1. News
  2. Mancing Mania
  3. Nila : Mengenal Lebih Jauh Ikan Nila, Mudah Dipancing Dengan Umpan Lumut

Nila : Mengenal Lebih Jauh Ikan Nila, Mudah Dipancing Dengan Umpan Lumut

nila-:-mengenal-lebih-jauh-ikan-nila,-mudah-dipancing-dengan-umpan-lumut
Nila : Mengenal Lebih Jauh Ikan Nila, Mudah Dipancing Dengan Umpan Lumut

Kabarmancing.com, Jakarta – Siapa yang tidak kenal ikan nila? Ikan nila (Oreochromis niloticus) dapat tumbuh sampai 60 cm. Rekor pancingan ikan nila di IGFA untuk kelas bebas semua kenur seberat 6,01 kg oleh Karel van Poryen (Afrika Selatan) di Zimbabwe, Juli 2002, sedangkan ikan terbesar yang pernah dipublikasikan seberat 8 kg di Kenya.

    Ikan nila merupakan ikan introduksi paling sukses di dunia ikan, karena ikan yang berasal dari Sungai Nil di Afrika ini sudah dibudidayakan di 110 negara di dunia. Ikan ini sebenarnya berasal dari Lembah Sungai Nil di Afrika, tetapi karena kemampuan adaptasinya yang bagus, tahan penyakit dan rasa dagingnya yang enak, maka nila dikembangkan di hampir semua negara tropis dan sub tropis.

    Karena hal ini, maka ikan nila menyerbu di hampir semua perairan tawar Indonesia. Bukan hanya air tawar, nila juga dapat hidup di air payau, sehingga dipelihara juga di tambak-tambak yang sedianya untuk ikan bandeng. Kemampuan beradaptasi yang kuat adalah ciri khas ekspansinya di semua macam habitat perairan. Ikan ini dapat hidup di sungai, rawa, waduk, dam, saluran irigasi, sawah, muara sungai dan semua tipe perairan lainnya.

    Nila juga dapat hidup di perairan yang dalam dan luas atau tempat yang dangkal dan sempit. Ikan nila sebenarnya termasuk kelompok ikan omnivora dengan kecendrungan herbivora. Ikan ini di Afrika Selatan disebut ikan Mbuna atau ikan pemakan lumut yang menempel di batu.

    Kemampuan adaptasinya  yang tinggi maka mampu memakan apapun bahan makanan. Ikan nila, seperti halnya ikan mujair termasuk ikan yang suka kawin, sehingga tidak mengenal musim kawin. Karena kebiasaan ini, maka sering terjadi perkawinan antara ikan nila dan mujair, terutama di kolam pemeliharaan yang padat. Kedua ikan ini memang dapat dikawin silangkan, justru para peneliti mengkawin silangkan berbagai ras dan jenis untuk mendapatkan keturunan yang memiliki sifat-sifat baik, misalnya pertumbuhan cepat, tahan penyakit dan lain-lain.

    Ikan nila menetaskan telur yang sudah dibuahi ikan jantan di dalam mulutnya sehingga disebut ikan Mouthbrooder. Salah satu keunggulan ikan ini adalah kesabaran menjaga anaknya sampai anaknya benar-benar dapat hidup mandiri sehingga generasi ikan ini akan sulit punah. 

    Ikan nila merupakan ikan introduksi yang didatangkan dari Taiwan tahun 1969, kemudian didatangkan lagi tahun 1981 ikan nila merah (nirah) dari Philipina. Kedua negara ini merupakan pembudidaya terbesar ikan nila. Karena kawin silang tak karuan, maka timbul ikan-ikan nila hibrida lainnya seperti ikan nila merah bercak hitam, ada yang kekuningan agak jingga dan putih (beberapa konsumen sering menyebutnya ikan kakap gunung, padahal tidak ada hubungannya sama sekali dengan ikan kakap!). Indonesia saat ini merupakan negara pengekspor ikan nila terbesar setelah China dan Vietnam.

    Ikan nila lebih mudah dipancing dengan umpan lumut dibanding umpan lainnya. Tetapi ada perkecualian, ikan nila varietas yang merah lebih suka memakan umpan pellet. Pada saat air berwarna coklat atau air banjir (musim hujan), umpan cacing, terutama cacing fosfor adalah umpan yang paling menyakinkan.

    Cara mancing ikan ini adalah memancing dengan pelampung dan umpan harus diletakkan di permukaan sampai dasar air tetapi melayang (20-30 cm diatas dasar, umpan jangan tergeletak di dasar perairan).(eko budi/foto dok:kabarmancing.com)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Nila : Mengenal Lebih Jauh Ikan Nila, Mudah Dipancing Dengan Umpan Lumut
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us