1. News
  2. Sepakbola
  3. Jurnalis Inggris Ungkap Penyebab Oxford United Turun ke Kasta 3: Kehabisan Tenaga, Piala Presiden 2025 Ikut Jadi Pemicu

Jurnalis Inggris Ungkap Penyebab Oxford United Turun ke Kasta 3: Kehabisan Tenaga, Piala Presiden 2025 Ikut Jadi Pemicu

jurnalis-inggris-ungkap-penyebab-oxford-united-turun-ke-kasta-3:-kehabisan-tenaga,-piala-presiden-2025-ikut-jadi-pemicu
Jurnalis Inggris Ungkap Penyebab Oxford United Turun ke Kasta 3: Kehabisan Tenaga, Piala Presiden 2025 Ikut Jadi Pemicu

Bola.com, Jakarta – Oxford United dipastikan terdegradasi ke kasta ketiga kompetisi sepak bola Inggris atau League One musim depan (2026/2027). Klub milik Erick Thohir itu menjalani musim yang tak memuaskan sepanjang 2025/2026.

Oxford United dipastikan gagal keluar dari posisi tiga terbawah klasemen akhir Divisi Championship atau kasta kedua Inggris. Mereka terlempar ke League One

Dalam laga terkini, mereka memang sukses melibas Sheffield Wednesday 4-1 pada pekan ke-45 di kandang sendiri, Kassam Stadium, Sabtu (25/4/2026) malam. Kemenangan Oxford tak banyak berarti, sebab masih nangkring di posisi ketiga terbawah.

Ole Romeny dkk. mengemas nilai 47, tertinggal empat poin dari West Bromwich Albion, dengan menyisakan satu laga terakhir. Bisa dipastikan hasil apapun di laga terakhir versus Millwall nanti, tak akan mempengaruhi posisi The Yellow untuk tetap di zona degradasi.

Dengan demikian, berakhir sudah petualangan bagi tim yang diperkuat duo Timnas Indonesia, Ole Romeny dan Marselino Ferdinan ini untuk bersaing di kasta kedua Liga Inggris.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Susah Bersaing

Jurnalis dari BBC Radio Oxford bernama Jerome Sale memiliki ulasan mengenai rapor jeblok Oxford United yang kemudian memaksa klub tersebut kembali terlempar dari kasta kedua menuju kasta ketiga sepak bola Inggris.

Menurutnya, Oxford United pada akhirnya mengalami kehabisan tenaga. Bahkan diakui Jerome Sale, Oxford United menghadapi kesulitan bersaing di Divisi Championship sejak awal promosi atau pada musim 2024/2025.

“Rasanya seperti mereka telah memainkan pertandingan-pertandingan penting selama berbulan-bulan. Mungkin bahkan sejak mereka tiba di Championship dua tahun lalu,” tutur Jerome Sale dikutip dari laman BBC, Minggu (26/4/2026).

Ikut Piala Presiden di Jakarta

Kemudian sang jurnalis menyebut faktor lain yang ikut membuat performa Oxford United anjlok. Satu di antaranya adalah keikutsertaan pramusim di ajang Piala Presiden 2025 pada bulan Juli tahun lalu.

Oxford United tampil dengan kekuatan terbaik, termasuk membawa striker andalan Timnas Indonesia, Ole Romeny. Oxford United finis sebagai runner-up, dan memakan korban dengan cederanya Ole Romeny yang harus naik meja operasi dan sangat mempengaruhi penampilan sepanjang musim ini.

“Apa yang salah? Banyak hal, tur pramusim yang gagal di Indonesia dan jendela transfer musim panas yang tersendat-sendat mungkin berkontribusi pada awal yang lambat yang tidak pernah bisa dipulihkan oleh United,” lanjut Jerome Sale.

Fokus di Luar Lapangan?

Perjalanan di musim keduanya tak berjalan mulus. Oxford United menelan tiga kekalahan beruntun di awal musim dengan keok dari Portsmouth, Hull City, dan Birmingham City.

Penampilan yang inkonsisten membuat Oxford lebih banyak berkutat di papan bawah. Paruh pertama musim yang buruk mendorong klub untuk memecat pelatih kepala Gary Rowett, dan menunjuk eks pelatih Luton dan Wycombe, Matt Bloomfield di bulan Januari 2026 dan hasilnya masih belum membaik.

Jerome Sale turut menyoroti kemungkinan adanya konsentrasi yang terbelah dari klub berjulukan The Yellow. Selain fokus pada peningkatan permainan tim, mereka juga punya proyek pembangunan stadion baru.

“Perubahan manajerial mungkin datang terlalu terlambat. Saya tidak percaya bahwa klub terlalu fokus pada proyek stadion. Itu memang penting untuk masa depan dan sisi sepak bola klub sebagian besar terpisah dari departemen itu.

Oxford tidak akan pernah memiliki anggaran tertinggi di Championship, tetapi mereka juga tidak memiliki anggaran terburuk. Ke depannya ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan, Oxford tidak dapat dikenali sebagai klub dari dua tahun lalu.

Masa Depan Oxford United

Tim yang diperkuat Ole Romeny dan Marselino Ferdinan menatap babak baru dengan kembali tampil di kasta ketiga Inggris. Mereka akan bersaing dengan tim-tim seperti Leicester City, Luton Town, Reading, hingga Wigan Athletic yang pernah meramaikan persaingan Premier League.

“Apakah Oxford akan kembali ke model yang sebelumnya berhasil di League One ketika mereka lebih sering menjadi kandidat play-off? Apakah akan ada perubahan gaya bermain? Apakah dua tahun di Championship telah mengubah mereka untuk selamanya atau hanya sementara? Saya ragu kita harus menunggu sampai Agustus untuk mengetahuinya,” tandas Jerome Sale.

Sumber: BBC

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Jurnalis Inggris Ungkap Penyebab Oxford United Turun ke Kasta 3: Kehabisan Tenaga, Piala Presiden 2025 Ikut Jadi Pemicu
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us