Sudah nonton episode Upin Ipin terbaru?
Minggu lalu, Les’ Copaque selaku rumah produksi Upin Ipin mengeluarkan episode baru. Judulnya, Teman Baik Kakak. Dari judulnya, sudah bisa tertebak kalau episode ini akan mengandung bawang. Soalnya, seperti yang kita tahu, abah si bocah kembar ini kan sudah meninggal. Maka, kalau judul episodenya Teman Baik Kakakbesar kemungkinan penonton akan dibawa nostalgia dengan sosok abah. Dan yah, tebakannya tidak meleset. Episode ini memang membuat yang nonton jadi mewek.
Secara garis besar, episode Teman Baik Kakak ini menceritakan tentang Kampung Durian Runtuh yang dijadikan lokasi syuting film heroik berlatar belakang tentara nasional Malaysia. Nah, yang jadi tokoh utama dari film tersebut adalah Uncle Rosyad, sahabat baik dari abah Upin dan Ipin. Menariknya, dalam syuting tersebut Uncle Rosyad memainkan peran sebagai Abdul Salam, yang tak lain adalah nama abah Upin dan Ipin.
Selalu ada air mata di setiap kisah tentang orang tua
Jujur, di menit-menit awal episode Teman Baik Kakaksemua masih biasa-biasa saja. Khas suasana Kampung Durian Runtuh yang ceria. Namun, seiring cerita yang mulai terbangun, perasaan sedih itu menyusup pelan. Semakin mendekati ending, emosi itu memuncak. Hingga akhirnya, air mata tak lagi terbendung. Iya, saya mewek. Saya akui itu.
Saya nggak mau spoiler ya. Inginnya kalian nonton sendiri, supaya bisa turut larut dalam ceritanya. Yang jelas, satu hal yang saya yakini, episode ini akan membuat siapa pun yang menonton jadi teringat dengan sosok bapak. Terutama, mereka yang sudah lebih dulu ditinggal oleh bapaknya, seperti Upin dan Ipin.
Dan yah, memang benar. Dalam narasi apapun, jika sudah menyenggol tema orang tua, pertahanan kita akan mudah runtuh. Episode ini adalah buktinya.
Mengenang episode sedih Upin Ipin lainnya
Sebetulnya, kalau kita telusuri ke belakang, episode Teman Baik Kakak bukanlah satu-satunya episode sedih yang pernah muncul di serial Upin & Ipin. Serial dari negeri Jiran ini sudah berkali-kali mengaduk emosi kita lewat episode-episode sebelumnya.
Kalian masih ingat episode yang berjudul Kain Merah? Yaitu ketika Ipin kehilangan kain merah ikonik yang biasa diikatkan di belakang punggung. Nahasnya, kain itu malah ditemukan di kandang ayam Tok Dalangtelah robek habis dicakar oleh Rembo. Padahal, kain merah itu bukan sembarang kain merah, tapi kain yang penuh sejarah. Pasalnya, kain itu keterkaitan dengan ibu Upin dan Ipin sewaktu mereka kecil.
Ada juga episode Kesayanganyaitu kala Upin dan Ipin menemukan ruang rahasia di bekas kamar bapak dan ibunya yang telah meninggal. Di ruangan tersebut, ada sebuah buku tentang Kak Ros. Seketika, Kak Ros menangis setelah melihat buku tersebut. Soalnya, selama ini Kak Ros mengira kalau orang tua mereka hanya sayang pada Upin dan Ipin.
Dan, apakah yang sedih-sedih di serial Upin & Ipin itu selalu berlatar belakang tentang orang tua?
Nggak juga.
Teman Baik Kakak layak dinobatkan jadi episode tersedih Upin Ipin
Untuk bisa mengaduk emosi penontonnya, Upin Ipin tidak melulu datang dengan membawa narasi tentang orang tua. Kalian ingat dengan episode Ehsan pindah? Di episode tersebut, air mata kita juga dibuat berderai melihat ketulusan persahabatan bocah-bocah di Kampung Durian Runtuh. Walaupun ending episode itu bikin kita pengen mengumpat, tapi tetap saja episode Ehsan Pindah adalah episode yang membuat kita jadi sedih.
Masih banyak lagi episode-episode sedih Upin & Ipin lainnya. Meskipun demikian, saya merasa episode Teman Baik Kakak yang tayang baru-baru ini layak dijadikan sebagai episode tersedih dari semua episode sedih yang pernah ada.
Bagaimana tidak? Jalinan cerita di episode ini memaksa kita untuk menyelami perasaan dua bocah cilik yang sedari kecil tak pernah kenal dengan sosok ‘Abah’, tak pernah melihatnya, dan tak pernah punya kesempatan untuk memanggil seseorang dengan sebutan ‘Abah’.
Ah, kalian pasti bakal mengerti maksud saya seandainya kalian sudah nonton episode ini.
Episode terburuknya Teman Baik Kakak
Selain layak dinobatkan sebagai episode tersedih di serial Upin & Ipin, episode Sahabat Baik Abah juga punya sisi jahanam. Yaitu, ketika sampai credit title muncul pun, foto abah Upin Ipin sama sekali tidak diperlihatkan. Hmm, kebiasaan nih Les’ Copaque. PHP, ih.
Tampaknya Les’ Copaque sadar betul bahwa rasa penasaran menjadi bumbu paling awet untuk membuat seri ini tetap dibicarakan. Jadi, mereka memilih untuk menyembunyikannya. Biarlah sosok Abah dan Mak tetap menjadi legenda hidup melalui kisah Kak Ros, Opah, Tok Dalang, atau orang-orang yang pernah mengenal Abah dan Mak di masa lalu.
Penulis: Dyan Arfyana Ayu Puspita
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA 4 Hal yang Jarang Orang Bicarakan tentang Serial TV Upin Ipin
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini dari.
Terakhir diperbarui pada 6 Maret 2026 oleh