Jakarta (ANTARA) – Turnamen DAIHATSU Indonesia Masters 2026 siap berlangsung di Istora, Komplek Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta pada 20-25 Januari 2026.
Turnamen yang merupakan BWF Super 500 ini akan menyuguhkan persaingan sengit para pebulu tangkis papan atas dunia.
Di edisi yang akan datang terdapat total hadiah sebesar USD 500.000 atau sekitar Rp8,3 miliar.
“Tadi sudah dijadwalkan untuk di level Super 500, para pemain tadi ada (Anthony) Ginting dan semua pemain turun di sana, sehingga kami harapkan betul Indonesia Masters sebagai tuan rumah, main di Istora, betul-betul tim yang memang terbaik dan secara kesiapannya juga dengan yang baik,” kata Sekretaris Jenderal Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Ricky Soebagja dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
Ricky mengatakan bahwa nantinya para pebulu tangkis yang turun di turnamen ini merupakan para pemain yang telah siap ditinjau dari analisa tim kepelatihan yang didasarkan pada performa para atlet dalam beberapa turnamen terakhir.
Marketing Director and Corporate Communication Director PT. Astra DAIHATSU Motor Sri Agung Handayani terkesan dengan perjalanan kerja sama antara DAIHATSU bersama dengan PBSI yang kini telah mencapai tahun kesembilan di Indonesia Masters.
“Kami berharap turnamen DAIHATSU Indonesia Masters 2026 akan berlangsung sukses, melahirkan pertandingan berkualitas tinggi, serta memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh penggemar,” kata Sri Agung Handayani.
Di penyelenggaraan tahun depan, Indonesia Masters 2026 akan menjual tiket yang lebih merata untuk setiap segmen dengan harga tiket reguler mulai dari kisaran Rp50.000 hingga Rp300.000. Sementara untuk kelas VIP di kisaran harga Rp125.000 hingga Rp650.000.
Baca juga: BWF perbarui sejumlah regulasi bulu tangkis dunia
Baca juga: Lima wakil Indonesia berstatus underdog di BWF World Tour Finals 2025
Baca juga: Jojo dan Alwi stagnan, Yohanes naik lima peringkat dunia tunggal putra
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.