Rimau, Permainan Tradisional dari Langkat Sumatera Utara yang Mulai Jarang Dimainkan
Banyak permainan tradisional yang dulunya dimainkan oleh anak-anak sebagai sarana hiburan di sela waktu luang. Salah satu permainan tradisional, khususnya yang berasal dari daerah Langkat, Sumatera Utara adalah rimau.
Dulunya permainan rimau banyak dimainkan oleh anak-anak untuk mengisi waktu luang. Apalagi permainan ini memerlukan banyak pemain agar bisa dimainkan, sehingga juga dapat menjadi sarana sosialisasi bagi anak dengan sesamanya.
Namun seiring berjalannya waktu, keberadaan permainan tradisional dari Langkat, Sumatera Utara ini sudah tidak seperti dulunya lagi. Alih-alih bermain permainan tradisional seperti rimau, saat ini anak-anak sudah mulai beralih bermain dengan menggunakan gawainya masing-masing.
Meskipun demikian, keberadaan rimau bisa tetap dirawat dengan membagikan informasi terkait permainan tradisional tersebut. Dengan demikian, permainan tradisional ini tidak hilang ditelan zaman begitu saja.
Bagaimana pembahasan lebih lanjut seputar permainan tradisional dari Langkat, Sumatera Utara tersebut?
Sekilas tentang Rimau, Permainan Tradisional dari Langkat Sumatera Utara
Dinukil dari leaflet Badan Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Aceh, nama permainan ini berasal dari bahasa Melayu Langkat, yakni “Rimau” yang berarti harimau. Penamaan ini berkaitan dengan proses dalam permainan tradisional tersebut nantinya.
Dalam permainan ini, akan ada satu orang pemain yang bertindak sebagai seekor harimau. Nantinya dia akan berusaha untuk menangkap pemain lain yang menjadi mangsa dalam permainan tersebut.
Meskipun merujuk pada hewan yang memiliki nilai budaya tersendiri di Tanah Sumatra, permainan ini sebenarnya tidak ada kaitannya dengan hal-hal mistis dan sejenisnya. Permainan ini bisa dimainkan kapan saja ketika anak-anak memiliki waktu luang.
Namun ada kalanya permainan ini juga dilarang untuk dimainkan dalam waktu tertentu, seperti ketika harimau sedang mengganas di sebuah daerah. Hal ini ditujukan agar permainan tersebut tidak mengundang keganasan harimau tersebut di sana.
Cara Bermain Rimau
Permainan rimau sebenarnya cukup mudah untuk dimainkan. Permainan ini setidaknya membutuhkan sekitar 15 orang anak sebagai pemainnya.
Selain itu, para pemain juga mesti menentukan tempat bermain rimau. Permainan ini biasanya dimainkan di area terbuka, seperti lapangan, pekarangan, dan sejenisnya.
Ketika semua pemain sudah berkumpul, maka permainan rimau sudah bisa dimainkan. Pada awalnya, semua pemain bisa melakukan undian terlebih dahulu.
Undian ini bertujuan untuk menentukan dua orang pemain yang nantinya akan menjadi harimau dan mangsa. Setelah terpilih, pemain lain akan membentuk sebuah lingkaran dengan saling berpegangan tangan seolah-olah menjadi sarang.
Pemain yang menjadi harimau kemudian berdiri di tengah lingkaran tersebut. Sementara itu, pemain yang menjadi mangsa berdiri di luar lingkaran.
Dalam permainan ini, harimau mesti bisa keluar dari sarang dan menangkap mangsanya. Sementara itu, para pemain yang menjadi sarang mesti mencegah hal tersebut dengan menghalang-halangi harimau agar tidak keluar dari sarang.
Jika berhasil terlepas, pemain yang menjadi mangsa mesti bisa menghindar. Nantinya permainan akan berakhir ketika harimau berhasil menangkap mangsa.
Nilai dalam Permainan Tradisional
Pada dasarnya, permainan rimau bersifat sebagai hiburan bagi anak-anak yang memainkannya. Namun permainan ini juga memiliki nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya.
Misalnya, permainan ini bisa mengasah kerja sama antarpemain yang bertugas sebagai sarang. Koordinasi antarpemain ini tentu bisa mengasah kemampuan mereka ketika bekerja sama dengan orang lain nantinya.
Selain itu, permainan rimau juga bisa berdampak baik bagi kesehatan fisik para pemain, khususnya yang menjadi harimau dan mangsa. Sebab mereka akan lebih banyak berlarian untuk bisa saling menghindar antara satu sama lainnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News