
Mengharukannya Film Pendek Optimis Milik SMARAI: Angkat Kisah Perjuangan Guru Honorer, Berat tapi Penuh Ketegaran
Grup musik SMARAI secara resmi merilis karya terbarunya berupa film pendek berjudul Optimis dengan judul pada Sabtu (02/05/2026). Karya visual yang disutradarai oleh Bagoes Kresnawan bersama tim GAS.ID ini diluncurkan bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional sebagai bentuk apresiasi bagi tenaga pendidik di seluruh Indonesia.
Bagi penikmat film pendek, menonton Optimis berarti harus sia-siap terharu. Sebab, ceritanya berisi kisah perjuangan sekaligus pelajaran dengan rasa tegar.
Film Optimis bercerita tentangperjalanan hidup Abdul (diperankan oleh Kukuh Prasetya), seorang guru honorer yang berjuang keras menghadapi realitas ekonomi yang sulit serta berbagai tekanan rutinitas hidup yang serba terbatas. Melalui visualisasi yang jujur, penonton diajak menyelami konflik sehari-hari Abdul, mulai dari urusan perut yang serba seadanya hingga tekanan hidup yang membuatnya hampir menyerah.
Kisah dalam film pendek ini dibangun dengan sentuhan storytelling yang kuat untuk menggambarkan bagaimana seorang manusia bertahan di titik terendahnya. Kehidupan Abdul digambarkan penuh ujian; ia harus menghadapi teguran pemilik kos karena tunggakan sewa dan menempuh perjalanan fisik yang berat menuju sekolah. Puncak kepedihan terjadi saat sang istri memilih pergi karena tak sanggup lagi menanggung derita kemiskinan. Namun, di tengah badai tersebut, Abdul menemukan alasan untuk kembali bangkit setelah melihat senyum tulus murid-muridnya di kelas yang haus akan ilmu pengetahuan.
Narasi film pendek tersebut merupakan adaptasi langsung dari lagu ciptaan Agib Tanjung berjudul “Optimis” yang menjadi bagian dari album perdana SMARAI bertajuk Semai.

Karena itulah, nuansa perjuangan sekaligus optimisme begitu kental terasa dalam lagu yang seakan menjadi ruh utamanya. Antara film pendek dan lagu dengan judul sama ini memang sangat berkaitan erat satu sama lain. Bukan hanya judulnya yang sama, keduanya juga mengandung makna yang serupa pula. Seperti filmnya dengan sosok Abdul sebagai tokoh utama, lagunya sengaja diciptakan untuk menggambarkan keberanian seseorang dalam berdiri di tengah badai masalah tanpa harus menafikan luka atau kegagalan yang sedang dialami.
Untuk diketahui, lagu ini berada di urutan terakhir dalam album Semai, sebuah album yang merepresentasikan fase pertumbuhan: menanam harapan dan merawat luka. Agib Tanjung sebagai pencipta lagu mengungkapkan bahwa aransemen lagu ini sengaja dibangun secara bertahap dari nuansa reflektif menuju klimaks yang emosional. Agib menjelaskan filosofi di balik lagu tersebut dengan sangat mendalam.
“Lagu ini adalah lagu untuk kita semua, lagu tentang bertahan menghadapi masalah tanpa menyangkal luka. Lagu ini tidak menafikan kesedihan, tidak juga menyangkal kegagalan, tetapi justru keberanian untuk berdiri di tengah badai dan memilih untuk tetap melangkah,” katanya.
Agib Tanjung mengungkapkan bahwa liriknya dirancang untuk menyentuh problematika umum seperti karier, keuangan, hingga isu kesehatan mental.
“Lagu ini adalah lagu untuk kita semua, lagu tentang bertahan menghadapi masalah tanpa menyangkal luka,” jelas Agib mengenai makna mendalam karyanya.
Ia juga menambahkan alasan strategis di balik pemilihan tema tersebut bagi grup musiknya.
“SMARAI sepakat memilih lagu ‘Optimis’ sebagai single kedua karena kami merasa tema lagu ini selalu timeless, bisa selalu relate dengan kehidupan sehari-hari,” pungkas Agib.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.
Tim Editor