1. News
  2. Berita
  3. Film Michael Hidupkan Kembali Kisah Sang Raja Pop

Film Michael Hidupkan Kembali Kisah Sang Raja Pop

film-michael-hidupkan-kembali-kisah-sang-raja-pop
Film Michael Hidupkan Kembali Kisah Sang Raja Pop

Michael mengawali cerita dari terbentuknya The Jacksons, juga dikenal sebagai The Jackson 5, yakni grup yang menjadi fondasi karier Michael sejak dini. Grup beranggotakan Michael dan saudara-saudaranya itu berada di bawah kendali langsung ayahnya, Joseph Jackson (Colman Domingo).

Tapi, The Jacksons bukan sekadar hobi keluarga. Joseph sebenarnya menyimpan ambisi besar. Cita-cita untuk sukses sebagai bintang membuat Joseph gelap mata. Ia menerapkan disiplin yang keras, bahkan kerap mengabaikan batas lelah anak-anaknya.

Michael kecil (Juliano Valdi) pun mengalami tekanan psikologis dan dilema. Di satu sisi, ia mencintai proses bermusik dan tampil di atas panggung. Di sisi lain, kecintaan tersebut sepaket dengan beban dan tuntutan yang tidak selalu ia pilih sendiri.

Baca juga: Napoleon, Dua Sisi Kehidupan Sang Pemimpin

Narasi tentang pola asuh Joseph yang keras telah lama menjadi bagian dari cerita karier Michael. Dengan mengangkatnya secara eksplisit, film ini seolah membuka ruang bagi penonton untuk memahami beban yang turut membentuk perjalanan sang legenda. 

Yang disayangkan, film ini tidak memberi ruang untuk perspektif saudara-saudara Michael. Tebakan saya, pilihan ini sengaja diambil untuk menggambarkan situasi tersebut sebagai pengalaman personal Michael. Namun, konsekuensinya, karakter saudara-saudara Michael terasa kurang tergarap dan cenderung satu dimensi. Padahal, dinamika keluarga sudah menjadi salah satu pilar yang membangun film Michael.

Identitas Michael Hidup Kembali

Michael dikenal dengan fitur wajahnya yang karismatik serta gerakan yang luwes dan ekspresif. Citranya pun diperkuat dengan gaya berpakaian ikonis, biasanya dengan sarung tangan bertabur kristal, kacamata hitam aviator, dan jaket militer yang mencolok.

Seluruh elemen tersebut telah menjadi identitas Michael yang sulit dipisahkan dari benak publik. Karena itu, tingkat kemiripan karakter yang kuat menjadi poin krusial dalam film ini.

Komitmen untuk mewujudkan hal tersebut tampak dari keputusan casting yang menarik. Sosok Michael dewasa diperankan langsung oleh Jaafar Jackson, keponakan Michael sendiri.

Hasilnya, gong. Bukan hanya karena kemiripan genetik, Jaafar juga ditransformasi menjadi Michael melalui tata rias yang begitu detail. Pendalaman karakternya pun luar biasa, dari cara bicara, warna suara, serta gestur-gestur kecil. Semua membuat identitas Michael bak kembali hidup.

Sepanjang film, penonton kerap dibuat takjub. Terlebih ketika Michael tampil dalam balutan kostum khasnya. Rasanya seperti sedang menyaksikan Michael yang asli pada masanya. Momen-momen ini juga terasa menjadi semacam jembatan, terutama bagi generasi yang tidak sempat menyaksikan langsung era kejayaannya, untuk ikut merasakan pesona Michael di atas panggung.

Mengingat Michael dikenal sebagai sosok yang cukup tertutup, keterlibatan Jaafar Jackson juga memberi sentuhan istimewa bagi film ini, yakni sudut pandang yang lebih dekat dan personal terhadap kisah Michael. Film Michael terasa lebih intim, seolah diceritakan dari dalam lingkar terdekatnya. Pilihan ini sekaligus memperkuat kesan bahwa peran Michael memang paling layak dihidupkan oleh seorang keturunan Jackson.

Untuk ukuran debut, akting Jaafar patut diacungi jempol.

Baca juga: First Man (2018): Biografi Sang Penjelajah Bulan

Potensi yang Terlewat

Sayangnya, film Michael menyisakan kesan tanggung bagi saya. Momen-momen terkenal yang menjadi milestone kesuksesan Michael terasa kurang digali. Padahal, ada banyak kesempatannya.

Proses kreatif Michael sebagai seniman juga cenderung kurang ditunjukkan. Adegan di studio rekaman maupun di balik layar terbatas. Padahal, kalau diperdalam, detail-detail tersebut bisa memberi gambaran lebih utuh tentang kemampuan Michael yang fenomenal.

Di sisi lain, konflik dengan sang ayah justru lebih menonjol, seolah menjadi titik berat yang sengaja dipilih. Akibatnya, penonton seakan dibuat terus menantikan momen kebebasan Michael.

Melihat tulisan “his story continues” (“kisahnya berlanjut”) di ending, film ini mengakui bahwa apa yang ditampilkan baru sebagian dari perjalanan Michael. Apakah itu artinya akan ada sekuel? Atau justru penegasan bahwa kisah sang Raja Pop, dari kesuksesan, warisan karya dan prestasi, bahkan kontroversinya, memang tak pernah habis untuk diceritakan?

Michael sudah tayang di berbagai bioskop Tanah Air. Segera tonton untuk rasakan magisnya penampilan sang legenda musik pop dunia.

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Film Michael Hidupkan Kembali Kisah Sang Raja Pop
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us