Tips Menentukan Harga Jual Produk agar Bisnis Tetap Untung
Ringkasan
-
Menentukan harga jual produk tidak bisa dilakukan sembarangan karena berpengaruh langsung terhadap keuntungan bisnis.
-
Proses penentuan harga dimulai dari menghitung total biaya produksi, menentukan HPP per produk, lalu menambahkan margin keuntungan sesuai target bisnis dan kondisi pasar.
-
Riset harga pasar juga penting dilakukan untuk mengetahui kisaran harga kompetitor, kualitas produk pesaing, serta layanan tambahan yang ditawarkan.
Menentukan harga jual produk sering menjadi tantangan bagi pelaku usaha, terutama untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan bisnis online. Pasalnya, harga yang terlalu tinggi bisa membuat pelanggan berpikir dua kali untuk membeli, sementara harga yang terlalu rendah justru berisiko membuat bisnis jadi rugi.
Oleh sebab itu, penting untuk memahami cara menentukan harga jual yang tepat agar bisnis bisa menghasilkan keuntungan yang sehat. Selain biaya produksi, ada satu hal yang sering terlupakan dalam perhitungan harga jual, yaitu biaya operasional seperti pengiriman barang atau biaya logistik.
Mari simak cara menentukan harga jual produk dan biaya operasional lainnya agar bisnis berjalan optimal.
Menentukan biaya produksi dan Harga Pokok Penjualan (HPP) penting dilakukan agar usaha tetap untung dan harga jual tidak asal ditentukan. Dengan menghitung biaya secara tepat, pelaku usaha bisa mengetahui berapa modal sebenarnya untuk setiap produk yang dijual.
Berikut contoh sederhana perhitungan biaya produksi dan HPP pada usaha keripik kentang.
Hitung Total Biaya Produksi
Total biaya produksi adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk dalam periode tertentu.
Misalnya, sebuah usaha memproduksi 500 bungkus keripik kentang dalam satu bulan dengan rincian biaya berikut:
-
Bahan baku kentang dan bumbu: Rp3.000.000
-
Minyak goreng: Rp1.000.000
-
Gas: Rp500.000
-
Listrik dan air: Rp500.000
-
Gaji karyawan: Rp2.500.000
Maka total biaya produksinya adalah:
Rp3.000.000+Rp1.000.000+Rp500.000+Rp500.000+Rp2.500.000=Rp7.500.000
Jadi, total biaya produksi keripik kentang dalam satu bulan adalah Rp7.500.000.
Hitung HPP per Produk
Setelah mengetahui total biaya produksi, langkah berikutnya adalah menghitung HPP atau biaya per bungkus produk.
Rumusnya: HPP = Total Biaya Produksi : Jumlah Produk
Perhitungannya: Rp7.500.000:500=Rp15.000
Jadi, HPP untuk satu bungkus keripik kentang adalah Rp15.000.
Tentukan Margin Keuntungan yang Wajar
Setelah mengetahui total biaya produksi atau HPP, langkah berikutnya adalah menentukan keuntungan yang ingin didapat.
Contohnya pada usaha keripik kentang tadi, HPP per bungkus keripik kentang Rp15.000.
Setelah mengetahui HPP, pelaku usaha bisa menambahkan margin keuntungan untuk menentukan harga jual. Misalnya ingin mengambil keuntungan 35%, maka:
Rp15.000+(35%×15.000)= Rp20.250
Maka harga jual keripik kentang bisa ditetapkan sekitar Rp20.250 atau dibulatkan menjadi Rp21.000 per bungkus agar lebih mudah dalam penjualan.
Baca juga: 5 Langkah Menyusun Rencana Bisnis agar Berjalan Efektif dan Efisien
Jangan Lupakan Biaya Operasional dan Pengiriman
Banyak pelaku usaha hanya menghitung biaya produksi, tetapi lupa memasukkan biaya operasional lain seperti:
-
Ongkos kirim
-
Biaya admin marketplace
-
Biaya promosi
-
Transportasi
Padahal, memilih pengiriman yang tepat merupakan salah satu komponen penting dalam bisnis modern, terutama untuk bisnis online dan distribusi produk. Dengan pengelolaan logistik yang efisien, biaya operasional dapat lebih terkontrol sehingga margin keuntungan tetap aman.
Lakukan Riset Harga Pasar
Sebelum menentukan harga akhir, lakukan riset terhadap kompetitor. Anda juga wajib memerhatikan beberapa hal berikut:
-
Kisaran harga produk sejenis
-
Kualitas produk pesaing
-
Layanan tambahan yang diberikan
-
Sistem pengiriman dan kecepatan layanan
Riset pasar secara berkala dapat membantu bisnis menentukan harga yang tetap kompetitif untuk mencegah kerugian di masa mendatang.
Sesuaikan Target & Rutin Evaluasi Harga
Setiap target pasar memiliki kemampuan beli yang berbeda. Produk premium tentu memiliki strategi harga yang berbeda dibandingkan produk untuk pasar massal. Karena itu, pahami siapa target pelanggan Anda sebelum menentukan harga jual.
Di samping itu, harga bahan baku, biaya operasional, dan kondisi pasar bisa berubah sewaktu-waktu. Pelaku bisnis dianjurkan untuk mengevaluasi harga jual secara berkala sangat penting agar bisnis tetap mendapatkan keuntungan optimal.
Jangan ragu menyesuaikan harga apabila terdapat kenaikan biaya produksi atau logistik.
Optimalkan Biaya dan Sistem Pengiriman
Pengiriman yang lambat atau ongkos kirim yang terlalu mahal dapat memengaruhi kepuasan pelanggan sekaligus membengkakkan biaya operasional bisnis. Oleh karena itu, penting bagi pelaku usaha untuk memilih jasa pengiriman yang fleksibel.
Cari layanan logistik yang menyediakan berbagai pilihan armada, mulai dari motor untuk paket kecil, hingga mobil atau armada besar untuk distribusi dalam jumlah banyak bahkan ke reseller di luar kota. Dengan begitu, Anda bisa menyesuaikan biaya logistik dengan jenis dan dimensi produk yang dikirim tanpa ada biaya yang terbuang sia-sia.
Solusi Logistik Efisien untuk Bisnis Anda
Untuk membantu operasional bisnis menjadi lebih praktis dan efisien, Lalamove hadir sebagai solusi untuk membantu operasional bisnis menjadi lebih praktis dan efisien. Melalui program Mitra Bisnis Lalamove, pelaku usaha dapat menikmati layanan prioritas pengiriman sehingga pesanan bisa sampai lebih cepat, aman, dan tepat waktu kepada pelanggan.
Tidak hanya itu, tersedia juga berbagai keuntungan eksklusif yang membantu menekan biaya operasional, mulai dari promo diskon hingga cashback pengiriman. Untuk mendukung kebutuhan bisnis sehari-hari, Lalamove juga menyediakan fitur-fitur yang memudahkan pengelolaan pengiriman, seperti:
-
Satu akun untuk banyak pengguna. Kelola seluruh kebutuhan pengiriman tim dalam satu akun tanpa harus membuat akses terpisah.
-
Laporan pengeluaran lebih terorganisir. Pantau riwayat dan biaya pengiriman secara otomatis dalam laporan bulanan.
-
Perlindungan asuransi lebih maksimal. Setiap pengiriman bisnis dilengkapi dengan perlindungan asuransi Premium yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda.
-
Pembayaran yang lebih fleksibel. Anda bisa pilih pembayaran cash, Lalamove Wallet, atau post-paid atau pasca bayar.
-
Mendapatkan dukungan dedicated customer service yang membantu Anda saat terjadi kendala.
-
Pilihan armada luas dan bisa melayani pengiriman ke luar kota. Untuk bisnis yang semakin berkembang, Anda bisa sewa pick up hingga sewa mobil box yang memiliki kapasitas besar, baik untuk pengiriman barang, ambil barang di supplier, atau proses pembukaan cabang baru–semuanya bisa di Lalamove!
Yuk, kelola logistik bisnis Anda bersama Lalamove. Download aplikasinya di AppStore dan PlayStore.
