Suatu pagi di lembah hutan Bolaang Mongondow, segerombolan keluarga anoa sedang berjalan untuk mencari air dan rumput. Hal itu mereka lakukan setiap hari secara bersama-sama dengan membagi tugas antar-anggota keluarga. Niti si anak bungsu memiliki tugas untuk mengumpulkan rumput yang jatuh saat ayahnya mengambil dari depan.
Setelah berjalan di tengah lembah, Niti dan keluarganya melanjutkan mencari air di sebuah sungai di Desa Dumoga. Di desa itu terdapat aliran sungai yang tak jauh dari tempat mereka mencari rumput. Airnya sangat bersih dan menyehatkan. Saat hampir sampai di sungai, Niti mendengar suara meminta tolong dari dekat lembah.
“Ayah, apakah dengar suara itu?” tanya Niti ke ayahnya.
“Tidak ada suara lain selain derap kaki kita, Niti. Ayah tidak mendengar suara apa pun. Ayo, lanjut berjalan atau kita akan kesiangan,” jawab Ayah Niti.
Niti kemudian melanjutkan jalannya dan tetap menoleh ke arah lembah curam itu. “Tolong!!” suara minta tolong kembali terdengar.
Niti lalu segera menyusuri sekitar lembah. Saat melihat ke bawah, ia mendapati ada seekor monyet hitam tua bernama Yaki yang tersangkut di akar pohon.
“Siapa pun itu tolong aku!” ujar Yaki.
“Hai, tunggu sebentar, aku akan menolongmu,” ujar Niti langsung menuju tepian lembah.
Kemudian Niti menjulurkan tangannya untuk menolong Yaki. Niti sangat berhati-hati sebab lembah itu sangat curam.
“Tunggu sebentar ya, aku akan menggapaimu,” ujar Niti kepada Yaki.
“Sebentar lagi aku sudah tidak kuat lagi menahan badanku, kakiku sakit,” ucap Yaki merintih kesakitan.
“Arghh! Pegang tanganku cepat,” ucap Niti.
Akhirnya, dengan susah payah, Yaki berhasil menggapai tangan Niti dan perlahan ia bisa naik ke lembah itu. Mereka berdua masih terengah-engah dengan badan penuh debu.
“Terima kasih anak muda, kamu telah menyelamatkan nyawaku,” ucap Yaki sambil membersihkan badan.
“Iya, Kek, terima kasih kembali. Kakek mau jalan ke mana?” tanya Niti.
“Saya akan melanjutkan ke arah sungai,” jawab Yaki.
Dari kejauhan terdengar derup kaki ayah Niti, ibu dan kakaknya. Mereka berlari dengan cepat saat mengetahui Niti tidak lagi di barisan mereka.
“Ah, Niti kami sempat mencarimu di dekat sungai, tetapi aku yakin kamu masih di sekitar lembah, apa yang kamu lakukan, Nak? Kami sangat khawatir!” ucap Ibu Niti.
“Percayalah Bu, jika tidak ditolong anakmu, aku akan jatuh ke lembah yang curam ini. Kalian memiliki anak yang suka menolong, saya ucapkan terima kasih,” ujar Yaki.
Akhirnya mereka semua berlalu ke arah sungai bersama-sama. Yaki dipersilakan menaiki punggung Niti. Sesampainya di sungai Desa Dumoga, mereka melepas dahaga dengan puas dengan hati yang bahagia. *
Oleh Tim Nusantara Bertutur
Penulis: Yunaz Karaman
Pendongeng: Paman Gery (Instagram: @paman_gery)
Ilustrasi: Regina Primalita
