1. News
  2. Kombitainment
  3. Warisan Hidup Indonesia di Mata Sherley Yahya Kornaat

Warisan Hidup Indonesia di Mata Sherley Yahya Kornaat

warisan-hidup-indonesia-di-mata-sherley-yahya-kornaat
Warisan Hidup Indonesia di Mata Sherley Yahya Kornaat

Indonesia. Sebuah negara dengan segala keindahan dan keunikan yang kerap masih disimpan oleh Ibu Pertiwi. Mulai dari ketenangan suasana pesisir yang ditemukan setelah perjalanan jauh hingga kebudayaan masyarakat lokal yang tersembunyi di dalam hutan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara, pulang dari Indonesia dengan kesan yang teramat dalam.

Kesan ini yang lalu diceritakan saat bertemu dengan teman atau keluarga, cerita tentang keindahan Indonesia terus tersiar. Namun, di balik cerita yang terus bergulir, rasanya penting untuk mengenal negara ini lebih dalam dari sekadar keindahan panorama yang ditawarkan dari ujung Barat hingga ujung Timur.

Hal ini yang dirasakan Sherley Yahya Kornaat, perempuan ingin mengajak lebih banyak orang untuk mengenal Indonesia lebih dalam dari pemandangan alamnya. Melalui cerita, Sherley ingin semakin memperkenalkan Tanah Airnya dari warisan budaya dan kehidupan masyarakat di dalamnya. Semangat dan keinginan ini yang membentuk First Class Indonesia™.

(Bersama Carolien ter Linden, Sherley eksplorasi keindahan Indonesia dari kacamata lebih dalam. Foto: Dok. Yusuf Choirul Abidin)

Bangun warisan dengan cara paling hangat

“Sejujurnya, ide ini lahir dari kerinduan. Kerinduan untuk melihat Indonesia diceritakan dengan kedalaman yang sering tidak dibahas. Saya juga merasa memiliki tanggung jawab moral untuk membawa cerita Indonesia dengan cara yang lembut tetapi bermakna,” cerita Sherley.

First Class Indonesia™, sebuah serial televisi yang ditayangkan di salah satu televisi di Belanda, RTL4. Bersama, presenter asal Belanda, Carolien ter Linden, Sherley membawa audiens untuk menyusuri sudut-sudut Indonesia dengan kekayaan budaya yang tersimpan di dalamnya.

Perempuan lulusan Universitas Indonesia ini mengajak Carolien mengeksplorasi tidak daerah di Tanah Air, tetapi juga kebudayaan yang menghidupkan setiap elemen di dalamnya. Perjalanan dua perempuan ini berawal di Pulau Dewata, Bali yang memperkenalkan Sherley tentang makna perjalanan spiritualitas dengan penuh ketenangan. Eksplorasi berlanjut ke Sumba yang tawarkan pengalaman sebuah tradisi dapat dijalani dalam kehidupan sehari-hari, menjadi akar bagi setiap masyarakat untuk bertumbuh. Musim perdana serial ini ditutup dengan perjalanan ke Lombok, yang menjadi salah satu tonggak masa depan pariwisata Indonesia.

(Sherley Yahya memiliki misi untuk kenalkan Indonesia lebih dari sekadar pemandangan. Foto: Dok. Yusuf Choirul Abidin)

Tak hanya destinasi yang dieksplorasi, serial ini juga menyelami bagaimana budaya masyarakat Indonesia diekspresikan dalam berbagai karya, salah satunya adalah mode. Sherley berkolaborasi dengan banyak desainer dan brand Tanah Air seperti Ivan Gunawan, Ghea Panggabean, Priyo Oktaviano, Arturro, Je Suis Flirt, dan Tulola.

Selain itu, Sherley juga mengundang narasumber-narasumber inspiratif yang rayakan kebudayaan Indonesia dalam berbagai bidang lainnya – mulai dari pakar kuliner William Wongso hingga entrepreneur, Rob Peetoom. Tak hanya narasumber, Sherley juga menjadikan serial wadah kreatif para anak-anak muda Indonesia. Ia menggandeng sutradara muda dan penggiat film Indonesia dalam proses produksinya menjadi serial ini dedikasi anak-anak Indonesia untuk Tanah Air.

(First Class Indonesia™, sebuah karya dari anak-anak Indonesia untuk Ibu Pertiwi. Foto: Dok. Yusuf Choirul Abidin)

Cerita Ibu Pertiwi bagi anak-anak seluruh dunia

Dalam membuat program ini, Sherley tentu dihadapkan pada berbagai tantangan yang harus ia lalui. Momen-momen lelah, saat merasakan tekanan untuk membuat program ini terlihat megang, masa-masa ia ragu akan apa yang dirintisnya, semua dirasakan Sherley. Namun, ia menghadapi setiap tantangan dengan kembali pada niat awalnya membuat First Class Indonesia™ dan membangun ketenangan dalam setiap proses yang dijalani.

“Saya belajar bahwa ketenangan bukan kelemahan. Ia adalah bentuk kekuatan yang paling halus [untuk menghadapi tantangan],” ungkap Sherley.

Melalui First Class Indonesia™, Sherley tidak hanya membagikan cerita tentang Indonesia tetapi mewariskan budaya, nilai, dan kehidupan masyarakat di Tanah Air kepada audiens lebih luas. Harapannya sederhana, ia ingin semakin banyak yang tak hanya menceritakan Indonesia dari kekayaan alamnya saja tetapi juga nilai-nilai masyarakat setempat.

(Baca Juga: Harumi Prijono: Abdikan Diri Untuk Bimbing Anak Sejak Dini)

Sherley ingin semakin banyak orang yang merasakan kedalaman, kebijaksanaan, dan kebudayaan kental Indonesia dari kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Visi ini yang membuat Sherley konsisten mengeksplorasi sudut-sudut Tanah Air bersama First Class Indonesia™.

“Bagi saya, membangun warisan bukan tentang dikenang sebagai individu. Namun, tentang bagaimana Indonesia dikenang – dengan nilai, jiwa, dan kebijaksanaan yang kita [masyarakat] miliki,” jelas Sherley.

Serial yang didukung oleh Wonderful Indonesia beserta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM) ini juga tersedia untuk streaming melalui Videoland sepanjang tahun 2026. Sebuah perjalanan seorang perempuan Indonesia yang tunjukkan cinta besar terhadap Tanah Airnya.

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Warisan Hidup Indonesia di Mata Sherley Yahya Kornaat
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us