Desa Wisata Lebakmuncang Ciwidey, Edukasi Tani dan Budaya Sunda di Kaki Gunung Patuha
Kalau Kawan sedang merencanakan perjalanan ke kawasan Ciwidey dan ingin sesuatu yang tidak hanya mampir ke Kawah Putih atau Situ Patenggang, Desa Lebakmuncang layak masuk daftar.
Desa ini berada di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, dikelilingi Gunung Tampak Ruyung di sebelah barat, Gunung Patuha di selatan, dan Gunung Padang di utara. Udara di sini sejuk dan sepanjang perjalanan masuk desa, yang terlihat adalah hamparan kebun sayur, perkebunan teh dan kopi, serta pepohonan pinus dan bambu yang tumbuh di sela-sela lahan pertanian warga.
Desa Lebakmuncang sudah resmi ditetapkan sebagai desa wisata oleh Bupati Bandung sejak 2011, dan pada 2021 mendapat status tambahan sebagai Desa Pemajuan Budaya dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Dua status itu bukan sekadar gelar. Desa ini memang aktif menjalankan program wisata berbasis pertanian dan kebudayaan Sunda yang melibatkan warga secara langsung, bukan hanya menampilkannya sebagai atraksi.
Yang menarik dari Lebakmuncang adalah Kawan tidak hanya datang melihat, tapi ikut terlibat. Memetik sayuran di ladang, memerah susu sapi, belajar mendaur ulang sampah, sampai ikut memainkan alat musik tradisional Sunda, semuanya bisa dilakukan di sini.
Sekilas Mengenai Desa Wisata Lebakmuncang
Lebakmuncang adalah desa pertanian. Sebagian besar warganya bekerja di ladang dan kebun, menanam sayuran seperti daun bawang, seledri, buncis, kol, tomat, cabai rawit, leunca, terong, jagung, dan sawi putih. Daun bawang menjadi produk unggulan yang paling dikenal. Selain sayuran, ada perkebunan teh dan kopi yang juga menjadi bagian dari rute wisata edukasi di sini.
Karena lokasinya berada di jalur alternatif menuju Kawah Putih, Ranca Upas, dan Situ Patenggang, desa ini sebenarnya mudah diakses. Tapi justru banyak pengunjung yang sengaja datang khusus ke Lebakmuncang, bukan hanya lewat. Terutama rombongan sekolah dan kelompok yang mencari pengalaman live in atau field trip dengan nuansa pedesaan yang masih terasa nyata.
Daya Tarik Utama Desa Wisata Lebakmuncang
Lebakmuncang punya banyak hal yang bisa dilakukan, dan hampir semuanya melibatkan Kawan secara aktif, bukan pasif.
Di sektor pertanian, Kawan bisa turun langsung ke ladang untuk memetik sayuran yang sudah siap panen dan membawanya pulang dengan harga murah, bahkan kadang gratis. Ada pula wisata edukasi perkebunan strawberry, kopi, dan teh yang bisa dipilih sesuai minat.
Untuk yang tertarik pada peternakan, ada sesi memerah sapi perah yang didampingi petugas. Susu hasil perahan langsung disterilisasi dan bisa diminum saat itu juga. Tidak banyak tempat yang menawarkan pengalaman semacam ini kepada wisatawan umum.
Satu hal yang cukup unik di Lebakmuncang adalah Kampung Bedas, singkatan dari Bebas Dari Sampah. Di sini ada bank sampah yang aktif mengolah sampah organik dan non-organik menjadi barang berguna.
Tutup gelas plastik dijadikan wadah hingga maggot dari sampah organik dipakai sebagai pakan ternak. Bagi Kawan yang tertarik pada pengelolaan lingkungan, kunjungan ke Kampung Bedas bisa menjadi bagian yang paling berkesan dari seluruh perjalanan.
Untuk wisata alam, ada jalur tracking menuju Puncak Tugu di ketinggian 1.400 mdpl. Di sepanjang jalur dan di puncaknya, Kawan bisa melihat hamparan perkebunan warga dari atas bukit. Di kawasan ini juga terdapat beberapa situs budaya seperti Batu Templek, Petilasan Eyang Mangkubumi, dan Petilasan Eyang Langlangbuana.
Soal kesenian, Lebakmuncang punya tiga kesenian lokal yang masing-masing punya cerita dan cara main yang berbeda. Bangkong Reang adalah kesenian buhun asli dari Kampung Cijaura yang terinspirasi dari suara katak.
Dalam filosofinya, katak yang bersuara keras mewakili semangat untuk bersuara dan tidak diam saat yang lain membisu. Kesenian ini dimainkan dengan gembyung, gembyang, tanggungan padi, buncis, dan kolotok, dan bisa tampil di panggung maupun berjalan seperti karnaval.
Selain menyaksikan, Kawan juga bisa ikut langsung memainkan alat musik dalam pertunjukan kesenian ini. Pengalaman itu menjadi salah satu yang paling sering diceritakan ulang oleh pengunjung yang pernah datang ke sini.
Untuk oleh-oleh, tersedia produk UMKM lokal seperti selai strawberry, kopi, dan teh yang semuanya diproduksi warga desa sendiri dan hanya bisa dibeli di sini.
Akses Menuju Desa Wisata Lebakmuncang
Desa Lebakmuncang berada di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Dari Kota Bandung, perjalanan ke Ciwidey umumnya memakan waktu sekitar satu hingga dua jam tergantung kondisi lalu lintas, terutama di akhir pekan.
Rute paling umum adalah melalui Soreang menuju Ciwidey. Desa Lebakmuncang berada di jalur alternatif yang juga menghubungkan ke Kawah Putih dan Situ Patenggang, sehingga bisa sekalian digabungkan dalam satu rute perjalanan.
Kendaraan pribadi adalah pilihan paling praktis. Angkutan umum menuju desa ini tersedia tapi terbatas, sehingga untuk rombongan lebih disarankan menggunakan kendaraan sewaan atau bus pariwisata.
Ayo Berkunjung ke Desa Wisata Lebakmuncang!
Desa Wisata Lebakmuncang melayani kunjungan dengan sistem paket. Biasanya sudah termasuk homestay, makan tiga kali, sambutan dengan upacara adat atau Singa Depok, dan lima pilihan destinasi wisata di dalam desa. Untuk kunjungan harian atau kelompok lebih kecil, sebaiknya menghubungi pengelola desa wisata terlebih dahulu untuk menyesuaikan paket dan ketersediaan.
Lebakmuncang cocok untuk Kawan GNFI yang ingin perjalanan yang lebih bermakna dari sekadar foto-foto di tempat wisata. Kalau datang bersama keluarga, rombongan sekolah, atau komunitas, desa ini punya banyak hal yang bisa dinikmati bersama sekaligus.
Hubungi pengelola lebih dulu sebelum berangkat agar kunjungan bisa diatur dengan baik dan tidak ada yang terlewat.
Jadi, kapan Kawan mau berkunjung ke Desa Wisata Lebakmuncang?
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News