Wartapalaindonesia.com, Denpasar — Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali bersama Global Alliance for Incinerator Alternatives (GAIA) dan Aliansi Zero Waste Indonesia menggelar kegiatan bertema “Menguatkan Suara Pekerja Sampah Menuju Transisi yang Adil” di TPA Suwung, Denpasar Selatan, dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026. (02/05/2026).
Kegiatan yang didukung Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali serta Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini dihadiri sekitar 200 pekerja sampah dan pemulung.
Acara tersebut menjadi ruang dialog untuk menyerap aspirasi kelompok pekerja informal yang berperan dalam pengelolaan sampah, namun masih menghadapi kerentanan sosial, ekonomi, dan kesehatan.
Direktur PPLH Bali, Catur Yudha Hariani, mengatakan momentum May Day menjadi pengingat penting bahwa pekerja informal, termasuk pemulung, perlu diperhatikan dalam proses perubahan sistem pengelolaan sampah.
“Transisi menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih modern harus dilakukan secara adil dan tidak meninggalkan kelompok yang selama ini berkontribusi menjaga lingkungan,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung selama sekitar tiga jam dan diisi dengan talkshow, pemeriksaan kesehatan, serta edukasi terkait bahaya mikroplastik, paparan gas metana, pengolahan kompos, budidaya maggot, dan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD).
Dalam sesi dialog, dua perwakilan pekerja sampah, Sri Rahayu dan Jefri, menyampaikan kekhawatiran terhadap rencana penutupan TPA Suwung. Mereka menilai lokasi tersebut masih menjadi sumber penghidupan utama.
“Kalau bisa TPA tidak ditutup. Kami bingung harus mencari pekerjaan ke mana,” kata Jefri, pemulung asal Situbondo.
Kepala UPTD Persampahan DKLH Provinsi Bali, Made Doni, mengatakan terdapat arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk meniadakan aktivitas pemulung di area TPA demi mengurangi risiko kecelakaan kerja dan gangguan operasional.
Menurutnya, pemerintah tengah menyiapkan alternatif pekerjaan bagi pekerja sampah, termasuk peluang di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan TPS 3R di wilayah Denpasar.
Selain dialog, kegiatan juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan fisik dan mental. Tim dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana menemukan sebagian peserta mengalami gejala kecemasan yang berkaitan dengan tekanan pekerjaan dan ketidakpastian masa depan.
Kegiatan ditutup dengan pembagian paket sembako kepada peserta. PPLH Bali berharap proses transisi pengelolaan sampah dapat berjalan secara inklusif dan berkeadilan bagi seluruh pihak, khususnya pekerja sektor informal.
Kontributor || Humas PPLH Bali
Editor || Wandi Wahyudi, WI 200223
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)