“Kenapa sih, ngomel terus kalau ada orang yang ngerokok di dekat lo? Kan hak mereka buat ngerokok, kan ruang terbuka.”
Betul.
Merokok memang hak mereka. Tapi kita juga punya hak untuk bisa menghirup udara bersih, termasuk di ruang terbuka. Baik itu di taman kota, di restoran kaki lima, di halte tua tak beralas, ataupun di dalam moshpit atau area menonton konser di mana pun.
Karena pada akhirnya, konser adalah ruang bersama. Ruang publik kolektif, di mana banyak orang datang dengan tujuan yang sama, menikmati musik. Di ruang seperti ini, kebebasan satu orang seharusnya tidak mengorbankan kenyamanan banyak orang lain. Hak individu tetap ada, tapi selalu berdampingan dengan tanggung jawab sosial.
Coba bayangkan.
Ketika sedang asyik menonton penampilan lincah Gerald Situmorang, lalu pandangan tertutup oleh kepulan asap putih yang membumbung mengelilingi kepala. Atau ketika bersiap menjawab saat dipanggil “cantiiiik!” oleh Hedi Yunus, dan malah tercekat karena tanpa sengaja menghisap asap rokok di sekitar. Rasanya pahit. Dan yang jelas, tidak menyenangkan. Di momen itulah, hak orang lain terlanggar, dan kompromi atas ruang bersama ikut tercederai.
Saya bukan orang yang akan berteriak di depan perokok atau menggurui soal bahaya rokok setiap saat. Tapi ada batasnya. Terutama ketika merokok dilakukan di tengah kerumunan padat penonton konser, di mana orang tidak punya ruang untuk menghindar.
Jujur, merokok di tengah area penonton tidak membuat siapa pun terlihat lebih keren. Yang ada justru mengganggu. Mungkin belum banyak yang berani bersuara karena takut dilabeli berlebihan. Tapi ini saatnya kita, para perokok pasif, juga punya ruang untuk menyampaikan ketidaknyamanan.
Karena faktanya, yang terdampak bukan hanya satu dua orang:
Kami yang tidak merokok kehilangan hak untuk menikmati udara bersih.
Anak-anak yang ikut menonton konser ikut terpapar asap.
Penonton dengan kondisi seperti asma atau gangguan pernapasan harus bertahan dalam situasi yang tidak ramah bagi tubuh mereka.
Bahkan mereka yang datang murni untuk menikmati musik, akhirnya harus terdistraksi oleh hal yang sebenarnya bisa dihindari.
Beberapa waktu belakangan, banyak yang mulai menggaungkan pentingnya ruang aman di konser. Inklusivitas di dalam venue atau moshpit jadi pembahasan penting. Tapi sayangnya, isu asap rokok di tengah kerumunan masih sering luput dari perhatian.
Padahal kalau bicara inklusivitas, ini juga bagian penting. Konser seharusnya bisa dinikmati semua orang, bukan hanya mereka yang tahan asap atau memilih untuk diam.
Musik seharusnya menyatukan, bukan menciptakan ketidaknyamanan baru.
Menariknya, di sisi lain kita mulai semakin paham soal etika di dalam moshpit. Kalau ada yang jatuh, kita bantu angkat. Kita saling jaga, saling hormat. Itu sudah jadi budaya tidak tertulis yang dijaga bersama.
Tapi menjaga ruang bersama bukan hanya soal fisik. Udara yang kita hirup juga bagian dari itu. Menjaga agar orang di sekitar tetap bisa bernapas dengan nyaman seharusnya juga masuk dalam etika kolektif yang sama.
Karena konser bukan cuma soal kebebasan pribadi, tapi soal kompromi dalam ruang bersama.
Namun, ini bukan hanya tanggung jawab penonton.
Penyelenggara acara juga punya peran besar. Promotor, pemilik venue, dan seluruh pihak terkait seharusnya tidak hanya fokus pada keamanan fisik seperti barikade atau ambulans, tapi juga kenyamanan menyeluruh.
Perlu ada aturan yang jelas soal merokok di area konser.
Perlu disediakan smoking area yang layak dan mudah diakses.
Perlu ada penegakan aturan, terutama di area crowd yang padat.
Dengan begitu, perokok tetap punya ruang, dan penonton lain tidak dirugikan.
Karena pada akhirnya, ini bukan soal melarang, tapi mengatur agar semua bisa menikmati pengalaman yang sama dengan nyaman.
Lagipula, sesulit itukah menahan diri untuk tidak merokok selama beberapa puluh menit saat band tampil? Atau setidaknya menepi sejenak dari kerumunan?
Bersama-sama, kita bisa membangun budaya konser yang lebih sehat. Aman dari pelecehan, aman dari gangguan, dan juga nyaman dari paparan asap.
Karena etika menikmati gigs sama pentingnya dengan lineup yang tampil di atas panggung.