Jakarta (ANTARA) – Tim esport Indonesia ONIC terus mematangkan kekuatan dalam skema pertarungan terbuka atau power fight sebagai bagian utama persiapan, guna menghadapi Free Fire World Series South East Asia (FFWS SEA) 2026 Spring.
Pelatih ONIC Ahmad Fadly Masturoh (AFM) mengatakan peningkatan kemampuan bertarung menjadi fokus utama tim dalam menghadapi persaingan musim ini, yang dimulai Jumat malam.
“Sebenarnya kalau poin utama ONIC itu kemarin roster power tempur, jadi kalau secara makro kami sudah punya lumayan banyak, karena ONIC terkenal cukup konsisten di beberapa turnamen, gameplay-nya tidak terlalu banyak berubah tetapi untuk power fight, kami terus tingkatkan,” kata dia seusai mengikuti konferensi pers Kick-Off Free Fire World Series South East Asia (FFWS SEA) 2026 Spring di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, ONIC selama ini dikenal memiliki pola permainan yang stabil sehingga tim tidak melakukan banyak perubahan dari sisi strategi utama. Fokus pembenahan diarahkan pada efektivitas pertarungan langsung agar dapat menghasilkan poin lebih konsisten sepanjang pertandingan.
Selain memperkuat aspek pertarungan, ONIC juga menilai perubahan peta persaingan di drop zone menjadi faktor yang dapat membantu performa tim musim ini.
AFM menjelaskan, pada musim sebelumnya ONIC menghadapi kesulitan karena terjadi benturan lokasi pendaratan dengan tim lain, sehingga menghambat rotasi dan pengumpulan poin sejak awal pertandingan.
Baca juga: Lima tim Indonesia siap rebut gelar FFWS SEA 2026 Spring
Namun pada FFWS SEA 2026 Spring, kondisi tersebut dinilai lebih menguntungkan karena sejumlah pesaing yang sebelumnya menempati area serupa sudah tidak lagi berada di kompetisi.
“Untuk musim ini ONIC tidak terlalu punya banyak contender di drop zone. Kalau drop zone sudah nyaman, rotasi dan poin biasanya lebih konsisten,” ujar dia.
Pelatih tersebut menyatakan ONIC juga membawa target lebih besar dari sekadar tampil kompetitif di FFWS SEA 2026 Spring.
Manajemen tim, lanjut dia, menaruh perhatian besar terhadap pencapaian di Esports World Cup (EWC) 2026, terutama untuk menembus posisi tiga besar setelah dua kali gagal mencapai grand final pada edisi sebelumnya.
Salah seorang pemain ONIC Adam menambahkan, timnya siap tampil habis-habisan (all-in) untuk merebut gelar juara dan membanggakan Indonesia.
“Makanya kami juga akan memperkuat posisi rusher maupun lainnya,” tambah dia.

Free Fire World Series South East Asia (FFWS SEA) 2026 Spring diselenggarakan oleh Garena dan akan mempertemukan lima wakil Indonesia dengan 13 tim dari negara Asia Tenggara lainnya, di antaranya Thailand dan Vietnam.
Lima tim dari Indonesia yang berpartisipasi yakni ONIC, EVOS Divine, RRQ Kazu, Bigetron by Vitality, dan Shadow Esports.
Selain untuk memperebutkan gelar juara kawasan, ajang itu juga momentum untuk merebut tiket menuju Esports World Cup (EWC) 2026.
Baca juga: Shadow Esports kantongi tiket FFWS SEA setelah juarai FFNS 2026 Spring
Baca juga: Playoff MPL Indonesia S17 digelar di Jakarta International Velodrome
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.