Bola.com, Jakarta – Kiper Madura United, Mochammad Diky Indrayana, menceritakan momen emosional jelang menghadapi Semen Padang dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (29/4/2026) sore WIB.
Pertandingan tersebut bukan hanya sekadar persaingan keluar dari zona merah. Baginya, ada perasaan pulang ke ‘rumah’ yang penuh dengan kenangan manis bagi penjaga gawang asal Ciamis tersebut.
Bagi Diky, Sumatra Barat memang memiliki tempat spesial di hatinya. Sebelum membela Laskar Sape Kerrab, ia sempat menghabiskan waktu hampir satu tahun tinggal di Padang.
Walau jarang mendapatkan kepercayaan sebagai starter, Padang meninggalkan kesan manis. Ada ikatan batin yang tak mungkin terputus antara dirinya dan Tanah Minang.
“Kembali ke sini tentu tidak asing buat saya. Karena tahun lalu saya tinggal di Padang dan mungkin enggak banyak yang tahu kalau anak saya yang kedua lahir di sini. Ari-arinya pun dikubur di Indarung sana,” ungkap Diky penuh nostalgia.
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Profesionalisme di Atas Segalanya
Meski memiliki kedekatan emosional, Diky menegaskan profesionalisme di atas segalanya. Tanggung jawabnya sekarang adalah menjaga gawang Madura United dari gempuran mantan timnya.
Ibarat pepatah di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Pria yang mengawali karier profesional bersama Bali United itu, menegaskan komitmennya untuk membawa Madura United merebut kemenangan.
“Tentunya perjalanan kami lumayan capek ke sini. Kami tidak mau datang ke sini sia-sia. Kami bertekad membawa tiga poin, mudah-mudahan Allah izinkan kami membawa tiga poin ke Madura,” tegasnya.
Fokus kepada Diri Sendiri
Mengenai kekuatan lawan, Diky enggan terlalu ambil pusing dengan strategi Semen Padang. Baginya, kunci kemenangan terletak pada kesiapan tim dalam mempersiapkan diri.
“Sebagai manusia kita tidak bisa menjamin akan main bagus atau tidak, yang penting kami ikhtiar semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik untuk tim yang sekarang kita bela, Madura United,” ucapnya.
“Untuk tim lawan tentu perlu kami waspadai tapi tidak perlu kami pikirkan. Paling penting kami fokus ke diri kami sendiri bisa bermain bagus, tidak ada cedera dan bisa meraih tiga poin,” tutup Diky.
Persaingan Papan Bawah
Madura United berpeluang keluar dari zona merah andai meraih kemenangan di laga ini. Mereka telah mengumpulkan 26 poin dan hanya berjarak satu angka saja dengan Persis Solo di batas zona aman.
Sementara itu, bagi tuan rumah, angka sempurna adalah harga mati. Dengan catatan 20 poin, Ricky Ariansyah dkk wajib mengalahkan tamunya jika tak mau makin dekat ke jurang degradasi.