
PERUM Badan Urusan Logistik (Bulog) Sumatra Barat memastikan ketersediaan stok beras dalam kondisi sangat aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan. Jaminan ini menjadi kabar menenangkan di tengah dinamika harga dan tantangan distribusi pangan.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumatra BaratR. Darma Wijaya, mengungkapkan bahwa saat ini cadangan beras yang tersimpan di sejumlah gudang mencapai sekitar 8.800 ton. Selain itu, tambahan pasokan beras yang mencapai kurang lebih 15 ribu ton semakin memperkuat ketahanan stok pangan di Ranah Minang.
“Dengan total ketersediaan tersebut, Bulog memperkirakan persediaan beras mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga tujuh bulan ke depan. Kondisi ini menempatkan Sumatera Barat dalam kategori daerah dengan ketahanan pangan yang stabil dan relatif aman,” ujarnya, Kamis (9/4).
Ia menambahkan, keberlimpahan stok ini merupakan hasil dari perencanaan distribusi yang matang serta koordinasi yang solid dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan mitra penyedia pangan. Tak hanya menjaga jumlah persediaan, Bulog juga terus mengoptimalkan sistem distribusi agar beras dapat tersalurkan secara merata hingga ke wilayah terpencil.
“Selain menjaga jumlah stok, Bulog juga terus mengoptimalkan sistem distribusi agar beras dapat tersalurkan secara merata ke seluruh wilayah, termasuk daerah yang sulit dijangkau,” paparnya.
Dalam menghadapi berbagai potensi tantangan, seperti fluktuasi harga dan gangguan distribusi, Bulog Sumbar memastikan akan melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi stok dan kebutuhan di lapangan. Langkah ini penting untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan tetap terjaga.
Dengan kondisi stok yang melimpah dan pengelolaan yang optimal, masyarakat Sumatera Barat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Bulog menjamin ketersediaan beras akan terus terjaga demi memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. (YH/E-4)