1. News
  2. Kombitainment
  3. Harumi Prijono: Abdikan Diri Untuk Bimbing Anak Sejak Dini

Harumi Prijono: Abdikan Diri Untuk Bimbing Anak Sejak Dini

harumi-prijono:-abdikan-diri-untuk-bimbing-anak-sejak-dini
Harumi Prijono: Abdikan Diri Untuk Bimbing Anak Sejak Dini

Ia menjadi salah satu orang yang menyambut anak-anak murid setiap pagi. Jarang sekali melihatnya berada di ruangan yang sudah disediakan, justru kerap melihat ia berkeliling di area sekolah secara berkala. Lebih dari 20 tahun, membimbing anak-anak Indonesia sejak dini, Harumi Aishah Prijono sudah melewati lika-liku menjadi seorang tenaga pengajar anak-anak usia dini.

Duduk bersama Her World, Harumi berbagi cerita perjalanannya membimbing, mendampingi, dan menyaksikan perkembangan anak-anak di usia emas mereka sebagai Kepala Sekolah di Trehaus School Jakarta.

(Harumi Aishah Prijono, Kepala Sekolah Trehaus School Jakarta.)

Impian Sejak Kecil

Harumi tumbuh di keluarga yang dekat dengan dunia pendidikan. Dari sang kakek yang mengajar di sekolah hingga sang ayah yang menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi, Harumi sudah memupuk impiannya sebagai seorang guru dari kecil. Namun, menariknya, ia memilih untuk emban peran menjadi pengajar anak usia dini atau taman kanak-kanak (TK).

“Profesi sebagai guru TK itu terlihat sederhana, tetapi sebenarnya kompleks sekali. Tidak hanya tentang akademik, tetapi juga memastikan perkembangan anak secara utuh.” ungkap Harumi ketika berbincang dengan kami terkait alasannya ingin menjadi guru anak usia dini.

Berada di kehidupan anak-anak yang memasuki usia-usia emas (golden age), Harumi menyadari tanggung jawab seorang guru dalam memastikan perkembangan anak secara utuh. Tak hanya akademik, tetapi juga pengembangan karakter, para tenaga pendidik memiliki peran untuk membangun fondasi awal anak-anak murid mereka.

Untuk membekali perjalanan karier dengan profesi pilihannya, Harumi menempuh studi di dua perguruan tinggi berbeda. Saat pagi menjelang, ia menjadi mahasiswa Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan sorenya ditutup dengan jurusan Psikologi yang ia tekuni di Universitas Persada Indonesia. Sekilas hari-harinya terlihat padat, menjalani dua jurusan dalam waktu bersamaan, tetapi ini menjadi pola Harumi untuk penuhi kebutuhannya menjalani profesi sebagai pengajar. Ia pun kemudian mengemban studi pascasarjananya jurusan Master of Education (Preschool Education) di Universitas Kebangsaan Malaysia untuk memastikan pembekalan dirinya utuh sebagai seorang pengajar. 

(Harumi sudah 20 tahun berkarya mendampingi anak-anak usia dini.)

Bersama Belajar, Bersama Tumbuh

Sudah 20 tahun, Harumi menjadi bagian dari perkembangan anak-anak untuk menjadi pribadi yang utuh. Sebuah perkenalan bagi seorang anak terhadap pendidikan formal, Harumi menyadari penuh perannya dalam fase usia emas anak-anak yang menyerap banyak informasi lebih cepat. Di abad ke-21 ini, generasi anak-anak yang semakin berkembang seiring dengan zaman berganti, Harumi tak memungkiri banyaknya adaptasi yang harus dilalui.

“Mungkin dulu guru adalah sumber utama anak, harus mengetahui segalanya, tetapi sekarang sudah berganti peran sebagai fasilitator. Tidak hanya akademis, tetapi juga memastikan perkembangan sosial emosional terpenuhi,” jelas Harumi ketika menceritakan perbedaan yang terasa dalam mendampingi anak-anak usia dini di zaman sekarang.

Dengan pola belajar berbasis proyek, peran guru yang semakin banyak memancing keingintahuan sang anak dan memberi ruang gerak lebih luas bagi anak untuk mengeksplorasi, baik Harumi, para pengajar di Trehaus School Jakarta, dan orang tua murid pun secara konsisten menjalin kerjasama yang baik.

Harumi juga menceritakan sistem pembelajaran baru di Indonesia – Little Lab – yang diterapkan di Trehaus, membantu proses belajar dan perkembangan murid maupun guru.

Di dalam Little Lab, ada berbagai proyek yang dapat dilakukan anak-anak murid. Mulai dari aktivitas yang dilakukan, material yang dibutuhkan, hingga proses penilaian yang perlu dijalankan, Little Lab hadir untuk membantu kurangi beban administrasi sekaligus menunjang proses pembelajaran.

Selain itu, sistem pembelajaran ini juga terdapat program peningkatan kompetensi guru yang bernama Teacher Training Academy sehingga memastikan guru juga selalu punya ruang untuk berkembang. Dengan pengalaman dan perannya sebagai pendidik, Harumi pun percaya akan pentingnya setiap guru (termasuk dirinya) untuk mau terus belajar.

“Kalau kami ingin anak suka belajar, maka gurunya juga perlu menyukai proses belajar,” ungkap Harumi.

(Harumi merintis komunitas ber.te.man untuk berbagi praktik baik sesama pengajar.)

Profesi Yang Tidak Berjalan Sendiri

Keseharian dihabiskan dengan mendampingi anak-anak dalam berbagai situasi, tak sedikit pengajar yang tak merasa hari-hari mereka berlalu dengan sepi. Namun, pandemi COVID-19 mengubah hidup banyak orang, termasuk para pengajar. Semua guru perlahan beradaptasi, mencari pola ajar terbaik dalam situasi tersebut, di tengah tuntutan orang tua akan nasib pendidikan buah hati mereka.

“Kesepian [sebagai pengajar] terasa selama pandemi karena mungkin di rumah, hanya [mengajar] di depan layar, dan merasa tidak memiliki teman,” ungkap Harumi tentang pengalamannya selama beradaptasi di masa pandemi.

Dalam menemukan pola ajar yang tepat di masa tersebut, Harumi pun mengikuti berbagai seminar daring, tetapi tak banyak yang fokus pada pola ajar anak-anak usia dini. Berbekal pengalaman selama 20 tahun dan relasi yang terbangun, Harumi pun tergerak membangun sebuah komunitas pengajar anak-anak usia dini untuk saling berbagai praktik baik menghadapi perubahan tersebut.

(Baca Juga: Veronica Utami: Empower with Mission, Lead with Empathy)

Lahirlah ber.te.man, inisiatif Harumi dan beberapa rekannya untuk menghadirkan akses informasi mengenai pola ajar anak usia dini kepada pengajar di luar kota-kota besar. Dengan mengandalkan relasi dan rekan-rekan yang sukarela berbagi ilmu dan pengalaman kepada sesama pengajar usia dini.

Semangat ini kemudian juga ia terapkan dalam mengepalai Trehaus School Jakarta. Melalui perannya sebagai kepala sekolah, Harumi memastikan guru-guru dalam keadaan baik agar dampaknya terasa kepada anak-anak murid maupun komunitas masing-masing.

Take care of your teachers and they will take care of their surroundings,” ujar Harumi yang menutup obrolan hangat bersama Her World Indonesia.

FOTO HADI CAHYONO

DIGITAL IMAGING RAGHAMANYU HERLAMBANG

PENGARAH GAYA GIRAH ABABYL M.K

BUSANA AMANDA HARTANTO, LOOKBOUTIQUESTORE

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Harumi Prijono: Abdikan Diri Untuk Bimbing Anak Sejak Dini
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us