini. Warna merah terang ini bukan tanpa alasan. Dalam ekologi, warna mencolok pada biji seringkali merupakan strategi penyerbukan yang cerdik. 

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Tropical Ecology menjelaskan bahwa warna merah pada biji saga diduga kuat berfungsi sebagai penarik perhatian burung dan mamalia kecil.

Hewan-hewan ini, yang tertarik pada warna cerah, akan memakan biji saga atau membawanya pergi untuk disimpan. Karena bijinya sangat keras dan tidak tercerna, biji tersebut akan dikeluarkan bersama kotoran hewan di lokasi yang jauh dari pohon induknya. Dengan cara ini, pohon saga memastikan penyebaran keturunannya ke area yang lebih luas, sebuah strategi yang dikenal sebagai zookori.

Selain perannya dalam ekosistem, biji saga memiliki sejarah panjang dalam sistem perdagangan. Karena ukuran dan beratnya yang nyaris sempurna dan seragam, biji saga pernah digunakan sebagai pemberat atau alat timbang untuk emas dan permata. 

Dalam sistem berat tradisional, satu biji saga kering setara dengan satu carat atau karat (sekitar 0,2 gram), sebuah warisan yang tertuang dalam nama lokalnya di beberapa tempat, seperti “Biji Karat”.

Apakah Biji Saga Bisa Dimakan?

Pertanyaan ini sering muncul mengingat penampilannya yang menarik. Jawabannya adalah iya, tetapi harus dengan pengolahan yang tepat. Biji saga mentah mengandung saponin, senyawa yang bisa beracun jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Suku-suku asli di berbagai wilayah, termasuk di Indonesia, telah lama mengetahui cara mengolahnya. 

Biji saga direbus atau dipanggang untuk menetralkan senyawa beracun tersebut. Setelah dimasak, bijinya menjadi aman dikonsumsi dan dijadikan sebagai sumber karbohidrat tambahan. Daun mudanya juga dapat dimakan sebagai lalapan.

Punya Daya Adaptasi Tinggi

Pohon saga memiliki daya adaptasi yang tinggi. Ia tumbuh subur di daerah dengan iklim tropis seperti Indonesia, mulai dari dataran rendah hingga ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan laut. Pohon ini sering ditemukan di hutan sekunder, tepi-tepi jalan, area bekas tebangan, dan lahan terbuka. 

Saga adalah spesies pionir. Ia termasuk salah satu tumbuhan pertama yang muncul dan tumbuh di lahan-lahan yang terganggu, membantu memulihkan ekosistem dan menyuburkan tanah. Kemampuannya untuk berasosiasi dengan bakteri pengikat nitrogen di akarnya (seperti kebanyakan famili Fabaceae) membuatnya mampu hidup di tanah yang kurang subur sekaligus memperbaikinya.

Sederet Manfaat Pohon Saga

Pohon saga menawarkan segudang manfaat yang sering terabaikan. Sebagai pohon pionir dan pengikat nitrogen, saga memegang peran krusial dalam restorasi lahan kritis dan suksesi hutan. Kanopinya yang rindang juga membantu mengontrol erosi tanah.

Kayu saga termasuk ke dalam kelas kayu yang kuat dan tahan lama (kelas kuat II). Warna kayunya yang merah kecoklatan membuatnya cocok digunakan untuk bahan konstruksi ringan, furnitur, dan kerajinan ukir.

Hampir semua bagian pohon saga dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Menurut berbagai catatan etnobotani, rebusan kulit kayu dan daunnya digunakan untuk mengobati sakit kepala, rematik, dan sebagai tonik. Biji yang dihaluskan sering dipakai untuk mengobati bisul.

Seperti telah dijelaskan, biji dan daun mudanya yang telah diolah dapat dikonsumsi. Daun saga juga merupakan pakan yang bergizi untuk ternak.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Biji Merah Misterius yang Berserakan di Hutan Asalnya dari Pohon Ini
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us