Sebuah ungkapan, “Kami bisa seperti ini karena fans kami” atau semacamnya dari para musisi tentu sering kita dengar, baik dalam sesi wawancara atau saat mereka manggung. Kalimat ini bisa terucap pastinya berdasarkan pengalaman yang dirasakan untuk berterima kasih kepada para fanbase yang memegang peranan penting dalam karier mereka seperti menghadiri pertunjukan, membeli merchandise, sampai bantu menyebarluaskan karya-karya sang idola.
Membawa pandangan tersebut, Pophariini menghubungi fanbase-fanbase musisi lokal yang menurut kami cukup aktif, untuk mengajukan pertanyaan kepada perwakilan masing-masing yaitu inisiator dan admin media sosial. Tak hanya sekadar mendukung musisi idola dengan mendengarkan karya, beberapa di antaranya bahkan cukup terorganisir sampai bisa terlibat dalam aktivasi yang dibuat idola mereka. Siapa saja fanbase yang memenuhi kriteria tersebut? Baca selengkapnya di bawah ini.
Team Hindia (Hindia)
261K followers
![]()
Dok. Achmad Ardrianto
Penjawab: Inne Noviany (Inisiator Team Hindia)
Inne merupakan inisiator klub penggemar Team Hindia yang terbentuk pada 4 November 2019 dan berpusat di Jakarta. Saat ini Team Hindia sudah mencapai jumlah ratusan anggota di setiap kota, dengan lima kota terbanyak terdir dari Jakarta, Bogor, Surabaya, Bandung, dan Makassar. Meski belum pernah melakukan survei resmi soal latar belakang profesi, Inne bilang kebanyakan anggotanya berasal dari pekerja kantoran.
Bagaimana lo melihat perkembangan musik Indonesia saat ini yang barometer kesuksesannya dilihat dari jumlah streaming?
Inne: Menurut gue sah-sah aja. Memang perkembangan musik Indonesia sekarang pesat banget, apalagi anak-anak zaman sekarang itu chronically online, jadi cepat banget tau lagu apa yang lagi rame. Banyak lagu baru yang awalnya viral di TikTok, terus langsung booming dan jumlah streaming-nya naik drastis, termasuk juga lagu-lagunya Hindia.
Lalu, sebagai inisiator fanbase bagaimana lo melihat perkembangan karier sang idola?
Inne: Perkembangan kariernya menurut gue sangat amat pesat, apalagi kalau dibandingin sama periode 2019–2022. Faktor pendukungnya banyak, lagunya easy listening, sosok vokalisnya menarik dan masih muda, pesonanya nyebar di internet, jadi mudah disukai sama anak-anak sekarang yang banyak menghabiskan waktu di internet. Ditambah lagi, akses informasi soal idolanya juga gampang banget, salah satunya lewat komunitas fanbase ini.
Terakhir, harapan lo terhadap sang idola di tahun 2026 ini?
Inne: Harapan gue di 2026, Hindia bisa bikin konser intimate khusus lagu-lagu yang jarang dibawain di konser umum, semacam Side B kayak konsep Sheila On 7 di Pestapora 2025. Selain itu, gue juga berharap beliau bisa lebih sering berkegiatan bareng kami-kami di komunitas, supaya bonding antara fans dan idola semakin kuat.
Bersenadya (Bernadya)
31.3k followers
![]()
Penjawab: Ariana ‘Ara’ Nurzahra (Inisiator Bersenadya)
Sebagai salah satu inisiator fanbase Bernadya, Ara mengenang Bersenadya terbentuk saat sang solois bertandang ke Bandung untuk showcase BERtamu, era di mana lagu “Masa Sepi” baru rilis. Tepat tanggal 19 Mei 2023, grup Bersenadya pun dibentuk. Anggotanya saat ini sudah mencapai lebih dari 200 orang, di mana kebanyakan mereka berasal dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta. Latar belakang anggotanya pun beragam mulai dari pekerja kantoran hingga mahasiswa.
Bagaimana lo melihat perkembangan musik Indonesia saat ini yang barometer kesuksesannya dilihat dari jumlah streaming?
Ara: Menurutku, musik Indonesia sekarang sangat terbantu dengan era digital. Streaming dan media sosial jadi pintu utama buat musisi terutama yang baru mulai untuk bisa dikenal lebih luas. Jumlah streaming akhirnya sering dipakai sebagai tolok ukur karena memang kelihatan langsung dampaknya.
Kalau dilihat dari perjalanan Bernadya, streaming punya peran besar di awal kariernya. Lagu-lagunya bisa cepat menyebar lewat media sosial, diputar banyak orang, dan dari situ makin banyak pendengar yang kenal dan terhubung dengan karyanya.
Tapi menurutku, streaming bukan tujuan akhir. Angka memang penting buat membuka peluang, tapi yang bikin karier bertahan tetap konsisten dengan karya dan kedekatan emosional dengan pendengar. Dan itu yang menurutku terlihat jelas dari perjalanan Bernadya sejauh ini.
Lalu, sebagai inisiator fanbase bagaimana lo melihat perkembangan karier sang idola?
Ara: Gak expect ya sejujurnya kalau bakalan cepat banget berkembangnya dari lagu “Apa Mungkin”, “Masa Sepi”, EP Terlintas, dan album Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan. Bangga pastinya sampai titik ini, terus semakin banyak panggung dan acara-acara intimate yang dibuat sama Bernadya dan tim JUNI (Records) buat kami, Bersenadya makin solid dan juga makin banyak di berbagai kota dan luar negeri.
Terakhir, harapan lo terhadap sang idola di tahun 2026 ini?
Ara: Yang pasti konser tunggal, rilis lagu, bahkan album lagi, dan collab bareng musisi lain.
Merunggu (Perunggu)
30.6k followers
FOTO
Penjawab: Shafnizal ‘Ijal’ Fikri (Inisiator Merunggu)
Fanbase yang terbentuk tahun 2023 dan diinisiasi oleh Ijal ini sudah memiliki 42k pengikut di Instagram dan 5.000 anggota di grup WhatsApp. Untuk latar belakang member Merunggu datang dari berbagai kalangan seperti pekerja industri kreatif, pegawai bank, IT, data analyst, karyawan FnB, PNS, sampai aparat.
Bagaimana lo melihat perkembangan musik Indonesia saat ini yang barometer kesuksesannya dilihat dari jumlah streaming?
Ijal: Tergantung tolok ukur kesuksesan karena apa kali ya. Kalau karena popularitas, sudah pasti angka streaming jadi barometer penting. Musisi Indonesia yang sukses konsisten puluhan tahun berkarya tapi angka streaming-nya terbilang kecil juga kan banyak. Tergantung sudut pandang masing-masing.
Tapi di era yang semuanya serba digital, gue bersyukur karena gampang banget akses ke band baru, karena rekomendasi bisa datang dari mana aja, termasuk FYP (For Your Page) media sosial atau tiba-tiba nongol di ads META.
Lalu, sebagai inisiator fanbase bagaimana lo melihat perkembangan karier sang idola?
Ijal: Jujur secara karier pesat banget, tahun 2023 gue nonton Perunggu masih bisa tuh cuma puluhan penonton. Sekarang? Minimal ratusan sampai ribuan sih. Dulu panggungan cuma ada weekend aja, sekarang weekday-weekend dilibas semua tanpa ampun.
Live perform juga lebih enak dan rapi, vokal Pak Maul jauh lebih ciamik dibanding pertama kali gue denger live-nya tahun 2022.
Terakhir, harapan lo terhadap sang idola di tahun 2026 ini?
Ijal: Kalau tur kan emang lagi jalan, album juga belum lama rilis. Gue sangat berharap di tahun 2026 ini Perunggu mulai memaksimalkan visual panggung sih, karena ngerasa monoton aja visualnya dari tahun ke tahun. Ditunggu visual yang memanjakan mata penonton.
Peserta Lomba Sihir (Lomba Sihir)
24.1k followers
![]()
Penjawab: Valdha Regytha (Inisiator Peserta Lomba Sihir)
Peserta Lomba Sihir resmi berdiri tanggal 28 Juli 2022 setelah showcase Pentas Sihir di Bengkel Space atas inisiasi Valdha Regytha dan Kyara ‘Kay’ Ananta. Saat ditanya jumlah member Peserta Lomba Sihir, Valdha menjelaskan followers Instagram PLS sudah mencapai sekitar 24.1k, dengan total anggota WhatsApp sekitar 3.000 orang. Latar belakangnya pun cukup beragam mulai dari ibu rumah tangga, siswa dan mahasiswa, serta pekerja kantoran.
Bagaimana lo melihat perkembangan musik Indonesia saat ini yang barometer kesuksesannya dilihat dari jumlah streaming?
Valdha: Sebenarnya menurut gue, jumlah streaming gak bisa-bisa banget dijadiin patokan seorang musisi itu sukses, karena ada banyak banget, bukan cuma 1-2 musisi yang cuma dikenal karena satu lagunya yang viral, dan lagu lainnya gak ada yang tau, terus gak lama namanya ilang karena gak bisa bikin lagu viral lagi, gitu aja terus. Musisi sukses bukan sekadar angka streaming gede, tapi juga harus bisa bikin karya yang bagus dan maintain angka itu biar tetep gede dengan karya-karyanya yang lain. Jadi menurut gue, streaming itu penting sebagai indikator popularitas, tapi belum tentu sepenuhnya merepresentasikan nilai atau kualitas musik itu sendiri.
Lalu, sebagai inisiator fanbase bagaimana lo melihat perkembangan karier sang idola?
Valdha: Menurut gue, perkembangan karier Lomba Sihir lumayan pesat. Dulu orang-orang tau dan mau nonton Lomba Sihir karena adanya Baskara Putra, balik lagi karena dulu Lomba Sihir tuh session (player) Hindia, tapi sekarang orang-orang bahkan kadang gak tau kalau Lomba Sihir ternyata bandnya Baskara (Putra) juga. Menurut Peserta Lomba Sihir sekarang, kalau ada Baskara ya berarti bonus aja. Makin ke sini pendengarnya juga macam-macam, dari anak kecil sampai orang-orang tua yang suka bawa anaknya ngonser, bahkan karena TikTok juga, lagu Lomba Sihir makin naik, kayak waktu itu ada tren “Ribuan Memori” dan awal tahun 2026 ini ada tren buat lagu “Tidak Ada Salju Di Sini pt. 6 (Selamat Jalan)”.
Terakhir, harapan lo terhadap sang idola di tahun 2026 ini?
Valdha: Bikin showcase album kedua Obrolan Jam 3 Pagi karena belum ada showcase-nya. Waktu itu ada special show di Synchronize 2025, tapi gak semua lagu dibawain. Jadi pengin banget dengerin sealbum (secara) live dan lebih banyak aktivasi bareng fanbase yang pasti.
Sardonic Club (Avhath)
1.012 followers
![]()
Penjawab: Triyoga Sandi (admin Sardonic Club)
Pertemuan fanbase ini awalnya terjadi di Discord, dan Ekrig (vokalis Avhath) yang membantu untuk meresmikan terbentuknya Sardonic Club di tahun 2022. Yoga menjelaskan kalau logo sigil yang dipakai untuk Sardonic Club juga hasil ciptaan Ekrig untuk klub penggemar Avhath. Sampai saat ini, Sardonic Club sudah mencapai lebih dari 140 orang di grup WhatsApp dan lebih dari 776 anggota di server Discord.
Bagaimana lo melihat perkembangan musik Indonesia saat ini yang barometer kesuksesannya dilihat dari jumlah streaming?
Yoga: Opini pribadi, barometer kayak gini ada plus-minusnya bagi gue. Plusnya, gue melihat barometer tersebut membuat musisi jadi lebih melek algoritma, konsistensi rilis, dan juga strategi di musik digital. Tapi di saat bersamaan, mutu artistik juga semakin ‘terkubur’ yang ngebuat banyak yang terjebak pada ‘quantity over quality‘. Jumlah streaming itu hanya salah satu indikator, bukan mutu secara keseluruhan.
Lalu, sebagai inisiator fanbase bagaimana lo melihat perkembangan karier sang idola?
Yoga: Tentu happy dan excited karena Avhath selalu ngasih hal-hal baru dalam karya yang mereka buat dan mereka selalu eksplor hal-hal yang kami sebagai fans maupun pendengar gak pernah menduga. Contohnya kayak Avhath yang berkolaborasi sama Remedy Waloni (produser, The Trees And The Wild) dan ngehasilin (lagu) “Return to Sender” yang durasinya hampir 10 menitan. Atau kolaborasi bareng KUNTARI dan Lafa Pratomo ngehasilin album Ephemeral Passage yang benar-benar kerasa banget blackened crust x experimental-nya. Yang terakhir aja deh pas live kemarin di Soundrenaline, gak ada yang kebayang tiba-tiba (kolaborasi) bareng sama The Legion of Mysteres (paduan suara yang diisi oleh Denisa, Charita Utami, Noni, dan Priscilla Jamail).
Terakhir, harapan lo terhadap sang idola di tahun 2026 ini?
Yoga: Harapannya, apa pun itu semoga selalu have fun seperti biasanya dalam berkarya, dan yang pasti Avhath makin banyak dikenal orang sih, terutama bagi mereka yang ingin warna baru di playlist musik maupun merchandise mereka.
Balada Dongkap (Dongker)
1.196 followers
![]()
Penjawab: Adam Affrian (Inisiator Balada Dongkap)
Tak hanya sebagai klub penggemar, Balada Dongkap juga diyakini oleh Adam sebagai wadah silaturahmi bersama teman-teman sesama penggemar Dongker. Terbentuk 19 Agustus 2023, awalnya fanbase ini bernama Balada Gehel, namun berubah jadi Balada Dongkap. Perubahan nama ini diakui Adam karena Arno, gitaris dan vokalis Dongker kerap memanggil mereka “Dongkap” setiap berkumpul. Sampai saat ini Balada Dongkap sudah mencapai 1.000 lebih anggota berdasarkan member yang ada di grup komunitas.
Bagaimana lo melihat perkembangan musik Indonesia saat ini yang barometer kesuksesannya dilihat dari jumlah streaming?
Adam: Seiring berkembangnya zaman, media sosial seperti Instagram dan TikTok sangat berperan penting terhadap berkembangnya musik itu sendiri. Menurut saya kesuksesan itu sendiri tidak dapat dilihat dari jumlah stream meski dari panggung dan relasi yang kuat bisa membantu mencapai kesuksesan itu sendiri. Begitu menurut saya.
Lalu, sebagai inisiator fanbase bagaimana lo melihat perkembangan karier sang idola?
Adam: Merasa senang melihat Dongker berada di posisi saat ini, apalagi semenjak lagu “disarankan di bandung” ramai, semua kalangan anak-anak remaja mau pun dewasa sering menggunakan lagu ini di TikTok membuat orang yang gak pernah dengar Dongker jadi dengerin, yang benci jadi suka, sangat beruntung berada di dalam (fenomena) ini, bersyukur banget.
Terakhir, harapan lo terhadap sang idola di tahun 2026 ini?
Adam: Harapannya yang baik-baik aja buat semuanya, sehat-sehat, dan gak ada lagi keanehan-keanehan, apalagi viral yang jelek-jelek. Barokah always buat semuanya, Dongker, Balada Tekad, serta Balada Dongkap di segala penjuru kota. Semoga tahun ini ada gebrakan-gebrakan baru dari Dongker, mau itu single ataupun showcase kembali.
Pelantur (The Adams)
6.672 followers
![]()
Penjawab: Indah Anggie Lestari dan Arfhan Jendri Putra (Inisiator Pelantur)
Pelantur terbentuk tahun 2019 di sebuah acara yang diadakan di Summarecon Mall Bekasi. Sampai saat ini Pelantur terbagi dalam tiga grup WhatsApp yang terdiri dari dua grup regional dan satu grup khusus dari Surabaya. Adapun empat kota terbesar anggota Pelantur adalah Jakarta, Bekasi, Surabaya, dan Makassar.
Bagaimana lo melihat perkembangan musik Indonesia saat ini yang barometer kesuksesannya dilihat dari jumlah streaming?
Anggie: Kalau melihat musik Indonesia hari ini, jelas sekali bahwa jumlah streaming di platform digital sudah jadi barometer utama kesuksesan.
Buat pendengar The Adams, band yang dikenal dengan warna musik indie rock, lirik reflektif, dan basis penggemar loyal, fenomena ini punya beberapa sisi menarik.
Dulu kesuksesan musisi diukur dari penjualan fisik (kaset, CD), jumlah penonton konser, atau seberapa sering lagu diputar di radio. Sekarang angka streaming jadi tolok ukur utama karena langsung terlihat secara kuantitatif dan bisa dibandingkan lintas genre. Seperti lagu “Timur” yang sudah didengar di Spotify sebanyak 55.125.424 dan disusul lagu “Hanya Kau” sudah didenger di sebanyak 31.277.817.
Dampak positif DSP adalah akses lebih luas. Musisi indie seperti The Adams bisa menjangkau pendengar baru tanpa harus bergantung pada label besar. Data transparan juga jadi salah satu keuntungan era streaming. Jumlah streaming memberi gambaran jelas tentang siapa pendengar mereka, dari kota mana, usia berapa, bahkan jam favorit mendengarkan. Ekosistem juga jadi lebih sehat, karena lagu lama bisa tetap relevan. Misalnya, album The Adams yang rilis belasan tahun lalu masih bisa “hidup” di playlist generasi baru.
Era streaming juga punya tantangan, yaitu lagu harus bersaing dengan ribuan rilisan baru setiap hari. Hal ini juga berpengaruh pada durasi dan format lagu karena tren global mendorong lagu lebih pendek agar mudah masuk playlist populer, padahal The Adams sering bermain dengan struktur lagu yang lebih organik. Lalu, meski angka streaming tinggi, pendapatan per stream relatif kecil dibanding penjualan fisik dulu.
The Adams punya basis penggemar setia yang menjaga relevansi mereka. Streaming membantu memperluas jangkauan ke generasi baru yang mungkin belum pernah nonton mereka live. Musik mereka yang penuh nostalgia dan nuansa “band kampus” justru cocok dengan tren revival indie rock global. Streaming membuka peluang kolaborasi lintas genre, misalnya masuk ke playlist Indonesian Indie Essentials atau Rock Lokal.
Perkembangan musik Indonesia saat ini memang sangat dipengaruhi oleh angka streaming, tapi buat band seperti The Adams, kesuksesan tidak hanya soal angka. Ada nilai artistik, loyalitas pendengar, dan dampak budaya yang tetap jadi fondasi. Streaming hanyalah jendela baru untuk memperluas resonansi karya mereka.
Lalu, sebagai inisiator fanbase bagaimana lo melihat perkembangan karier sang idola?
Arfhan: Sebagai inisiator fanbase, perkembangan karier The Adams bisa dilihat sebagai perjalanan panjang yang penuh integritas. Mereka bukan band yang mengejar tren sesaat, tapi band yang membangun hubungan jangka panjang dengan pendengarnya. Karier mereka adalah bukti bahwa musik yang jujur dan konsisten akan selalu menemukan tempatnya, baik di panggung kecil maupun di platform digital.
Terakhir, harapan lo terhadap sang idola di tahun 2026 ini?
Anggie: Kalau untuk kami semua, harapan untuk The Adams kalau bisa (menjalankan) tur yang tertunda di tahun lalu. Seharusnya tur di beberapa provinsi Indonesia tapi ketunda dan akhirnya tur di Jepang dan Bekasi. Dan kalau bisa keluarin album atau single.
Lemonista (Skandal)
![]()
1.416 followers
Penjawab: Rafif Masyhur (Inisiator Lemonista)
Rafif yang sudah menggemari Skandal sejak lama tergerak untuk menginisiasi Lemonista dengan sebuah pemikiran, “Band sekeren dan seasik ini kok gak ada fanbase-nya ya?”. Dari situ ia dan beberapa teman akhirnya membentuk Lemonista dengan mengambil inspirasi dari nama klub penggemar sepakbola yang suka menambahkan kata “-ista’ di belakang nama klub kesayangan. Lemonista akhirnya terbentuk di tahun 2025, di mana para anggotanya perdana meyaksikan Skandal bersama-sama di Localfest 2025 lalu.
Bagaimana lo melihat perkembangan musik Indonesia saat ini yang barometer kesuksesannya dilihat dari jumlah streaming?
Rafif: Hmm.. emang betul sih, makin banyak yang dengerin lagunya ya makin sukses musisinya. Tapi menurut gue pribadi, musik gak cuma soal angka. Kadang yang angka jumlah streaming-nya masih ribuan atau ratusan ribu juga ada yang menghasilkan musik yang oke. Skandal adalah salah satunya menurut gue. Musik Indonesia udah sangat berkembang banget, dan banyak juga yang musiknya oke tapi jumlah streaming-nya cenderung kecil dibanding musisi populer lainnya atau yang emang udah established sejak lama.
Lalu, sebagai inisiator fanbase bagaimana lo melihat perkembangan karier sang idola?
Rafif: Gue pribadi senang banget sih sama perkembangan Skandal sejauh ini. Di 2025 kemarin, Skandal main di banyak festival di Jakarta. Bahkan sempet tur ke Malaysia juga Agustus lalu di Tapaufest. Gue pribadi juga bersyukur dengan adanya Lemonista jadi makin banyak penonton Skandal. This band deserve more love, support, and appreciation!
Terakhir, harapan lo terhadap sang idola di tahun 2026 ini?
Rafif: Harapan gue selayaknya fans pada umumnya, di 2026 ini semoga makin banyak penyelenggara event yang mau ngundang Skandal ke acara mereka, baik itu gigs kecil maupun festival. Mungkin gak sekarang ya, tapi harapan gue ke depannya Skandal bisa main di festival top dunia kayak Glastonbury, Fuji Rock, Coachella, dan lain-lain. Oh iya, semoga di 2026 ini Skandal bisa ngerilis single/EP/album baru dan rilisan merch-nya juga semoga laku keras. Amin. Dan yang paling penting semoga para bapack-bapack itu beserta pakmen (manajer) dan crew juga sehat walafiat dan bahagia terus, Amin. I love SKANDAL.
Kelelawar (.Feast)
7.097 followers
![]()
Penjawab: Yudi Dwi Fadillah dan Andika Julio (Inisiator Kelelawar)
Yudi dan Julio adalah dua orang di antara banyaknya inisiator Kelelawar. Pertemuan para anggota Kelelawar dikenang Julio berawal dari obrolan di media sosial. Koneksi ini berlanjut ke ide untuk membuat klub penggemar yang mereka sampaikan kepada para personel .Feast dan disambut baik. Julio bahkan menyampaikan kalau logo Kelelawar yang dipakai sampai sekarang itu adalah hasil ciptaan para personel .Feast. Kami pun lanjut berbincang dengan Yudi untuk tau lebih dalam soal .Feast dari kacamata Kelelawar.
Bagaimana lo melihat perkembangan musik Indonesia saat ini yang barometer kesuksesannya dilihat dari jumlah streaming?
Yudi: Yang pastinya kami bisa berbangga ya karena musisi lokal makin banyak diminati oleh pendengar dan pastinya hal ini menunjukkan kedekatan lagu pendengar di berbagai wilayah, termasuk di luar kota besar.
Lalu, sebagai inisiator fanbase bagaimana lo melihat perkembangan karier sang idola?
Yudi: Satu kata yang mungkin dapat mewakili perasaan kami terhadap .Feast adalah bangga. Karena dari banyak hal yang mungkin dapat menghentikan mereka, sampai dengan saat ini mereka selalu berusaha memberikan banyak kejutan dan terus berproses lebih baik.
Terakhir, harapan lo terhadap sang idola di tahun 2026 ini?
Yudi: Terima kasih untuk karya dan kehangatan yang selalu diberikan. Kami berharap .Feast bisa terus berkarya, selalu diberikan kesehatan dan rasa semangat untuk terus bisa menghibur. Selamat/Sukses untuk .Feast dan semua orang di dalamnya.