1. News
  2. Kombitainment
  3. Where Do We Go? Jadi Penanda Eksplorasi Baru HE3x

Where Do We Go? Jadi Penanda Eksplorasi Baru HE3x

where-do-we-go?-jadi-penanda-eksplorasi-baru-he3x
Where Do We Go? Jadi Penanda Eksplorasi Baru HE3x

Band alternatif asal Tangerang Selatan, HE3x resmi merilis single terbaru “Where Do We Go?” dalam format videoklip hari Kamis (16/10). Alexandra ‘Lexa’ pada vokal/synth, Harry ‘Rievan’ Rivani (vokal, gitar), Aryandra ‘Kay’ Kareem (gitar), Fathara ‘Fatz’ Rizqi (bas), dan Bimo Hadi (drum, perkusi) menandai eksplorasi baru mereka yang lebih spontan, emosional, dan terbuka secara sonik di materi baru ini.

Menurut Rievan, penggarapan lagu berawal dari momen santai di studio. Saat itu suasana berkarya terjadi spontan, di mana Kay yang bertanggung jawab atas akor-akor dasar dan langsung disambut Lexa dengan nada hook, “Where do we go from here“.

“Menariknya, semua prosesnya ngalir walaupun cukup panjang sampai tahap rekam, dan kami juga cuek aja. Gak harus seragam sama rilisan sebelumnya,” kata Rievan saat dihubungi Pophariini (28/10).

Proses penulisan lagu ini ternyata bermula dari sebuah voice note lawas milik Lexa. Sang vokalis mengenang bahwa tercatat voice note yang direkam tanggal 23 Juli 2018 itu berisi reff lagu “Where Do We Go?” yang setengah jadi.

“Pas kami dengerin bareng, langsung lanjut garap. Siapa sangka akhirnya bisa jadi lagu HE3x di 2024, direkam tahun ini, dan bahkan di-mixing & mastering sama Pak Arief Rinaldi, yang bikin versi Dolby Atmos-nya juga. Sungguh sesuatu sih,” ujar Lexa.

Dalam proses kreatifnya, para personel juga banyak bereksperimen dengan referensi musik yang beragam. “Pas lagi ngulik beat-nya, gue lagi dengerin (genre) new romantics-an. Terus tiba-tiba nyatu banget sama nada lagu ini. Jadi seru banget pas ngulik sound dan beat-nya,” cerita Bimo.

Untuk urusan panggung, HE3x menyebut sejumlah acara kolektif di Jakarta dan sekitarnya sebagai wadah penting bagi band-band baru. “Selalu suka sama gigs buatan PCS (Paguyuban Crowd Surf, red). Sound-nya proper, event-nya lancar. Tapi kalau ditanya pengin main di mana, ya penginnya gas aja main di mana pun,” tutur Rievan.

Kay menambahkan, “Kalau di Tangerang, Elang Terbang Kolektif juga seru banget, banyak band baru dari luar kota yang main di situ.”

Soal harapan terhadap pergerakan musik di kotanya, para personel punya pandangan yang senada, ekosistem musik perlu lebih solid dan saling mendukung dalam artian industrinya makin berkembang, bukan hanya band dan kolektifnya.

“Harus makin sustain biar semuanya bisa hidup dari musik,” ungkap Rievan.

Sementara yang lain menimpali dengan nada ringan. “Harapannya agar semua dilancarkan urusannya di urusannya masing-masing agar semuanya bisa dilancarkan,” kata Fatz, disusul Bimo dan Lexa yang kompak menjawab, “Amin!”.

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Where Do We Go? Jadi Penanda Eksplorasi Baru HE3x
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us