1. News
  2. Kombitainment
  3. Gara-gara Hati-Hati di Jalan, Lagu Cinta Jadi Terasa Beda Pas Patah Hati?

Gara-gara Hati-Hati di Jalan, Lagu Cinta Jadi Terasa Beda Pas Patah Hati?

gara-gara-hati-hati-di-jalan,-lagu-cinta-jadi-terasa-beda-pas-patah-hati?
Gara-gara Hati-Hati di Jalan, Lagu Cinta Jadi Terasa Beda Pas Patah Hati?

Pengalaman manusia dalam menjalani suatu hubungan percintaan selalu membawa kepada pilihan lagu yang didengarkan untuk bisa menggambarkannya. Kata Julia J. Hynek, Staf Penulis The Harvard Crimson dalam artikel “What’s With All the Songs About Love?” yang terbit April 2024, tidak sulit untuk memahami daya tarik lagu-lagu cinta. Gagasan tentang romansa memiliki daya tarik yang hampir universal, dengan individu dari berbagai latar belakang dapat merasakan pengalaman ketertarikan, hubungan, dan patah hati. 

Memang tidak sulit memahami lagu cinta apalagi liriknya relate. Faktanya, menurut artikel “Deconstructing The Love Song: How And Why Love Songs Work” yang dituliskan Martin Chilton di momen Hari Kasih Sayang Februari 2026, sebagian besar lagu cinta yang abadi bercerita tentang patah hati.

Lagu bertemakan cinta bagi saya pecinta musik R&B, tak pernah sulit ditemukan. Tapi dengan adanya perbincangan bersama dua orang teman saat mendengarkan lagu dari solois pop Indonesia yang menjadi cikal bakal artikel ini jadi beda ceritanya.

“Gue biasanya denger lagu ini gak ngerasa apa-apa. Kok sekarang nyes banget ya liriknya?” ungkap saya malam itu sambil menyetir. 

Salah satu teman saya menanggapi pertanyaan tersebut dengan mengatakan bahwa seseorang yang lagi jatuh hati ketika mendengarkan lagu akan menyimak melodinya. Sementara orang yang sedang mengalami patah hati membaca liriknya. Pikir saya, iya juga sambil lanjut menatap jalanan bekas hujan. 

Lagu yang kami dengarkan bersama adalah “Hati-Hati di Jalan” milik Tulus. Kembali meresapi liriknya seperti heran, namun tak asing karena rasanya tak seperti mendengarkan album Manusia berulang kali pada bulan itu yang menyertakan lagu ini untuk sebuah artikel ulasan yang terbit 4 tahun lalu tanggal 16 Maret. 

Apakah benar lagu cinta terasa relate didengarkan saat patah hati? Secara psikologis, iya lagu cinta menjadi peneman. Di antara 5 alasan lagu cinta relate didengarkan saat patah hati yang disebutkan hasil pencarian di internet, saya menyetujui semua, dari mulai tentang otak secara alami mencari sesuatu yang memvalidasi perasaan, manusia lebih mudah tersentuh oleh sesuatu yang sejalan dengan mood saat itu, lirik lagu membantu memberi kata-kata untuk emosi yang sulit diungkapkan, mendengarkan lagu sedih justru bisa membantu mengeluarkan emosi yang terpendam, hingga pernyataan, jika lagu didengar pada masa hubungan atau saat mengingat seseorang, otak membentuk asosiasi memori yang kuat. 

Meski bukan rekaman yang sempurna, bisa berubah atau tidak akurat. Kejadian yang memicu kesedihan maupun kebahagiaan, biasanya lebih mudah melekat dalam ingatan dan bertahan lebih lama. Bayangkan, memori manusia sanggup menyerap informasi hampir tak terbatas selama hidup, diperkirakan kapasitasnya setara dengan 1 juta GB atau menyimpan lebih dari 13 tahun video berkualitas tinggi (HD) yang diputar terus menerus tanpa henti. Maka singkat atau panjangnya suatu hubungan percintaan yang kemudian berubah menjadi patah hati tidak pernah sederhana. 

Selain “Hati-Hati di Jalan”, lagu patah hati terasa relate ketik sedang mengalami juga terungkap dalam “Nyala”. Menurut saya, ungkapan Sal Priadi, “Aku ingin jadi jantungmu dan berhenti semauku agar kau tahu rasanya hampir mati ditikam patah hati,” elegan.

Bukan memaksa untuk melupakan karena ternyata fase penerimaan ada prosesnya, bukan untuk mengorek luka karena sembuh butuh kemauan, melainkan dengan contoh karya Tulus dan Sal Priadi, lagu terbukti menjadi sebuah perwakilan, kenangan, dan terpenting refleksi diri. 

Masih banyak cerita cinta dalam lagu yang bisa dibedah. Tapi artikel ini harus berakhir dengan Kunto Aji “Rona Merah Langit”. Barisan liriknya menjadi pedoman orang-orang untuk memahami pertemuan yang sudah ditakdirkan, “Kita sama-sama pernah terluka. Kita sama-sama pernah disakiti. Kita sama-sama ingin berhenti ‘tuk terus mencari. Lupakanlah semua kita mulai sesuatu yang indah.”

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Gara-gara Hati-Hati di Jalan, Lagu Cinta Jadi Terasa Beda Pas Patah Hati?
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us