1. News
  2. Kombitainment
  3. Swipe Therapy, Buku Self-Discovery Perdana Mira Sumanti

Swipe Therapy, Buku Self-Discovery Perdana Mira Sumanti

swipe-therapy,-buku-self-discovery-perdana-mira-sumanti
Swipe Therapy, Buku Self-Discovery Perdana Mira Sumanti

Pernah nonton film Eat Pray Love yang diperankan oleh Julia Roberts di tahun 2010? Jika kamu penggemar kisah self-discovery dengan bumbu komedi dan romansa, maka buku satu ini wajib kamu baca!

Swipe Therapy, buku perdana karya Mira Sumanti yang sering kali disebut sebagai Eat Pray Love versi generasi Tinder merangkum fase paling rapuh dalam hidupnya mulai dari rencana pernikahan yang batal hingga kembali menavigasi dunia dating apps. Bukan sebagai kisah pencarian pasangan, namun sebagai perjalanan memahami diri sendiri di tengah kekacauan hidup modern. 

(Baca Juga: Daftar Buku Jenny Han yang Wajib Kamu Baca)

Swipe Therapy tidak menawarkan pelarian romantis atau transformasi instan, melainkan refleksi jujur tentang kehilangan, kelelahan emosional, dan pertanyaan besar yang muncul ketika hidup tidak berjalan sesuai rencana. Kisah ini dimulai dari era ketika cinta dimulai dari swipe, validasi datang dari notifikasi, dan patah hati sering diproses sendirian di kamar. Semuanya ditulis oleh Mira Sumanti dengan satu emosi yang jarang dilakukan: jujur. Dalam Swipe Therapy sendiri, dating apps tidak diposisikan sebagai pahlawan atau musuh. Ia hadir sebagai ruang eksperimen emosional, tempat Mira mengamati ulang pola relasi, ekspektasi, luka lama, dan keyakinan yang selama ini ia bawa ke dalam hubungan.

(Buku Swipe Therapy karya Mira Sumanti. Foto: Dok. Mira Sumanti)

“Ketika semuanya runtuh, aku tidak langsung merasa sedih. Aku merasa kosong, dan itu justru yang paling menakutkan. Aku menyebutnya Swipe Therapy, tapi semakin lama, aku sadar ini bukan tentang mencari ‘The One’. Ini tentang melihat diriku sendiri, swipe demi swipe,” ungkap Mira Sumanti.

Melalui rangkaian pertemuan yang hidup dan reflektif, Swipe Therapy membawa pembaca mengikuti perjalanan Mira bersama berbagai sosok yang ia temui. Mulai dari seorang neuroscientist yang memberinya perspektif ilmiah tentang patah hati, seorang sutradara film dengan ambisi artistik yang menyembunyikan ketidakselarasan mendasar, hingga figur tak terduga yang membawanya pada pengalaman paling intens dan membebaskan dalam hidupnya.

Setiap pertemuan bukan ditulis sebagai kisah cinta, melainkan sebagai potongan pengalaman yang membentuk pemahaman baru tentang batasan, keinginan, dan diri sendiri. Mira melanjutkan, “beberapa orang adalah cermin, yang lain adalah pelajaran, sementara sebagian hanya hadir untuk menunjukkan apa yang tidak aku inginkan.”

(Buku Swipe Therapy karya Mira Sumanti. Foto: Dok. Mira Sumanti)

Layaknya film Eat Pray Love yang memiliki berbagai latar internasional, Swipe Therapy juga bergerak melintasi kota dan budaya, menangkap dinamika cinta modern di ruang-ruang urban yang akrab dengan generasi hari ini yaitu Jakarta, Bali, San Francisco, hingga kehidupan malam Tokyo. Buku ini terasa dekat dengan realitas perempuan urban, mandiri, ambisius, terbiasa berpikir rasional, namun tetap rapuh ketika menyangkut urusan hati. Alih-alih mengglorifikasi proses healing, Swipe Therapy justru merayakan ketidakteraturan. Baik itu tentang hari-hari ketika tidak menangis bukan berarti sudah baik-baik saja, hingga tentang keinginan untuk terlihat kuat padahal masih belajar bernapas dengan normal.

Lebih dari memoar dating, Swipe Therapy adalah refleksi tentang dualitas budaya, proses membangun ulang identitas, serta keberanian yang sering kali sunyi ketika seseorang harus memulai kembali hidupnya dari nol. Melalui buku ini, Mira Sumanti berbicara langsung kepada perempuan-perempuan ambisius yang hidup di antara tradisi dan perubahan. Mereka yang sedang membangun karier, identitas, dan masa depan, sambil menyembuhkan bagian diri yang pernah merasa sudah “selesai” dengan hidupnya. “Tidak semua yang berakhir berarti gagal. Kadang, sesuatu berakhir karena memang tugasnya sudah selesai,” tutup sang penulis.

(Baca Juga: 5 Buku-buku Fiksi yang Cocok Dibaca Saat Healing!)

Pada hari Jum’at, 23 Januari 2026 lalu di Zodiac Baresto, Mira Sumanti mengadakan press conference serta presale buku perdananya tersebut. Peluncuran resmi Swipe Therapy dijadwalkan pada 3 Maret 2026 secara global dan akan tersedia di Amazon, Barnes & Noble, serta berbagai toko buku online internasional lainnya. Sementara di Indonesia, Swipe Therapy akan tersedia di Tokopedia. Get your book now!

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Swipe Therapy, Buku Self-Discovery Perdana Mira Sumanti
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us