1. News
  2. Mojok
  3. Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

pintu-tol-km-99-cipularang,-pemberi-berkah-bagi-warga-purwakarta:-mobilitas-makin-mudah,-akses-pendidikan-makin-luas
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Sejak dibuka 4 tahun lalu, pintu tol KM 99 Tol Cipularang dari arah Jakarta menuju ke wilayah Kecamatan Darangdan Kabupaten Purwakarta telah memberi banyak berkah bagi warga Darangdan dan sekitarnya. Meski tidak ada pernyataan resmi, tetapi dibukanya pintu tol ini kuat kaitannya dengan pembangunan Masjid Endan Andansih miliki salah satu pejabat tinggi negara.

Hal ini dibuktikan dengan hadirnya beberapa menteri negara baik saat pembangunan, peresmian, dan berbagai kegiatan masjid. Tentunya para pejabat tersebut membutuhkan akses jalan yang cepat dan nggak ribet.

Sebelumnya, bila orang Jakarta ingin pergi ke Darangdan, harus melalui penderitaan. Mereka harus melalui jalan berkelok, berdebu, dan banyak tanjakan setelah keluar dari pintu tol Jatiluhur yang terletak di pusat Kota Purwakarta. Belum lagi jika di jalan menanjak terjebak di belakang truk transformers yang menanjak dengan megap-megap. Sudah pasti para pengendara harus rela menyantap asap hitam truk-truk tersebut. Perjalanan dari pintu tol Jatiluhur hingga ke wilayah Darangdan dapat memakan waktu 45 menit-60 menit.

Namun hampir bersamaan dengan pembangunan Masjid Endan Andansihpintu tol KM 99 Cipularang dibuka dan menjadi akses dari dan ke arah Jakarta.

Mobilitas masyarakat lebih mudah

Dengan keberadaan akses pintu tol KM 99, masyarakat Darangdan dan Bojong yang ingin bepergian ke pusat Kabupaten Purwakarta, Karawang, serta Jabodetabek tentu menempuh waktu yang lebih cepat. Jika biasanya pergi ke pusat Kabupaten Purwakarta membutuhkan waktu 45-60 menit melalui jalan arteri, kini perjalanan lewat tol membutuhkan waktu kurang dari 30 menit saja.

Hanya saja para pengendara harus betul-betul waspada karena perjalanan menuju pusat Kabupaten Purwakarta dan seterusnya melalui jalur rawan kecelakaan. Seperti diketahui, mayoritas kecelakaan di ruas tol Cipularang terjadi antara KM 90-100. Artinya, lokasi pintu keluar dan masuk tol KM 99 merupakan termasuk area rawan tersebut.

Tol KM 99 bikin tempat wisata ramai pengunjung

Selain Masjid Endan Andansih yang selalu ramai pengunjung karena menjadi tempat wisata religi, tempat-tempat wisata lain sekitar Kecamatan Darangdan dan Kecamatan Bojong yang sudah lama eksis juga semakin ramai pengunjung, khususnya akhir pekan dan momen libur panjang. Tempat wisata seperti kolam renang Taman Batu serta Jaya Tirta Abadi selalu ramai dengan pengunjung dari luar daerah.

Tak hanya itu, tempat wisata kuliner seperti Sate Kolong serta Sate Mang Opik juga selalu dijejali para wisatawan yang ingin menikmati Sate Maranggi sebagai kuliner khas Purwakarta. Selain tempat wisata yang sudah eksis, tempat-tempat wisata baru juga bermunculan. Seperti wisata alam Gunung Rahayu, Cileunca Water Park, Kebon Alpukat, serta Agrowisata Darangdan. Tempat wisata ini semakin menambah variasi tempat wisata yang dapat dijadikan alternatif destinasi bagi para wisatawan untuk berlibur.

Akses pendidikan yang lebih luas

Selain tempat wisata, dampak positif lain dari dibukanya akses tol KM 99 ialah bermunculannya lembaga-lembaga pendidikan baru. Di komplek Masjid Endan Andansih sudah dibuka Madrasah Aliyah Insan Cendekia Nusantara dengan konsep boarding school. Sementara di sekitar Desa Linggasari atau sekitar 500 meter sebelum Masjid Endan Andansih juga dibuka lembaga pendidikan dengan konsep yang sama segera yakni SMP serta SMA Aufa Islamic Boarding School.

Tol KM 99 memberikan berkah finansial bagi masyarakat

Berkah selanjutnya dari dibukanya akses tol KM 99 tentunya adalah meningkatnya denyut ekonomi masyarakat sekitar Darangdan dan Bojong. Meningkatnya jumlah wisatawan yang datang setiap akhir pekan atau libur panjang ikut menggerakkan sektor ekonomi kecil masyarakat. Pedagang makanan dan minuman atau warung kopi tumbuh berjamuran di berbagai titik.

Selain itu saat pembangunan masjid, sekolah, dan tempat-tempat wisata berlangsung, ada banyak masyarakat yang dilibatkan menjadi buruh bangunan. Pun kala bangunan-bangunan tersebut tuntas dikerjakan, kebutuhan tenaga kerja tetap ada seperti untuk pemeliharaan tempat, keamanan, kebersihan, hingga pelayan pengunjung.

Hanya saja, tantangannya adalah masyarakat masih terbilang belum siap untuk memenuhi mayoritas kebutuhan tenaga kerja yang profesional dan terampil. Ini jadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pemerintah serta stakeholder di wilayah Darangdan dan Bojong. Ke depannya, semoga mereka segera menyiapkan SDM yang siap beradaptasi dengan kebutuhan zaman.

Penulis: Mohamad Rian Ari Sandi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Seharusnya Karawang Mau Merendahkan Diri dan Belajar pada Purwakarta, yang Lebih Tertata dan Lebih Terarah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini dari.

Terakhir diperbarui pada 15 Mei 2026 oleh

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us